Semua artikel
Psikotes

Langkah-Langkah Mengetahui Kepribadian Diri Melalui Tes MBTI

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia6 menit baca

Deeptalk.co.id – Untuk mengetahui apa kepribadian yang Anda miliki, Anda bisa mengikuti psikotes seperti MBTI. Metode tes kepribadian ini menjadi salah satu instrumen psikologi yang paling banyak dan populer di dunia. Dalam penggunaannya, pada artikel kali ini kami akan menjelaskan apa itu MBTI beserta bagaimana tes ini dapat menjelaskan dan mengetahui kepribadian Anda.

Indikator Tipe Kepribadian Myers-Briggs atau dikenal juga dengan MBTI merupakan inventori laporan diri yang dirancang untuk mengidentifikasi tipe kepribadian, kekuatan dan preferensi seseorang. Kuesioner untuk mengetahui kepribadian dengan metode MBTI ini dikembangkan oleh Isabel Myers dan Katherine Briggs berdasarkan karya mereka dengan teori tipe kepribadian milik Carl Jung.

Secara umum, tes MBTI ini didasarkan pada jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam inventori. Lalu seseorang dapat diidentifikasi memiliki salah satu dari 16 tipe kepribadian. Tujuan dari tes MBTI selain untuk mengetahui kepribadian Anda, ini juga memungkinkan Anda sebagai responden untuk mengeksplorasi lebih jauh dan memahami kepribadian Anda sendiri. Ini bisa termasuk kesukaan, ketidaksukaan, kekuatan, kelemahan, kemungkinan pilihan karir hingga kecocokan dengan orang lain.

Perlu diketahui juga bahwa tidak ada satu tipe kepribadian yang “paling baik” atau “lebih baik” dari yang lain. Tes ini bukanlah alat yang dirancang untuk mencari disfungsi atau kelainan. Sebaliknya, tujuannya adalah untuk membantu Anda belajar lebih banyak tentang diri Anda sendiri.

Kuesioner itu sendiri terdiri dari empat skala yang berbeda, yakni Ekstraversi (E) dan Introversi (I); Penginderaan (S) dan Intuisi (N); Berpikir (T) dan Merasa (F); serta Menilai (J) dan Mempersepsi (P).

Menemukan Tipe Anda Melalui Dikotomi

1. Tentukan apakah Anda seorang introvert atau ekstrovert.

Preferensi ini tidak terlalu berkaitan dengan bagaimana Anda bersosialisasi (yang sering dikaitkan dengan istilah-istilah ini), tetapi lebih berkaitan dengan kecenderungan Anda untuk bertindak. Seperti ketika memecahkan masalah, apakah Anda melihat ke dalam diri Anda terlebih dahulu untuk menyelesaikan masalah atau ke luar?

Orang ekstrovert menganggap aktivitas sosial memberikan energi. Mereka cenderung senang bersosialisasi dalam kelompok dan menikmati kegembiraan dalam pesta. Meskipun mereka dapat menikmati waktu sendirian, terlalu banyak waktu di lingkungan yang tenang dapat membuat mereka bosan.

Sedangkan introvert menganggap waktu yang tenang dapat memberikan energi. Meskipun mereka dapat menikmati bersosialisasi (bahkan dalam kelompok), menghabiskan waktu sendirian atau empat mata dengan seseorang yang spesial dapat membantu mereka mengisi ulang energi. Mereka lebih menyukai lingkungan yang tenang dan damai.

Baca juga: Psikosis, Ketika Kesulitan Membedakan Hal yang Nyata dan Imajinatif

2. Pikirkan tentang bagaimana Anda mengumpulkan informasi.

Untuk mengetahui bagaimana Anda mengumpulkan informasi, tanyakan pada diri sendiri apakah Anda melakukannya melalui penginderaan atau intuisi? Jika diibaratkan, sensor penginderaan menganalisis pepohonan, sedangkan intuitif akan mengamati hutan. Sensor penginderaan lebih mementingkan pertanyaan “apa” sedangkan intuitif akan menanyakan tentang “mengapa”.

Selain itu, sensor penginderaan lebih menyukai detail dan fakta yang konkret. Fokus mereka adalah pada fakta-fakta saat ini. Mereka lebih cenderung mengatakan “Saya tidak akan mempercayainya sampai saya melihatnya.” Selain itu mereka cenderung tidak mempercayai firasat atau tebakan jika tidak berakar pada logika, observasi, atau fakta. Mereka juga lebih baik dalam hal detail. Mereka juga sangat sadar akan kebutuhan mereka sendiri.

