Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah menjumpai orang tua dengan kondisi penurunan kemampuan kognitif, kemampuan berbicara, ataupun perilaku? Bisa jadi kondisi tersebut disebabkan oleh gangguan alzheimer. Kondisi ini memang umumnya dialami oleh orang dengan usia lanjut.
Untuk mengenal kondisi gangguan alzheimer lebih detail, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gangguan alzheimer. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika kamu menemukan orang terdekat yang memiliki gejala serupa dengan apa yang dituliskan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasannya.
Pengertian Gangguan Alzheimer

Gangguan alzheimer merupakan salah satu gangguan pada otak yang menyebabkan seseorang mengalami penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir, dan mengalami perubahan perilaku. Dalam kondisi terburuknya, penderita alzheimer tidak mampu untuk melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk untuk merawat dirinya sendiri.
Gangguan alzheimer ini umumnya dialami pada usia lanjut, yaitu orang-orang yang berusia 60 tahun ke atas. Meski demikian kondisi ini juga tidak menuntut kemungkinan dialami oleh orang-orang usia dewasa awal.
Kondisi alzheimer ini diawali dengan penurunan daya ingat yang ringan, seperti kesulitan untuk mengingat nama benda. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini bisa menjadi lebih parah hingga membuat penderitanya memerlukan bantuan dari orang lain untuk dapat mengurus dirinya sendiri.
Bahkan dalam beberapa kasus, kondisi alzheimer ini bisa membuat penderitanya merasa linglung. Hal inilah yang akhirnya membuat banyak kasus orang tua tersesat dan tidak tahu jalan pulang.
Penyebab Gangguan Alzheimer
Gangguan alzheimer ini pada dasarnya disebabkan oleh protein di dalam otak yang gagal berfungsi dengan normal. Kegagalan fungsi protein inilah yang akhirnya membuat sel di dalam otak kehilangan koneksi satu sama lain. Dengan demikian kinerja otak mengalami penurunan yang drastis dan membuat penderita mengalami penurunan daya ingat serta perubahan tingkah laku. Adapun protein dalam otak yang berfungsi tidak normal ini adalah:
Beta-amyloid
Kegagalan fungsi pada protein beta-amyloid ini dapat menimbulkan efek beracun yang dapat mengganggu komunikasi antara sel di otak.
Neurofibril
Sedangkan protein neurofibril berfungsi membawa nutrisi ke dalam sel otak. Sehingga saat protein neurofibril mengalami gangguan, maka proses pengiriman nutrisi ini bisa memicu efek beracun pada otak.
Baca juga : Mengenal Macam-Macam Gangguan Komunikasi
Faktor Resiko Gangguan Alzheimer

Selain penyebab kegagalan fungsi protein di atas, beberapa faktor juga dipercaya dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami gangguan alzheimer. Adapun faktor yang dimaksud adalah:
Usia
Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa lansia di usia 60 tahun keatas lebih beresiko mengalami gangguan alzheimer. Walaupun tidak banyak, namun masih terdapat pula kasus alzheimer di bawah usia tersebut.
Genetik
Walaupun tidak semua orang dengan riwayat keluarga gangguan alzheimer mengalami kondisi yang sama. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa 1% penderita alzheimer memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang sama.
Trauma kepala
Cedera kepala akibat berolahraga, kecelakaan, dan prosedur operasi, juga dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami alzheimer di masa depan.
Gaya hidup tidak sehat
Selain beberapa faktor di atas, adanya gaya hidup tidak sehat seperti mengkonsumsi alkohol berlebihan, penggunaan obat-obatan terlarang, kurang olahraga, obesitas, merokok, dan lain sebagainya juga dapat meningkatkan resiko gangguan alzheimer.
Gejala Gangguan Alzheimer
Pada dasarnya, untuk mendapatkan diagnosis alzheimer atau gangguan mental lainnya diperlukan konsultasi dan pemeriksaan oleh Psikolog atau Psikiater. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan diagnosis dan penanganan.
Meski demikian, kamu bisa melihat beberapa gejala gangguan alzheimer berikut untuk dapat memutuskan melakukan pemeriksaan lebih lanjut:
Kehilangan memori
Gejala awal dari gangguan alzheimer memang adanya penurunan hingga kehilangan memori. Hal ini dapat dilihat dari sikap penderita yang sering mengajukan pertanyaan berulang, melupakan janji, lupa meletakkan benda, lupa nama anggota keluarga, dan lain sebagainya.
Kehilangan nalar dalam berpikir
Karena kondisi alzheimer ini memang menyerang otak manusia, maka tidak heran jika penderitanya mengalami kehilangan nalar dalam berpikir. Hal ini dapat dilihat dari sikap penderita yang kesulitan untuk berkonsentrasi, kesulitan untuk multitasking, dan sulit mengelolah keuangan.
Sering salah mengambil keputusan
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita tentu memiliki rutinitas. Namun, penderita alzheimer sering kali salah dalam mengambil keputusan dalam hal tersebut. Contohnya mereka salah menggunakan pakaian sesuai dengan tema acara.
Kesulitan menjalani aktivitas harian
Cukup banyak penderita alzheimer yang akhirnya membutuhkan perawatan yang lebih intens. Hal ini dikarenakan mereka juga mengalami penurunan kemampuan dalam menjalani aktivitas harian walau untuk kegiatan sederhana seperti makan dan mandi.
Perubahan kepribadian dan perilaku
Gejala lain dari gangguan alzheimer adalah adanya perubahan kepribadian dan perilaku seperti menjadi depresi, apatis, menutup diri, perubahan mood, perubahan pola tidur, delusi, dan lain sebagainya.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai gangguan alzheimer. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Kenali Klasifikasi Retardasi Mental
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

