Semua artikel
Pengembangan Diri

Mengenal Konsep Self-Knowledge Untuk Kesadaran Diri Sendiri

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Dalam perjalanan hidup yang kompleks ini, salah satu aspek yang tak ternilai harganya adalah pemahaman tentang diri sendiri, yang dikenal sebagai self-knowledge. Kemampuan untuk mengenal dengan jelas siapa kita, apa yang kita inginkan, dan bagaimana kita merespon dunia di sekitar kita adalah landasan penting untuk pertumbuhan pribadi dan kebahagiaan.

Artikel ini akan menggali mendalam ke dalam pentingnya self-knowledge, menjelaskan mengapa ini merupakan kunci untuk mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri dan orang lain, serta bagaimana proses memahami diri dapat membentuk arah hidup yang lebih bermakna dan autentik.

Tentang Self-Knowledge

Self-knowledge atau pengetahuan diri ialah istilah yang digunakan dalam psikologi untuk menggambarkan informasi yang digunakan seseorang ketika mencari jawaban atas pertanyaan :

“Seperti apa saya?”

“Siapakah saya?”

Ketika seseorang berusaha mengembangkan jawaban atas pertanyaan tersebut atau yang serupa lainnya, self-knowledge membutuhkan kesadaran diri yang berkelanjutan. Tentu ini tidak bisa disamakan dengan “kesadaran” secara harfiah. Layaknya bayi dan simpanse muda menunjukkan beberapa ciri kesadaran diri dan agensi atau kontingensi, namun mereka tidak dianggap memiliki kesadaran diri atau self-awareness.

Akan tetapi, pada tingkat kognisi yang lebih tinggi, komponen kesadaran diri ini muncul sebagai tambahan dari komponen kesadaran diri yang meningkat. Hingga kemudian menjadi kemungkinan untuk bertanya, “seperti apakah saya?” dan menjawab dengan self-knowledge, meskipun hal itu masih memiliki batasan dikarenakan intropeksi masih terbatas dan kompleks.

Self-knowledge menjadi komponen dari diri Anda, atau lebih tepatnya disebut dengan konsep diri. Pengetahuan tentang diri sendiri dan sifat-sifatnya serta keinginan untuk mencari pengetahuan tersebutlah yang memandu perkembangan konsep diri, bahkan jika konsep tersebut cacat.

Pengetahuan diri ini menginformasikan kepada diri Anda mengenai representasi mental Anda tentang diri Anda sendiri, yang berisi atribut-atribut yang secara unik Anda pasangkan dengan diri Anda sendiri. Juga teori-teori tentang apakah atribut-atribut tersebut stabil atau dinamis sehingga Anda dapat mengevaluasi diri Anda sendiri.

Baca juga: 3 Tipe Atau Jenis Kesepian, Apa Saja Itu?

Tiga Aspek Self-Knowledge

Konsep diri dianggap memiliki tiga aspek utama, yakni self-kognitif, self-affective, dan self-executive.Self-affective dan executive juga dikenal sebagai diri yang dirasakan dan diri yang aktif, karena keduanya mengacu pada komponen emosional dan perilaku dari konsep diri.

Sedangkan self-knowledge terkait dengan self-cognitive karena motifnya memandu pencarian Anda untuk mendapatkan kejelasan dan kepastian yang lebih besar bahwa konsep diri Anda adalah representasi akurat dari diri Anda yang sebenarnya. Karena alasan ini, self-cognitive juga disebut sebagai diri yang diketahui.

Self-cognitive terdiri dari segala sesuatu yang Anda ketahui (atau Anda pikir Anda ketahui) tentang diri Anda sendiri. Hal ini menyiratkan sifat-sifat fisiologis seperti warna rambut, ras, tinggi badan, dan lain-lain. Juga sifat-sifat psikologis seperti kepercayaan, nilai, dan ketidaksukaan.

6 Teori Tentang Self-Knowledge

Berbagai model dan teori berusaha menjelaskan self-knowledge. Di bawah ini adalah konsep-konsep yang menjelaskan bagaimana pengetahuan diri diperoleh.

1) Model observasi tanpa perantara, terutama yang terkait dengan Descartes, menyatakan bahwa Anda memperoleh pengetahuan diri melalui pikiran Anda sendiri tanpa perantara, terpisah dari masukan atau sumber dari luar. Model ini biasanya digunakan untuk membandingkan model-model filosofis lainnya.

2) Model transparansi, melibatkan pengambilan keputusan dan secara rasional merefleksikan dan mencapai kesimpulan tentang keadaan dunia. Dengan menggunakan model ini, Anda mendapatkan pengetahuan bukan hanya tentang keyakinan Anda, tetapi juga tentang sikap yang peka terhadap penilaian. Salah satu daya tarik transparansi adalah hubungan yang erat antara pengetahuan diri dan agensi.

3) Konstruksionisme sosial, adalah cara untuk memahami diri Anda sendiri dan dunia Anda melalui penggunaan bahasa untuk menciptakan realitas bersama. Kaum konstruksionis berteori bahwa makna diciptakan dalam kaitannya dengan orang lain.

4)”Diri yang terlihat di kaca”, yang dikemukakan oleh sosiolog Charles Horton Cooley, menyatakan bahwa rasa diri Anda dikembangkan melalui interaksi dengan orang lain. Dalam teori ini, penampilan Anda tercermin melalui orang lain. Anda kemudian membuat hipotesis tentang penilaian mereka terhadap Anda dan memiliki emosi yang dihasilkan dari penilaian tersebut.

5) Narasi diri, diperlukan untuk penalaran introspektif dan rekonstruksi memori otobiografi. Ini mencakup dua cabang pemikiran, yakni modus paradigmatik, yang mengakses penjelasan logis untuk membangun penjelasan rasional tentang realitas. Serta modus naratif, yang menggunakan interpretasi yang bermakna tentang diri Anda sendiri untuk menciptakan penjelasan yang koheren tentang identitas Anda. Narasi ini menggabungkan peristiwa masa lalu, masa kini, dan masa depan ke dalam urutan yang koheren.

6) Teori persepsi diri, yang diusulkan oleh Daryl Bem, menyatakan bahwa orang belajar tentang diri mereka sendiri dengan mengamati perilaku dan membuat kesimpulan.

Baca juga: Gangguan Psikosomatis, Pengertian dan Tanda Beserta Gejalanya

 

Sumber:

Self-knowledge (psychology). (2019, October 16). Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Self-knowledge_(psychology)

Wilson, Ph.D., C. R. (2021, July 22). What Is Self-Knowledge in Psychology? 8 Examples & Theories. PositivePsychology.com. https://positivepsychology.com/self-knowledge/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Konsep Self-Knowledge Untuk Kesadaran Diri Sendiri — DeepTalk