Lalu intuitif sendiri lebih menikmati ide dan teori yang abstrak. Mereka cenderung memiliki imajinasi yang lebih aktif dan suka memikirkan kemungkinan-kemungkinan di masa depan. Pikiran mereka berkisar pada pola, koneksi, dan kilasan wawasan. Mereka mungkin cenderung melamun dan pelupa dalam hal detail-detail praktis (seperti mengingat untuk makan siang saat sedang fokus pada sebuah proyek).

3. Lihatlah bagaimana Anda membuat keputusan.

Setelah Anda tahu bagaimana Anda mengumpulkan informasi, baik melalui penginderaan maupun perasaan, lalu tanyakan juga bagaimana Anda mengambil keputusan? Hal ini cenderung dikelompokkan menjadi “perasaan” (memprioritaskan emosi dan kesejahteraan orang lain) dan “pemikiran” (memprioritaskan logika dan kepraktisan).

Tipe perasa atau feeling mencoba melihat masalah dari sudut pandang setiap orang yang terlibat dalam upaya menemukan solusi yang paling seimbang dan harmonis (misalnya, mencapai konsensus). Juga konflik bisa sangat menegangkan bagi mereka. Berbeda dengan tipe pemikir yang cenderung mencari solusi yang paling logis dan konsisten, mungkin mengukurnya dengan seperangkat aturan atau asumsi.

Perlu diingat bahwa kedua tipe ini bisa seimbang dan masuk akal. Tipe perasa dapat memahami logika dan tipe pemikir dapat memasukkan perasaan orang lain ke dalam logika mereka. Orang dengan kedua tipe ini dapat mengalami emosi yang kuat dan membuat keputusan yang tidak bijaksana. Sehingga kedua tipe ini sangat berharga.

4. Pikirkan tentang bagaimana Anda berhubungan dengan dunia luar.

Ketika berhubungan dengan lingkungan sosial Anda, apakah Anda cenderung menyampaikan penilaian atau persepsi kepada orang lain? Anda mungkin termasuk tipe menghakimi yang cenderung berorientasi pada keputusan dan terorganisir. Mereka dengan tipe menghakimi suka mencari resolusi dan senang menjelaskan alasannya. Mereka cenderung menjadi perencana yang membuat daftar tugas dan senang menyelesaikan sesuatu sebelum tenggat waktu.

Namun untuk tipe persepsi lebih ragu-ragu dalam mengambil keputusan, lebih suka membiarkan segala sesuatunya terbuka dan terus melakukan pengamatan. Mereka lambat dalam membuat pilihan, terutama ketika ada hal-hal yang tampaknya penting. Tak hanya itu, mereka juga lebih suka menyimpan segala sesuatunya “di dalam hati” untuk berjaga-jaga jika mereka menemukan alasan untuk melakukan perubahan. Mereka mungkin mencampur pekerjaan dan bermain dan lebih cenderung berjuang dengan penundaan.

5. Gunakan empat dikotomi (huruf) untuk menentukan akronim kepribadian Anda.

Ini adalah kombinasi dari empat huruf, seperti INTJ atau ENFP. Huruf pertama adalah I (untuk introvert) atau E (untuk ekstrovert). Lalu huruf kedua adalah S (untuk penginderaan) atau N (untuk intuitif). Sedangkan huruf ketiga adalah T (untuk berpikir) atau F (untuk merasa). Dan yang terakhir huruf keempat adalah J (untuk menilai) atau P (untuk memahami).

Itulah beberapa langkah dalam mengetahui kepribadian Anda dengan menggunakan psikotes metode MBTI. Anda mungkin harus lebih seksama sembari memperhatikan sosok diri Anda secara mendalam.

Namun jika dirasa kesulitan, Anda juga bisa mengikuti tes MBTI secara online yang sudah banyak tersedia di internet. Ini jauh lebih mudah dengan Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah tersedia, kemudian Anda akan mendapatkan hasil tipe kepribadian Anda.

Baca juga: Apa Perbedaan Antara IQ dan EQ?

 

Sumber:

Cherry, K. (2022, July 28). How the Myers-Briggs Type Indicator Works. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-myers-briggs-type-indicator-2795583

W. (2022, August 1). How to Determine Your Myers Briggs Personality Type: 13 Steps. wikiHow. https://www.wikihow.com/Determine-Your-Myers-Briggs-Personality-Type

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait