Deeptalk.co.id – Psikososial merupakan salah satu pembahasan yang tidak asing lagi di dunia psikologi. Psikososial merupakan istilah yang mengacu pada kesehatan mental, dengan kondisi sosial masing-masing individu.
Istilah psikososial sendiri dipopulerkan oleh Erik Erikson, yang merupakan Psikolog berkebangsaan Jerman – Amerika Serikat, tepatnya pada tahun 1950. Erikson menyatakan bahwa terdapat 8 tahap perkembangan psikososial yang akan dilalui oleh setiap individu. Teori yang dikemukakan oleh Erikson seputar psikososial didasarkan oleh teori psikoanalisis oleh Sigmund Freud.
Lantas, apa saja 8 tahap perkembangan psikososial menurut Erikson itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun sebelum kita masuk pada pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu membutuhkan informasi lebih mengenai teori psikososial, maka jangan ragu untuk diskusi dan berkonsultasi langsung dengan orang-orang yang ahli pada bidang tersebut.
Erikson berpendapat bahwa perkembangan psikososial manusia berlangsung sejak bayi hingga lanjut usia. Dimana pada proses perkembangan tersebut, manusia akan melalui 8 tahap perkembangan psikososial berikut:
Membangun Kepercayaan (Trust vs Mistrust)

Tahap perkembangan psikososial pertama terjadi ada pada usia 0-8 bulan. Pada awal kehidupan manusia, orang tua dan pengasuh memegang peran yang sangat penting. Dimana, bayi akan mulai menggantungkan kepercayaannya dengan orang tua atau pengasuhnya.
Saat mendapatkan perawatan dan kasih sayang yang cukup, maka anak akan terbentuk kepercayaan dalam dirinya, kepada orang tua, atau pengasuhnya. Namun sebaliknya, jika anak tidak mendapatkan hal tersebut, maka anak akan lebih mudah merasa kesulitan untuk mempercayai orang lain.
Membangun Otonomi (Autonomy vs Shame & Doubt)
Tahap perkembangan psikososial kedua terjadi pada usia 18 bulan – 3 tahun. Pada tahap ini, anak mulai belajar mandiri dengan melakukan beberapa hal sederhana seorang diri.
Saat anak berhasil diarahkan untuk mandiri, maka akan timbul rasa percaya diri, dan berani dalam mengambil resiko. Namun jika anak tidak berhasil melalui tahap ini, maka bisa jadi anak akan mengembangkan kepribadian yang pemalu, dan cenderung bergantung pada orang lain.
Berinisiatif (Initiative vs guilt)

Tahap ketiga pada perkembangan psikososial terjadi pada usia 3-5 tahun. Pada tahap ini, anak mulai mengembangkan inisiatifnya, dan mencoba banyak hal baru.
Saat anak diberikan kesempatan untuk memulai hal baru, dan melakukan aktivitas dengan orang lain, maka akan mengembangkan rasa inisiatif, dan mampu mengambil keputusan. Sebaliknya, jika anak tidak mendapatkan kenyamanan, atau selalu dikekang, maka anak cenderung tumbuh rasa takut, dan tidak berani mengambil resiko.
Baca juga : Komplikasi dan Diagnosis Pada Penderita Factitious Disorder
Merasa Mampu (Industry vs Inveriority)
Tahap keempat pada perkembangan psikososial terjadi pada usia 5-13 tahun. Pada tahap ini, anak sudah mulai memasuki usia sekolah, artinya anak akan berjumpa dan banyak bersosial dengan anak-anak seusianya.
Keberadaan anak di tengah-tengah anak-anak seusianya membuatnya mulai membandingkan diri dengan orang lain. Dari hal itulah rasa kompetisi mulai tumbuh. Jika anak berhasil membangun hal tersebut, maka mereka akan merasa lebih kompeten dan percaya diri. Sebaliknya, jika anak gagal berkompetisi, maka akan timbul rasa rendah diri, terutama jika orang tua atau guru membatasi ruang geraknya.
Membangun Identitas (Identity vs Confusion)
Tahap kelima pada perkembangan psikososial terjadi pada usia 13-21 tahun. Tahap ini merupakan fase dimana remaja mulai mempertanyakan tentang jati dirinya, tujuan hidup, dan bereksplorasi akan hal-hal semacam itu.
Remaja yang bisa mengenali dirinya dengan baik, cenderung memiliki rangkaian masa depan yang tertata. Mereka tahu langkah-langkah apa yang akan dilakukan. Sedangkan remaja yang masih kebingungan dalam mengenal dirinya, cenderung merasa tersesat, bahkan tidak yakin akan keberadaannya di dunia.
Menjalin Kedekatan (Intimacy vs isolation)

Tahap keenam pada perkembangan psikososial terjadi pada usia 21-40 tahun. Tahap ini merupakan tahap dimana individu sudah mulai berpikir mengenai hubungan yang lebih intim untuk membangun sebuah keluarga.
Individu yang berhasil membangun keluarga yang harmonis, cenderung bisa lebih menikmati cinta dan keintiman dalam keluarga tersebut. Sedangkan mereka yang tidak berhasil, cenderung merasa kesepian, terisolasi, bahkan depresi.
Dewasa (Generativity vs Stagnation)
Tahap ketujuh pada perkembangan psikososial terjadi pada usia 40-65 tahun. Titik penting pada tahap yang satu ini adalah bagaimana individu berkontribusi untuk masyarakat dan generasi penerusnya.
Individu yang berhasil memberikan kontribusi terhadap masyarakat, akan menimbulkan perasaan berguna. Sedangkan individu yang tidak bisa melalui fase ini, cenderung stagnan, dan tidak produktif.
Kematangan (Integrity vs Despair)
Tahap kedelapan pada perkembangan psikososial terjadi pada usia 65 tahun keatas. Pada tahap ini, individu akan kembali melihat kilas balik dari kehidupannya yang terdahulu. Akan timbul pertanyaan mengenai makna hidupnya selama ini.
Jika individu merasa bermakna, maka akan timbul kedamaian, serta kepuasan dalam benaknya. Namun jika individu merasa gagal dalam hidupnya yang terdahulu, maka akan timbul kekecewaan, penyesalan, dan juga rasa putus asa.
Itu dia 8 tahap perkembangan psikososial yang dikemukakan oleh Erik Erikson. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Kenali Gejala Factitious Disorder
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



