Semua artikel
Masalah Mental

Mengenal Malinggering, Kondisi Seseorang Yang Berpura-Pura Sakit

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id –  Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang malinggering. Apakah kamu pernah mendengar tentang kondisi ini? Malinggering adalah suatu kondisi di mana seseorang secara sengaja menunjukkan gejala-gejala penyakit atau cidera untuk mendapatkan keuntungan tertentu, seperti asuransi atau alasan menghindari tanggung jawab.

Kamu mungkin belum terlalu familiar dengan istilah ini, namun mungkin saja kamu pernah mengalaminya. Kita akan membahas lebih lanjut tentang kondisi ini dan bagaimana cara menghadapinya.

Tentang Malinggering

Aching young ill slavic woman with scarf around her neck wearing winter hat putting hand on her head and holding thermometer sitting on couch at living room

Malinggering adalah suatu kondisi yang sering terjadi pada berbagai sektor, seperti kesehatan dan hukum. Kondisi ini seringkali sulit didiagnosis karena penderita mampu meniru gejala-gejala penyakit secara sangat baik. Kita bisa menemukan kasus malinggering di sekitar kita, terutama pada orang yang sering berbicara tentang gejala-gejala penyakit tanpa hasil yang jelas dari pemeriksaan medis.

Malinggering adalah kondisi di mana seseorang sengaja menunjukkan gejala-gejala penyakit atau cidera yang sebenarnya tidak dialami. Orang yang menderita malinggering bisa meniru gejala-gejala penyakit secara sangat baik dan sulit didiagnosis oleh dokter.

Kita tidak boleh mengabaikan kondisi malinggering, karena bisa mempengaruhi kehidupan kita secara langsung. Jika seseorang menderita malinggering dan berhasil mendapatkan asuransi atau tunjangan sakit, hal ini bisa mengurangi sumber daya yang tersedia bagi kita sebagai masyarakat.

Penyebab Malinggering

The woman was sick, sat on a chair, and touched her head with her hand.

Ada beberapa penyebab yang dapat membuat seseorang menderita malinggering. Salah satu penyebab utama adalah motif untuk mendapatkan keuntungan tertentu, seperti asuransi atau menghindari tanggung jawab. Selain itu, seseorang juga bisa menderita malinggering karena keinginan untuk memperoleh perhatian atau dukungan dari orang lain.

Ciri-ciri Orang yang Menderita Malinggering

A man wearing medical mask and covering his body with blanket when got fever

Menurut DSM IV TR, terdapat beberapa ciri-ciri orang yang menderita malinggering. Beberapa ciri-ciri tersebut di antaranya adalah:

  1. Kesulitan dalam mempertahankan konsistensi dalam penyajian gejala-gejala yang dikemukakan.
  2. Ketidaksesuaian gejala-gejala yang dilaporkan dengan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan.
  3. Ketidaksesuaian gejala-gejala yang dilaporkan dengan karakteristik penyakit yang dilaporkan.
  4. Sering menolak untuk menjalani pengobatan atau tindakan medis yang dianjurkan oleh dokter.
  5. Memiliki motif untuk mendapatkan keuntungan tertentu dari kondisi tersebut, seperti asuransi atau menghindari tanggung jawab.

Kamu mungkin pernah bertemu dengan seseorang yang memiliki ciri-ciri di atas. Jangan langsung menuduhnya menderita malinggering, tapi kamu bisa mulai mempertanyakan kondisinya secara hati-hati dan bijaksana.

Baca juga: Pengobatan Alternatif dan Kesembuhan Gangguan Konversi. Benarkah Bisa?

Contoh Malinggering

Adult Asian man suffering chest pain

Kita bisa menemukan berbagai kasus malinggering di media massa. Salah satu contohnya adalah kasus malinggering yang dilakukan oleh seorang wanita di Inggris. Wanita tersebut mengeluh bahwa dia mengalami pingsan dan kejang-kejang, dan dinyatakan mengidap epilepsi oleh dokter. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, dokter menemukan bahwa gejala-gejala tersebut bukan disebabkan oleh epilepsi. Wanita tersebut akhirnya terbukti menderita malinggering dan dijatuhi hukuman penjara.

Kasus seperti ini menunjukkan betapa pentingnya kita memahami kondisi malinggering dan tidak mengabaikan tanda-tanda dari seseorang yang mungkin menderita kondisi ini. Tindakan yang tepat dari kita bisa membantu mencegah penyebaran malinggering dan menghindari dampak negatifnya terhadap masyarakat.

Cara Mendeteksi Malinggering

Mother waking her sleeping daughter up in the sofa

Tentu saja, mendeteksi malinggering bukanlah hal yang mudah. Kita harus memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus untuk bisa menentukan apakah seseorang menderita malinggering atau tidak. Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mendeteksi malinggering adalah:

Memperhatikan konsistensi gejala-gejala yang dilaporkan oleh seseorang. Jika seseorang sering mengeluh tentang gejala-gejala yang berbeda setiap kali bertemu, hal ini bisa menjadi tanda-tanda bahwa ia mungkin menderita malinggering.

Memperhatikan ketidaksesuaian antara gejala-gejala yang dilaporkan dengan hasil pemeriksaan medis atau karakteristik penyakit yang dilaporkan. Jika gejala-gejala yang dilaporkan tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan medis atau karakteristik penyakit, hal ini bisa menjadi tanda-tanda bahwa seseorang mungkin menderita malinggering.

Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang spesifik dan terperinci tentang gejala-gejala yang dilaporkan. Jika seseorang sering menghindari atau tidak bisa memberikan jawaban yang spesifik dan terperinci tentang gejala-gejala yang dilaporkan, hal ini bisa menjadi tanda-tanda bahwa ia mungkin menderita malinggering.

Kita harus berhati-hati dalam mendeteksi malinggering dan tidak langsung menuduh seseorang menderita kondisi ini. Kita harus menggali lebih dalam tentang kondisi seseorang dan melibatkan ahli jika memang diperlukan.

Jadi, malinggering adalah kondisi yang sering terjadi di sekitar kita. Kita harus memahami ciri-ciri dan tanda-tanda dari malinggering dan tidak mengabaikan tindakan yang tepat jika menemukan kasus seperti ini. Mengenali kondisi malinggering akan membantu kita menghindari dampak negatifnya terhadap masyarakat dan menjaga keseimbangan yang adil dalam berbagai sektor.

Ingatlah bahwa kita harus tetap bijaksana dan hati-hati dalam menghadapi kasus malinggering. Karena kasus malinggering pada umumnya berkaitan dengan memenuhi kepentingan pribadi seseorang.

Baca juga: Hubungan Konsumsi Makanan Sehat dengan Kesehatan Mental

 

Sumber:

Davison, G. C., Neale, J. M., Kring, A. M. (2017). Psikologi Abnormal Edisi Ke-7. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Malinggering, Kondisi Seseorang Yang Berpura-Pura Sakit — DeepTalk