Deeptalk.co.id – Gangguan makan atau eating disorder merupakan salah satu jenis gangguan mental yang ditandai dengan perilaku atau kebiasaan makan yang tidak sehat. Seperti yang kita ketahui, makanan merupakan salah satu sumber energi dan protein bagi tubuh. Dengan demikian, adanya gangguan makan akan sangat mempengaruhi kondisi dan kesehatan fisik penderitanya. Maka dari itu, gangguan yang satu ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Sayangnya, kemudahan informasi yang kita rasakan saat ini justru sering kali menyebarkan mitos-mitos yang tidak benar. Salah pembahasan yang juga banyak mengandung mitos adalah terkait gangguan mental, dan secara khusus gangguan makan.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas beberapa mitos terkait gangguan makan. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Berikut beberapa mitos tentang gangguan makan:
Penderita Gangguan Makan Akan Terlihat Dari Bentuk Fisiknya

Mitos pertama tentang gangguan makan adalah para penderita gangguan makan akan terlihat dari bentuk fisiknya. Memang benar bahwa beberapa penderita gangguan makan akan sangat tampak jelas dari kondisi fisiknya. Misalnya pada penderita binge eating disorder yang memiliki kebiasaan makan berlebih dan akan tampak kelebihan berat badan.
Namun perlu diketahui bahwa orang dengan bentuk tubuh ideal belum tentu tidak mengalami gangguan makan. Misalnya pada penderita bulimia nervosa yang tetap makan dalam porsi besar, namun memuntahkan kembali demi tetap memiliki bentuk tubuh yang ideal. Selain itu, gangguan makan seperti gangguan makan pica yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung nilai gizi, juga umumnya tidak nampak dari bentuk fisiknya.
Dari pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa tidak semua penderita gangguan makan akan langsung terlihat dari bentuk fisiknya.
Gangguan Makan Hanya Menyerang Wanita dan Remaja

Mitos kedua tentang gangguan makan adalah kondisi gangguan makan hanya dialami oleh wanita dan remaja. Memang benar bahwa usia remaja adalah usia dimana seseorang mulai memperhatikan penampilannya, terutama para wanita. Hal inilah yang membuat banyak wanita-wanita remaja melakukan diet ekstrim hingga masuk dalam kategori anoreksia nervosa. Meski demikian, gangguan makan bahkan bisa dialami oleh siapa saja, tanpa mengenal jenis kelamin, maupun usia seseorang.
Walaupun kasus gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa sering menimpa wanita dan remaja. Namun beberapa pria juga mengalami kondisi tersebut. Selain itu, gangguan makan pica juga umumnya dialami oleh anak-anak. Disisi lain, binge eating disorder justru bisa saja dialami oleh orang dewasa karena dipicu oleh tingkat stress yang tinggi.
Dari pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa gangguan makan bisa dialami oleh siapa saja, dengan jenis kelamin apa saja, usia berapapun, dan juga strata sosial yang cukup beragam.
Baca juga: 16 Tipe Kepribadian Berdasarkan Tes MBTI
Gangguan Makan Bukan Kondisi yang Berbahaya

Mitos ketiga tentang gangguan makan adalah kondisi gangguan makan yang dianggap tidak berbahaya. Sayangnya, gangguan makan memang seringkali dipandang sebelah mata. Padahal, gangguan mental yang satu ini sangat memiliki ikatan yang erat dengan kondisi kesehatan fisik seseorang.
Pada penderita binge eating disorder yang mampu memicu obesitas, diabetes, serangan jantung, dan berbagai masalah kesehatan fisik serius lainnya. Sedangkan pada penderita anoreksia nervosa dan bulimia nervosa yang mampu merusak sistem pencernaan, kenaikan asam lambung, kerusakan gigi dan mulut, dan masih banyak lagi.
Makanan merupakan sumber energi, namun juga bisa sangat berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Maka dari itu, gangguan makan tentu merupakan kondisi yang sangat serius. Selain dapat memicu berbagai masalah kesehatan fisik, gangguan makan juga bisa berkomplikasi dengan berbagai masalah kesehatan mental, seperti penurunan rasa percaya diri, stress, depresi, gangguan kecemasan, dan masih banyak lagi.
Dari pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa gangguan makan sama halnya dengan jenis gangguan mental lainnya yang perlu diwaspadai keberadaannya. Dengan demikian, setiap penderita gangguan makan sangat penting untuk mendapatkan pertolongan dari para profesional.
Itu dia beberapa mitos yang beredar di masyarakat tentang gangguan makan. Perlu diperhatikan bahwa kemudahan informasi memang memudahkan kita untuk mengakses segala jenis pengetahuan. Namun untuk banyak kasus, kita tidak bisa begitu saja mempercayai apa yang disajikan di internet. Dibutuhkan proses berpikir yang panjang untuk dapat mengambil keputusan dari informasi yang didapatkan di internet.
Untuk informasi lebih akurat terkait kesehatan mental, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan psikolog atau psikiater. Tidak perlu menunggu mengalami gangguan mental tertentu untuk dapat berkonsultasi dengan mereka. Jika kamu mengalami sedikit masalah terkait kesehatan mental, maka berkonsultasi dengan para ahli merupakan langkah yang paling bijak. Selain itu, hindari untuk menyebarkan informasi yang tidak jelas kebenarannya.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mengenal Tes Kepribadian MBTI
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



