Deeptalk.co.id – Kesurupan adalah fenomena yang sering dikaitkan dengan hal-hal mistis, seperti kemasukan setan, roh, dewa, atau makhluk gaib lainnya. Orang yang mengalami kesurupan biasanya menunjukkan perilaku yang aneh, tidak wajar, dan di luar kendali dirinya. Namun, apakah kesurupan benar-benar disebabkan oleh faktor supranatural? Bagaimana ilmu psikologi memandang dan menjelaskan fenomena ini?
Dalam ilmu psikologi, kesurupan disebut sebagai “trance and possession disorder”, yaitu gangguan kesadaran yang ditandai dengan hilangnya identitas pribadi dan kesadaran penuh terhadap lingkungan sekitarnya. Orang yang mengalami gangguan ini merasa bahwa tubuh dan pikirannya dikendalikan oleh suatu entitas pengganti, seperti arwah, dewa, setan, hewan, atau objek tak bergerak. Gangguan ini dapat terjadi secara disengaja atau tidak disengaja, dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti budaya, agama, stres, trauma, atau kondisi mental lainnya.
Jenis-Jenis Kesurupan

Ada empat jenis kesurupan yang dapat dibedakan berdasarkan afiliasinya, yaitu:
Kesurupan Relijius
Kesurupan yang berkaitan dengan praktik agama atau kepercayaan tertentu. Contohnya adalah glossolalia dalam agama Kristen-Karismatik, yaitu kemampuan untuk berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh manusia. Hal ini dipercayai bahwa individu yang kesurupan sedang diilhami oleh Roh Kudus.
Kesurupan Budaya
Kesurupan yang berkaitan dengan nilai-nilai kebudayaan dalam pelaksanaannya. Contohnya adalah tarian kuda lumping, kecak, seblang, sintren, dan lain-lain. Biasanya kesurupan ini disebabkan setelah adanya musik dan gerakan atau tarian tertentu.
Kesurupan Kuratif
Kesurupan yang bertujuan untuk menyembuhkan suatu penyakit dengan cara memasukkan roh ke dalam tubuh.
Kesurupan Patologis
Kesurupan yang disebabkan oleh faktor psikologis diri sendiri. Biasanya terjadi pada orang-orang yang mengalami stres, kesedihan, kekecewaan, trauma masa lalu, atau masalah-masalah tertentu.
Dari keempat jenis kesurupan tersebut, jenis yang paling sering diteliti dan dibahas dalam ilmu psikologi adalah kesurupan patologis. Hal ini karena jenis ini menunjukkan adanya gangguan mental yang dapat dijelaskan secara ilmiah dan tidak berkaitan langsung dengan makhluk gaib. Kesurupan patologis dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk dari “dissociative identity disorder” (DID) atau gangguan identitas disosiatif. DID adalah gangguan mental yang ditandai dengan adanya dua atau lebih kepribadian yang berbeda dalam satu individu.
Kepribadian-kepribadian ini dapat saling bergantian mengambil alih kontrol tubuh dan pikiran individu tersebut. DID biasanya terbentuk sebagai mekanisme pertahanan diri terhadap pengalaman traumatik yang dialami individu tersebut di masa lalu.
Baca juga: Menghadapi Stigma dan Diskriminasi dengan Resiliensi
Fenomena Kesurupan Dalam Konteks Budaya Indonesia

Dalam konteks Indonesia, fenomena kesurupan patologis sering terjadi pada orang-orang yang memiliki kepribadian yang tertutup dan tidak mampu mengekspresikan emosi atau perasaan mereka dengan baik. Emosi atau perasaan yang dipendam dan disimpan di alam bawah sadar otak manusia ini kemudian muncul pada saat-saat tertentu yang dirasa sebagai “batas kesabaran” individu tersebut. Pada saat itu, individu tersebut dapat mengalami kesurupan patologis sebagai cara untuk melampiaskan emosi atau perasaan yang terpendam tersebut. Kesurupan patologis juga dapat dipicu oleh faktor lingkungan, seperti tekanan sosial, konflik interpersonal, atau kepercayaan budaya.
Kesurupan patologis dapat menimbulkan dampak negatif bagi individu yang mengalaminya maupun orang-orang di sekitarnya. Individu yang mengalami kesurupan patologis dapat mengalami gangguan fungsi kognitif, emosional, sosial, dan fisik. Orang-orang di sekitarnya juga dapat merasa takut, khawatir, bingung, atau marah karena perilaku individu yang kesurupan. Oleh karena itu, kesurupan patologis perlu ditangani dengan cara yang tepat dan profesional.
Salah satu cara untuk mengatasi kesurupan patologis adalah dengan melakukan psikoterapi. Psikoterapi adalah proses interaksi antara klien dan terapis yang bertujuan untuk membantu klien mengatasi masalah psikologis yang dialaminya. Psikoterapi dapat membantu individu yang mengalami kesurupan patologis untuk mengenali dan mengintegrasikan kepribadian-kepribadian yang ada dalam dirinya. Psikoterapi juga dapat membantu individu tersebut untuk mengungkapkan dan mengolah pengalaman traumatik yang menjadi penyebab dari gangguannya.
Selain itu, psikoterapi dapat membantu individu tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan psikologisnya dan keterampilan hidupnya.
Selain psikoterapi, cara lain untuk mengatasi kesurupan patologis adalah dengan menggunakan obat-obatan. Obat-obatan dapat digunakan untuk meredakan gejala-gejala yang menyertai kesurupan patologis, seperti kecemasan, depresi, halusinasi, atau gangguan tidur. Obat-obatan ini harus diresepkan oleh dokter spesialis jiwa dan dikonsumsi sesuai dengan dosis dan aturan yang ditentukan. Obat-obatan ini juga harus dikombinasikan dengan psikoterapi agar hasilnya lebih optimal.
Kesurupan patologis merupakan fenomena yang kompleks dan multidimensi. Fenomena ini tidak dapat dipahami hanya dari satu sudut pandang saja, melainkan memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan aspek biologis, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual. Dengan demikian, fenomena ini dapat dijelaskan secara ilmiah dan rasional tanpa mengabaikan nilai-nilai kepercayaan atau keyakinan yang dimiliki oleh individu atau masyarakat. Fenomena ini juga dapat diatasi dengan cara-cara yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi individu yang mengalaminya.
Baca juga: Cara Meningkatkan Resiliensi Diri dengan Terapi Seni
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



