Deeptalk.co.id – Bulan ramadhan merupakan bulan yang paling dinanti-nanti bagi umat muslim. Pasalnya, bulan tersebut merupakan bulan yang penuh rahmat. Para umat muslim akan menjalani puasa selama satu bulan.
Walaupun perlu menahan lapar dan haus, ternyata puasa justru mendatangkan banyak sekali manfaat. Manfaat yang sudah pasti dicari oleh umat muslim adalah pahala dan kenikmatan dalam menjalaninya. Selain itu, puasa juga dapat menjaga kesehatan fisik dan juga mental.
Orang-orang akan makan di waktu subuh dan waktu magrib atau saat terbenamnya matahari. Di sela-sela waktu itu, mereka akan berhenti makan dan minum. Mereka akan menahan rasa lapar, haus, dan nafsunya.
Di awal puasa, seseorang tentu akan merasa lemas dan kehilangan energi. Pasalnya, makanan memang merupakan sumber energi. Ditambah lagi kebiasaan makan yang diubah secara drastis tentu membutuhkan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi.
Meski demikian setelah tubuh beradaptasi dengan puasa, akan sangat banyak manfaat yang didapatkan baik secara fisik dan juga mental. Berikut beberapa manfaat berpuasa terhadap kesehatan mental:
Meningkatkan Perasaan Bahagia
Euforia puasa akan membuat orang-orang menjadi bahagia. Semangat menjalani bulan ramadhan akan meningkat dalam diri setiap umat muslim. Hal ini tentu mendatangkan perasaan bahagia. Terlebih lagi, setelah puasa umat muslim akan merayakan hari Lebaran yang merupakan hari kemenangan bagi mereka.
Bagi mereka yang berhasil melaksanakan puasa penuh selama 30 hari, tentu akan merasakan kebahagiaan tersendiri. Selain itu, adanya kemungkinan untuk berkumpul dengan keluarga akan membuat setiap orang merasa lebih bahagia.
Mengurangi Resiko Stress

Seorang Psikiater bernama dr Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ menyatakan bahwa, puasa dapat membantu dalam mengurangi resiko stress seseorang. Saat berpuasa, seseorang memiliki jadwal yang lebih teratur. Hal ini tentu akan mempengaruhi kebiasaan dan menjadikan diri sebagai pribadi yang lebih teratur juga.
Saat berpuasa, umumnya seseorang akan mengurangi jumlah konsumsi karbohidrat dan lemak yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir. Kemampuan berpikir yang baik akan membuat seseorang memiliki emosi yang stabil, dan dapat memilah mana yang baik dan benar dalam kehidupannya.
Meningkatkan Kemampuan Memori
Uniknya, puasa ternyata dapat meningkatkan kemampuan memori seseorang. Walaupun tidak dirasakan dalam waktu singkat, namun setelah menjalani puasa beberapa hari diyakini bahwa kemampuan memori seseorang akan meningkat.
Saat berpuasa, energi yang biasanya digunakan untuk mencerna makanan, akan digunakan oleh otak untuk mengelolah informasi. Hal ini akan meningkatkan fungsi otak secara keseluruhan. Dengan demikian, kemampuan memori juga meningkat.
Selain itu, saat berpuasa aliran darah yang mengalir ke otak juga lebih bersih. Hasilnya, kita akan memiliki pikiran yang lebih jernih, memori yang baik, dan meningkatan ketajaman indra. Hal ini sangat baik untuk tubuh tentunya.
Melatih Kontrol Diri
Berpuasa tidak hanya melatih seseorang dalam menahan lapar dan haus, namun juga menahan segala hawa nafsu seperti amarah. Orang yang sedang berpuasa akan menjaga emosi, tutur kata, dan cara mereka bertindak.
Jika berlangsung dalam waktu lama, hal ini akan menjadi sebuah kebiasaan yang baik. Dengan demikian, orang yang menjalani puasa dapat belajar untuk meningkatkan kontrol diri mereka.
Baca juga: Tips Sehat Secara Mental
Meningkatkan Rasa Empati

Saat berpuasa seseorang akan merasakan lapar dan haus. Dengan demikian, puasa akan membuat seseorang memahami bagaimana perasaan mereka yang tidak mampu untuk membeli makanan. Sehingga rasa empati akan meningkat.
Meningkatnya rasa empati seseorang akan menciptakan dunia yang lebih baik lagi. Pasalnya, perasaan empati akan membuat seseorang akan saling membantu satu sama lain. Hal ini tentu akan baik bagi kesehatan mental juga.
Menurunkan Resiko Depresi
Cukup banyak penelitian yang menyatakan bahwa dengan berpuasa seseorang akan mengalami penurunan resiko depresi. Puasa dapat memicu protein pada otak yang bernama brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Protein ini dapat membantu menurunkan resiko depresi.
Selain beresiko mengalami depresi, seseorang yang kekurangan protein brain-derived neurotrophic factor juga beresiko mengalami berbagai gangguan mental lainnya, seperti gangguan bipolar, gangguan kecemasan, serta gangguan makan.
Mengurangi Resiko Alzheimer
Alzheimer merupakan gangguan pada otak yang mengakibatkan menurunkan kemampuan berpikir dan berbicara, juga perubahan perilaku. Umumnya alzheimer dialami oleh orang tua, namun tidak menuntut kemungkinan hal ini terjadi pada anak muda.
Dengan berpuasa, tubuh akan membersihkan sel-sel rusak yang dapat meningkatkan resiko alzheimer. Setelah sel-sel tersebut dibersihkan, tubuh akan memproduksi sel baru yang tentunya lebih sehat bagi tubuh.
Selain itu, sudah dituliskan di atas bahwa puasa dapat meningkatkan kinerja otak. Hal ini tentu akan baik untuk mengurangi resiko alzheimer.
Setelah mengetahui manfaat puasa di atas, tentu kamu akan menjadi lebih semangat lagi dalam menjalani puasa. Tidak ada salahnya untuk menahan lapar dan haus selama lebih dari 10 jam jika itu mendatangkan banyak sekali manfaat. Selamat berpuasa, dan semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Ini Dia Waktu yang Tepat untuk Konsultasi Dengan Psikolog



