Deeptalk.co.id – Ironisnya, maladaptive daydreaming adalah sesuatu yang dapat dilakukan seseorang selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelum penderitanya menyadari bahwa melamun yang mereka lakukan ini tidak normal dan secara aktif telah mengganggu kehidupan mereka. Ketika kesadaran ini akhirnya datang, hal ini membuat mereka, pada akhirnya, belajar tentang keberadaan maladative daydreaming ini dan menemukan bahwa ada jutaan orang yang memiliki kesadaran yang sama persis dengan mereka. Mereka pun bahkan bertanya-tanya apa penyebab dari maladaptive daydreaming ini?
Meskipun jenis mimpi yang dimiliki oleh para pelamun maladaptif sangat bervariasi, tanpa ada dua mimpi yang sama, penyebab mimpi maladaptive daydreaming ini dapat lebih mudah dikategorikan. Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan lima penyebab utama dari maladaptive daydreaming ini.
Penting untuk dicatat bahwa tidak semua penyebab ini berlaku untuk setiap pelamun maladaptif. Lebih jauh lagi, penyebab yang mendasari munculnya lamunan maladaptif Anda mungkin tidak tercantum di bawah ini. Namun, semoga penyebab-penyebab ini dapat membantu mendorong pemikiran Anda ke arah yang benar dan membantu Anda mulai mengidentifikasi apa yang pada awalnya mendorong timbulnya lamunan maladaptif Anda.
1. Penghindaran

Yang membuat seseorang sulit untuk kemudian menyadari bahwa mereka telah terjebak pada maladaltive daydreaming ialah karena lamunan tersebut selalu dimulai melalui lamunan biasa. Namun kemudian perlahan-lahan lamunan tersebut berubah dari waktu ke waktu yang sering kali menjadi lebih rinci, abstrak, memakan waktu dan kompulsif dalam prosesnya.
Lamunan yang semula biasa terjadi dengan cepat, kemudian bermetasis dari waktu ke waktu menjadi maladaptive daydreaming. Ini menjadi sangat abstrak dan sepenuhnya mereka bisa terpisah dari kehidupan nyatanya. Sehingga penyebab paling umum dari maladaptive daydreaming ini ialah mereka mencoba untuk menghindari sesuatu yang terjadi di dunia nyata dan memilih untuk ke lamunan yang lebih rinci dan terasa lebih nyaman itu.
Ini akan tergambar seperti ketika jika Anda menghadapi sesuatu yang sulit di sekolah atau di tempat kerja, adalah hal yang umum untuk mundur ke dalam lamunan untuk memberi diri Anda sedikit istirahat mental. Anda sepenuhnya terpisah dari kehidupan “nyata” Anda karena Anda berusaha untuk menghindari memikirkan masalah yang sedang Anda hadapi.
Tentu saja, meskipun selalu merupakan ide yang baik untuk memberikan pikiran Anda penangguhan hukuman saat menghadapi tantangan, masalah dengan lamunan maladaptif adalah bahwa lamunan tersebut dapat menjadi begitu memikat dan memakan waktu yang sebenarnya malah memperparah masalah nyata yang Anda hadapi. Ini dikarenakan Anda tidak mendedikasikan waktu yang diperlukan untuk mencoba mengatasinya.
Baca juga: Langkah Menggunakan Emotion Wheel Untuk Mengenal Diri Sendiri
2. Escapism atau Pelarian Diri

Penyebab utama yang kedua dari maladaptive daydreaming ialah percobaan untuk melarikan diri dari sesuatu yang terjadi -dan mungkin tidak nyaman di dunia nyata. Berbeda dengan perilaku penghindaran yang cenderung melibatkan upaya untuk menghindari sesuatu yang dapat diperbaiki. Sementara pelarian lebih menghindari untuk sesuatu yang tidak dapat diperbaiki.
Seperti contoh ketika Anda mengalami kegagalan pada faktor-faktor yang tidak bisa Anda kendalikan. Anda tentu menjadi tidak memiliki cara lain selain menerimanya, namun tentu mengalami kegagalan membuat Anda terpuruk. Sehingga Anda memilih untuk menjadikan maladaptive daydreaming sebagai pelarian diri.
Ketika melarikan diri melalui maladaptive daydreaming, Anda akan terus menerus berpikir tentang kegagalan Anda. Sehingga Anda mundur ke dalam lamunan maladaptif abstrak yang sepenuhnya telah terpisah dari kehidupan nyata Anda.
Hal ini mungkin dapat memberikan Anda sedikit kelonggaran mental untuk tidak memikirkan kegagalan yang Anda alami. Namun, dengan melarikan diri ke dalam lamunannya begitu lama setiap hari, hal ini secara aktif mengganggu pekerjaan Anda lainnya yang perlu untuk diselesaikan.
3. Kebosanan

