Deeptalk.co.id – Kamu mungkin pernah mendengar berita orang hilang. Dimana orang yang dikabarkan hilang bukannya anak kecil, melainkan orang tua. Jika dipikirkan sekilas, bagaimana orang tua yang notabenenya sudah melalui serangkaian proses perkembangan tidak mampu mengingat hal-hal sederhana seperti alamat rumah? Namun pada kenyataannya hal ini bisa terjadi. Berbeda dengan anak yang selalu mengalami peningkatan kemampuan seiring dengan bertambahnya usia, orang-orang yang sudah memasuki usia lanjut justru mengalami penurunan kemampuan. Bahkan beberapa dari mereka mengalami kondisi alzheimer yang dapat mengganggu fungsi otak mereka.
Gangguan alzheimer sendiri merupakan salah satu gangguan pada otak yang mengakibatkan penderitanya mengalami penurunan kemampuan mengingat dan berpikir, serta perubahan perilaku.
Pada dasarnya gangguan alzheimer ini disebabkan oleh protein pada otak yang gagal berfungsi dengan baik. Protein tersebut adalah protein beta amiloid dan protein neurofibril. Dimana saat terjadi gagal fungsi pada protein tersebut maka ada memicu efek racun pada otak yang akhirnya berdampak pada gangguan memori dan perubahan tingkah laku.
Kondisi ini umumnya dialami oleh orang pada usia 60 tahun ke atas (lansia). Meski demikian, tidak menuntut kemungkinan kondisi ini dialami oleh orang dengan usia yang lebih muda. Selain itu, penderita gangguan alzheimer kebanyakan berjenis kelamin perempuan, namun laki-laki juga bisa mengalami kondisi yang sama. Kondisi alzheimer akan semakin beresiko jika diiringi dengan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, kurang olahraga, obesitas, dan lain sebagainya.
Gangguan alzheimer biasanya diawali dengan penurunan daya ingat yang masih dalam kategori ringan. Misalnya kesulitan mengingat nama benda, kesulitan mengingat nama, atau kesulitan mengingat kejadian-kejadian yang pernah dilalui. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kondisi penderita gangguan alzheimer bisa semakin parah. Dalam kasus gangguan alzheimer yang sudah cukup berat, penderita bahkan membutuhkan bantuan orang lain untuk dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
Diagnosis Gangguan Alzheimer

Lantas apa yang bisa kita lakukan saat orang tua mengalami beberapa gejala gangguan alzheimer? Tentu saja langkah awalnya adalah melakukan serangkaian pemeriksaan dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Adapun pemeriksaan yang umumnya dilakukan untuk dapat mendeteksi gangguan ini adalah:
Pemeriksaan fisik
Penderita gangguan alzheimer tidak hanya mengalami gangguan pada psikologisnya saja, melainkan juga pada fisik. Terlebih lagi orang yang sudah memasuki masa lansia cenderung memiliki beberapa komplikasi kesehatan.
Pemeriksaan fisik ini dilakukan untuk menguji refleks, kekuatan otot, kemampuan bangun dan berjalan, indera penglihatan dan pendengaran, koordinasi gerak tubuh, dan beberapa tes laboratorium yang diperlukan.
Pemeriksaan neuropsikologis
Pemeriksaan neuropsikologis ini berhubungan dengan pengecekkan hubungan antara struktur dan fungsi otak dengan proses dan perilaku psikologis. Dimana tes ini akan mengacak perkembangan gejala gangguan alzheimer dikemudian hari.
Pemeriksaan otak
Satu hal yang cukup krusial adalah pemeriksaan kondisi otak yang biasanya melibatkan serangkaian tes seperti MRI, CT, FDG, dan pencitraan PET amyloid.
Baca juga : Mengenal Kondisi Gangguan Alzheimer
Penanganan Gangguan Alzheimer

Setelah mendapatkan diagnosis yang tepat, penderita gangguan alzheimer akan diberikan beberapa penanganan yang tentu sudah disesuaikan dengan gejala yang dialami. Adapun penanganan yang umum diberikan bagi penderita gangguan alzheimer adalah sebagai berikut:
Mengkonsumsi obat-obatan
Penderita gangguan alzheimer umumnya akan diresepkan beberapa obat-obatan oleh Dokter atau Psikiater. Dalam hal ini Psikolog tidak memiliki wewenang untuk meresepkan obat-obatan. Obat yang dikonsumsi juga harus disesuaikan dengan anjuran dari Dokter atau Psikiater tersebut. Obat yang biasa diberikan adalah penghambat kolinesterase untuk meningkatkan komunikasi antar sel otak, inhibitor kolinesterase untuk mengatasi gejala neuropsikiatri, memantine untuk memperlambat perkembangan gejala alzheimer, serta antidepresan untuk membantu pengendalian gejala perilaku.
Psikoterapi
Selain melalui penanganan dengan mengkonsumsi obat-obatan, penderita gangguan alzheimer juga umumnya mengikuti beberapa psikoterapi. Tujuan dari penanganan ini adalah untuk melatih daya ingat, kemampuan komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Jenis psikoterapi yang diberikan juga tentunya akan disesuaikan dengan kebutuhan penderita.
Penanganan mandiri
Selain mendapatkan penanganan dari para ahli, peran orang-orang terdekat juga tidak kalah penting untuk membantu penderita gangguan alzheimer. Penanganan mandiri ini biasanya dilakukan oleh orang yang secara khusus merawat penderita, atau orang yang tinggal bersama penderita.
Adapun hal yang bisa dilakukan adalah mengamankan barang berharga ke tempat yang sulit untuk tercapai penderita, menyimpan obat dan memastikan penderita mengkonsumsi obat sesuai dengan waktu yang dianjurkan oleh dokter, menuliskan notes untuk penderita melakukan aktivitas sehari-hari sebagai pengingat, hingga membuatkan tanda pengenal yang bisa dibawa penderita kemanapun.
Itu dia beberapa penanganan yang bisa didapatkan oleh penderita gangguan alzheimer. Sayangnya kondisi ini memang belum dapat sembuh secara pasti. Meski demikian, dengan menjalani serangkaian penanganan yang dianjurkan, maka akan memperlambat perkembangan gejala yang dirasakan oleh penderita.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Mengenal Macam-Macam Gangguan Komunikasi
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

