Semua artikel
Masalah Mental

Midlife Crisis : Kondisi Mental Saat Seseorang Memasuki Usia Paruh Baya

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Transisi antar jenjang usia mungkin tidak akan mudah bagi setiap orang. Pasalnya, kita akan mulai beradaptasi dengan situasi yang baru. Bahkan, kondisi fisik dan mental juga akan mengalami serangkaian perubahan. Dengan demikian, kita memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi di setiap jenjang usia.

Salah satu transisi yang cukup mengganggu kondisi mental seseorang adalah transisi ke usia paruh baya, atau yang kita kenal dengan istilah midlife crisis. Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai midlife crisis, dan apa yang terjadi pada kondisi tersebut.

Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental atau timbulnya perilaku abnormal, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai midlife crisis.

Pengertian Midlife Crisis

Midlife crisis atau krisis paruh baya merupakan kondisi dimana seseorang mulai mempertanyakan banyak hal dalam kehidupannya. Kondisi ini biasanya dipicu oleh usia yang sudah memasuki setengah kehidupan seseorang, yaitu usia 40 – 60 tahun.

Walaupun midlife crisis sering dipandang sebagai kekhawatiran seputar usia, namun pada kenyataannya kebanyakan dari kekhawatiran tersebut justru tidak berhubungan dengan usia mereka. Kondisi midlife crisis justru lebih mengarah kepada keberlangsungan hidup seperti karir, relasi, dan lain sebagainya. Selain itu, midlife crisis juga berhubungan dengan financial, pencapaian hidup, dan keluarga.

Pada kondisi midlife crisis ini biasanya seseorang akan mengalami kecemasan akan hal-hal yang mungkin akan terjadi di masa depan. Selain itu, beberapa kondisi seperti tekanan dari orang sekitar, atau target yang terlalu tinggi juga bisa memperparah kondisi midlife crisis itu sendiri. Pasalnya, kita memang mengharapkan masa depan yang terbaik. Namun sayangnya, tidak ada orang yang bisa benar-benar memprediksi apa yang terjadi di masa depan.

Baca juga : Pseudoseizure : Kejang yang Dipicu Oleh Gangguan Jiwa Berat

Gejala Midlife Crisis

Kondisi midlife crisis ini pada dasarnya akan dilalui oleh sebagian besar orang yang memasuki usia paruh baya. Namun, setiap orang memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda. Bahkan beberapa orang justru bisa melalui midlife crisis dengan cukup baik.

Kondisi midlife crisis ini bisa diketahui dengan mengidentifikasi beberapa gejala berikut:

Perasaan cemas dan khawatir akan masa depan

Seperti yang sudah dibahas secara singkat di awal, kondisi midlife crisis ini menyebabkan kecemasan dan kekhawatiran bagi penderita. Umumnya hal tersebut mengarah kepada kondisi yang terjadi di masa depan.

Misalnya, bagaimana mereka melalui usia pensiun, keuangan sudah memadai untuk masa tua atau tidak, cara mengatasi kesehatan yang menurun, atau bahkan cara mengatasi pencapaian yang belum bisa digapai. Walaupun semua pemikiran itu tidak akan pernah ada habisnya jika hanya sekedar dipikirkan, namun sudah itu pula yang mengganggu kondisi midlife crisis ini.

Mempertanyakan jati diri yang sesungguhnya

Midlife crisis muncul di usia-usia dimana produktivitas sudah mulai menurun. Anehnya, pada usia tersebut beberapa orang justru baru mempertanyakan mengenai jati diri mereka. Pada beberapa orang, midlife crisis ini justru membuat mereka mempertanyakan mengenai arti kehidupan, atau merasa bingung dengan identitas mereka yang sesungguhnya.

Mengalami perubahan suasana hati

Pada kondisi midlife crisis ini juga, beberapa orang akan mengalami perubahan suasana hati yang cukup drastis. Maka tidak heran jika pada fase transisi menuju usia paruh baya seseorang justru terkesan menjadi lebih labil dan sensitif perihal suasana hati mereka. Dalam beberapa kasus yang cukup berat, midlife crisis ini justru bisa memicu depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan suasana hati lainnya.

Mengalami konflik dengan pasangan

Konflik dengan pasangan seperti pertengkaran dalam hubungan, atau mempertanyakan mengenai keberlangsungan hubungan bisa menjadi tanpa midlife crisis. Pasalnya pada fase midlife crisis ini seseorang mulai merasakan keraguan dalam hidupnya yang berdampak munculnya emosi-emosi yang bisa saja disalurkan dalam bentuk konflik dengan pasangan.

Penampilan yang berubah

Beberapa orang dengan kondisi midlife crisis juga cenderung merubah cara berpenampilan mereka. Misalnya dengan merubah gaya berpakaian, potongan rambut, menambah tato, dan segala hal yang berhubungan dengan penampilan.

Perubahan gaya hidup

Tidak hanya penampilan yang mengalami perubahan, melainkan juga gaya hidup. Biasanya hal ini berhubungan dengan kekhawatiran akan kesehatan. Perubahan gaya hidup ini akan mengarah ke hal-hal positif, seperti menjadi rutin berolahraga, mengatur pola makan, atau berhenti merokok dan minum minuman beralkohol.

Sering nostalgia akan masa lalu

Gejala lain dari kondisi midlife crisis ini juga adanya nostalgia akan masa lampau. Biasanya mereka akan memikirkan hal-hal yang pernah dilalui. Mereka juga akan mengenal kejadian atau orang-orang yang sudah tidak bisa dijumpai.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai midlife crisis dan gejala yang ditunjukan pada midlife crisis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Erythrophobia : Rasa Takut Ketika Pipi Memerah Karena Malu

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Midlife Crisis : Kondisi Mental Saat Seseorang Memasuki Usia Paruh Baya — DeepTalk