Penyebab di balik maladaptive daydreaming pada beberapa orang tidak ada hubungannya dengan menghindari atau melarikan diri dari hal-hal yang membuat stres yang terjadi dalam kehidupan nyata mereka. Ini bisa terjadi melainkan karena tidak ada sesuatu yang terlalu menarik yang terjadi dalam kehidupan nyata mereka.
Ini adalah penyebab umum dari lamunan maladaptif di antara orang-orang yang sangat kreatif dan tertutup. Mereka merancang maladaptive daydreaming yang begitu menghibur diri mereka sendiri sehingga mereka (secara sadar atau tidak sadar) terlibat di dalamnya sehingga tidak melakukan apa pun di dunia “nyata”.
Selain itu, banyak orang yang melakukan maladaptive daydreaming karena kebosanan menganggapnya sebagai konsekuensi dari kurangnya hal-hal menarik yang terjadi dalam kehidupan nyata mereka. Namun, yang sering terjadi pada orang-orang ini adalah suatu hari mereka menjadi sangat tertekan dengan kondisi kehidupan “nyata” mereka dan kemudian sangat ingin berubah. Tetapi pada saat seseorang telah terlibat dalam lamunan maladaptif selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, lamunan itu bisa jadi sulit untuk dihilangkan karena begitu memikat.
4. Kesendirian

Sementara kebosanan adalah penyebab umum dari lamunan maladaptif di antara mereka yang kreatif dan introvert, kesepian adalah penyebab umum di antara mereka yang kreatif dan ekstrovert. Bagi orang-orang ini, kurangnya hubungan interpersonal yang bermakna di dunia nyata membuat mereka melamun tentang hubungan interpersonal sebagai penggantinya.
Tentu saja tidak ada yang salah dengan hal ini jika dilakukan secara moderat. Memainkan dinamika interpersonal yang berbeda saat melamun adalah sesuatu yang dilakukan semua orang dan membantu kita memainkan skenario dalam pikiran kita yang dapat terjadi di dunia nyata. Jadi, dengan cara itu, melakukan lamunan semacam ini sangat adaptif.
Namun, masalahnya adalah ketika orang-orang yang kreatif dan ekstrovert ini mulai terlibat dalam lamunan yang begitu memikat dan mengasyikkan sehingga tidak hanya menghabiskan waktu berjam-jam dalam sehari, tapi juga menyebabkan mereka mulai tidak lagi mencoba membangun hubungan di dunia nyata, dan lebih memilih untuk tetap berada di dalam pikirannya sendiri. Padahal mereka bisa sepenuhnya mengontrol bagaimana interaksi berlangsung.
5. Perubahan Hidup yang Besar

Penyebab utama terakhir dari maladaptive daydreaming adalah kegagalan dalam menangani perubahan besar dalam hidup yang sering kali hal ini menyebabkan sedikit krisis identitas. Sebagai contoh, mereka yang mengaitkan identitas mereka dengan pekerjaan atau bidang studi mereka, tetapi kemudian tiba-tiba dipaksa untuk melakukan perubahan radikal, sering kali merasa bahwa ketidaksinambungan antara persepsi diri dan realitas mereka terlalu sulit untuk diterima.
Akibatnya, mereka mundur ke dalam lamunan yang berlebihan yang kemudian dapat berubah menjadi lamunan maladaptif, alih-alih mencoba menjembatani kesenjangan antara cara mereka dulu memikirkan diri mereka sendiri, dan siapa mereka sekarang.
Mengubah persepsi Anda tentang diri Anda secara radikal bisa memakan waktu bertahun-tahun dan bisa sangat menyakitkan, tergantung pada apa yang mendorong Anda untuk berubah. Jadi, lamunan maladaptif dapat bertindak sebagai cara untuk menghindari keharusan untuk memikirkan diskontinuitas yang ada atau kebutuhan untuk menciptakan persepsi baru yang lebih kohesif tentang diri Anda.
Namun, alasan mengapa lamunan maladaptif sangat merusak adalah karena lamunan tersebut menyebabkan kita menunda melakukan apa yang perlu kita lakukan. Apakah itu memperbaiki hal-hal dalam kehidupan nyata kita atau menghadapi kenyataan hidup yang sulit dan mungkin tidak dapat diperbaiki. Namun, kita tidak bisa menunda selamanya dan sering kali semakin sering kita menunda, semakin menyakitkan pada akhirnya.
Baca juga: Kesepian Bisa Terasa Menyakitkan, Mengapa Demikian?
Sumber:
Top 5 Causes of Maladaptive Daydreaming. (2022, November 8). Stop Maladaptive Daydreaming. https://maladaptivedaydreaming.org/blogs/md/causes-of-maladaptive-daydreaming
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



