Semua artikel
Gangguan Makan

Hampir Mirip. Ini Dia Perbedaan Anoreksia dan Bulimia

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Kamu mungkin pernah mendengar istilah anoreksia nervosa dan bulimia nervosa. Keduanya merupakan gangguan mental yang masuk dalam bagian gangguan makan atau eating disorder. Kedua gangguan makan ini memiliki karakteristik yang hampir serupa. Hal ini membuat banyak orang yang beranggapan bahwa keduanya adalah satu gangguan yang sama. Sayangnya tidak seperti itu.

Baik anoreksia nervosa maupun bulimia nervosa, keduanya sama-sama tidak menginginkan kenaikan berat badan. Bahkan keduanya memiliki bentuk tubuh yang terbilang kurus dan cenderung memiliki berat badan dibawah rata-rata. Hal ini membuat beberapa orang menyalah artikan bahwa kondisi bulimia nervosa adalah anoreksia nervosa, atau sebaliknya.

Untuk mengetahui secara pasti mengenai kondisi mental yang kamu alami, paling benar adalah dengan melakukan konsultasi bersama Psikolog atau Psikiater. Melakukan self diagnosis hanya akan menambah beban pikiran dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan mental mu.

Untuk dapat memahami perbedaan antara anoreksia nervosa dan bulimia nervosa, artikel ini akan secara khusus membahas hal tersebut. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak bisa dijadikan rujukan untuk melakukan self diagnosis. Seperti yang sudah diungkapkan di atas, sebaiknya kamu melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mengetahui kondisi mental mu sebenarnya.

Perbedaan Pengertian Anoreksia Nervosa dan Bulimia Nervosa

Jika dilihat dari kesamaannya, anoreksia nervosa dan bulimia nervosa merupakan sama-sama gangguan makan atau eating disorder. Namun, dari segi pengertian sendiri, keduanya memiliki pengertian yang berbeda-beda.

Anoreksia nervosa merupakan gangguan makan yang ditandai dengan kecenderungan untuk mengurangi porsi makanannya karena didasari oleh rasa takut akan kelebihan berat badan. Seseorang dengan anoreksia nervosa bahkan tetap akan membatasi makan mereka walau berat badannya sudah di bawah rata-rata. Mereka akan membatasi makan dengan diet yang sangat ketat, tidak peduli walaupun itu membuat mereka sangat merasa kelaparan.

Sedangkan bulimia nervosa merupakan gangguan makan yang ditandai dengan perilaku makan berlebih atau yang dikenal dengan b0069nge eating dan lalu adanya upaya untuk mengeluarkan kembali makanan tersebut secara paksa. Upaya yang dilakukan untuk mengeluarkan makananpun cukup beragam, ada yang memaksa untuk memuntahkannya, mengonsumsi obat pencahar, diet ketat, hingga olahraga secara berlebihan.

Walaupun keduanya merupakan dua gangguan yang berbeda, namun tidak menuntut kemungkinan seseorang yang mengalami anoreksia nervosa juga mengalami bulimia nervosa. Untuk terhindar dari kenaikan berat badan, beberapa penderita anoreksia nervosa juga memuntahkan makanannya secara paksa. Dengan demikian, kebiasaan ini bisa saja berkembang menjadi bulimia nervosa.

Baca juga : Ketahui Bahaya Binge Eating Disorder

Perbedaan Gejala Anoreksia Nervosa dan Bulimia Nervosa

Walaupun kedua gangguan ini memang merupakan bagian dari gangguan makan. Namun, selain dilihat dari pengertian yang berbeda, anoreksia nervosa dan bulimia nervosa juga menunjukkan gejala yang berbeda satu sama lain.

Penderita anoreksia nervosa menjadi lebih hiperaktif dan cenderung melakukan olahraga secara berlebih, hal ini dilakukan tentu untuk menurunkan berat badan yang dimiliki. Selain itu, karena mendapatkan sedikit nutrisi, penderita anoreksia nervosa justru mengalami kerontokkan rambut, denyut nadi rendah, serta menjadi sensitif terhadap dingin. Saat berhadapan dengan makanan, penderita anoreksia nervosa cenderung menjadi gugup dan berupaya untuk memotong makanan menjadi bagian-bagian kecil. Mereka juga cenderung mengisolasi diri dan menjadi perfeksionis terutama kepada dirinya sendiri.

Gejala tersebut cukup berbeda dengan yang ditunjukkan oleh penderita bulimia nervosa, dimana mereka justru tidak mampu untuk berhenti makan dan lalu berupaya untuk mengeluarkan makanan itu kembali. Kebiasaan memuntahkan makanan ini juga membuat mereka mengalami masalah pada gigi dan mulut. Penderita bulimia nervosa juga mengalami kenaikan dan penurunan berat badan yang drastis diikuti dengan kebiasaan makan berlebih, lalu puasa atau diet yang sangat ketat.

Perbedaan Kompilasi Anoreksia Nervosa dan Bulimia Nervosa

Perbedaan lain yang bisa didapatkan dari gangguan anoreksia nervosa dengan bulimia nervosa bisa dilihat dari komplikasi gangguan tersebut. Dimana pada penderita anoreksia nervosa dapat mengalami komplikasi berupa gangguan hati, batu empedu, osteoporosis, dehidrasi, gangguan ginjal, anemia, hingga gangguan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan lainnya.

Sedangkan komplikasi yang dialami penderita bulimia nervosa bisa mengalami gangguan pencernaan serta masalah pada kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, baik gangguan anoreksia nervosa maupun bulimia nervosa, keduanya beresiko mengalami ketidak seimbangan elektrolit, penyakit jantung, stress, bahkan kematian.

Seperti itulah penjelasan mengenai perbedaan gangguan anoreksia nervosa dengan bulimia nervosa. Walaupun telah mengetahui perbedaan dari keduanya, tetap saja untuk memastikan kondisi mental seseorang harus melalui diagnosis yang berikan oleh Psikolog ataupun Psikiater. Hal ini dikarenakan perbedaan keduanya tampak tipis dan untuk mengantisipasi kesalahan diagnosis yang bisa jadi berdampak fatal pada kondisi kesehatan penderita.

Untuk itu, jangan ragu memeriksakan kondisi mental kepada Psikolog ataupun Psikiater. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Kenali Dampak dan Cara Mengatasi Good Girl Syndrome

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Hampir Mirip. Ini Dia Perbedaan Anoreksia dan Bulimia — DeepTalk