Semua artikel
Bullying

Bijaklah Dalam Bersosial Media! Ini Dia Bahaya Cyberbullying Bagi Kesehatan Mental

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Sosial media sudah bagaikan makanan sehari-hari. Pasalnya, sosial media bukan hanya sekedar penghubung antara satu orang dengan orang lainnya lagi. Melainkan, sosial media sudah bagaikan suatu keharusan untuk dijelajah pada zaman modern ini. Rasanya seperti ada yang kurang jika sehari tidak mengecek sosial media.

Sosial media memang diakses oleh berbagai usia, namun remaja dan usia dewasa awal merupakan populasi terbanyak dan teraktif di sosial media.

Banyak hal yang bisa ditemukan melalui sosial media, mulai dari berita nasional hingga internasional akan dengan mudah diakses. Remaja yang mengidolaakan idola mereka juga akan dengan mudah mengetahui aktivitas sehari-hari idolanya. Tidak jarang sosial media juga menjadi media ekspresif bagi para remaja.

Jika digunakan secara positif, sosial media akan sangat bermanfaat bagi penggunanya. Sayangnya, beberapa orang justru menyalahgunakan sosial media. Mulai dari penyebaran konten-konten sensitif, sehingga melakukan cyberbullying. Hal-hal semacam ini cukup meresahkan, terlebih lagi kegiatan tersebut bisa menjadi penyebab berbagai gangguan mental.

Pada artikel ini akan kami bahas secara lebih mendalam mengenai bahaya cyberbullying, khususnya dalam aspek kesehatan mental. Harapannya, semoga kedepannya baik remaja atau siapapun bisa menjadi lebih bijak dalam menggunakan sosial media.

Apa Itu Cyberbullying?

Cyberbullying dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai perundungan dunia maya, yang artinya perundungan / bullying yang dilakukan menggunakan teknologi digital. Cyberbullying umumnya terjadi melalui sosial media, room chat game online, dan segala bentuk perundungan dengan teknologi digital lainnya.

Cyberbullying juga merupakan bentuk agresif dalam menggunakan teknologi digital. Pelaku cyberbullying umumnya akan mengancam, mengeluarkan kalimat-kalimat kasar, hingga mempermalukan korban.

Baca juga: Anxiety Disorder: Ini Dia Ciri-Ciri Gangguan Kecemasan Umum

Dampak Cyberbullying Terhadap Kesehatan Mental

Cyberbullying merupakan bentuk kekerasan yang sama dengan bullying yang dilakukan secara langsung. Yang membedakan hanyalah media yang digunakan untuk melakukan perundungan tersebut.

Cyberbullying sendiri bukanlah tindakan yang bijak dilakukan dalam penggunaan teknologi digital. Justru, cyberbullying dapat memperburuk kondisi mental seseorang. Dalam kasus yang cukup berat, cyberbullying bisa membuat seseorang memutuskan untuk bunuh diri.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa dampak cyberbullying terhadap kesehatan mental seseorang:

Meningkatkan rasa malu

Korban cyberbullying sering kali dibuat malu oleh orang-orang yang merundungnya. Meningkatkan rasa malu pada korban memang merupakan salah satu tujuan dari pelaku cyberbullying.

Selain itu karena cyberbullying terjadi di dunia maya, cukup banyak korban yang dipermalukan secara terang-terangan dan dapat diakses dengan mudah oleh orang lain. Untuk menghapus jejak digital juga hampir mustahil dilakukan.

Merasa dikucilkan

Dunia maya merupakan dunia yang sangat luas dan bisa diakses dengan mudah oleh siapa saja. Kita tidak pernah tahu siapa yang akan setuju dan tidak setuju terhadap statement yang kita lempar di dunia maya. Hal ini berlaku juga dengan statement yang dilontarkan oleh pelaku cyberbullying.

Saat terjadi cyberbullying, pelaku bisa saja mengumbar aib yang akhirnya membuat korban merasa dikucilkan atau bahkan benar-benar dikucilkan oleh orang-orang di sekitarnya. Kekerasan yang tadinya hanya berlangsung di dunia maya, bisa saja dirasakan secara langsung melalui orang lain yang memang setuju dengan statement yang dilontarkan oleh pelaku.

Tidak berdaya

Informasi yang beredar di dunia maya akan menyebar dengan sangat cepat. hal tersebut membuat korban tidak sempat untuk membela diri. Banyak korban yang menjadi tidak berdaya dan hanya bisa menerima segala bentuk perundungan yang dilakukan oleh pelaku dan orang-orang yang pro terhadap tingkah laku.

Menurunkan rasa percaya diri

Walaupun cyberbullying terjadi di sosial media, perlakuan ini justru berdampak besar pada kehidupan nyata seseorang. Korban yang selalu dipermalukan di sosial media akan merasa tidak percaya diri. Terlebih lagi, jika hal tersebut tidak hanya berlangsung sekali dua kali, melainkan berkali-kali dalam hidup korban.

Cukup banyak korban cyberbullying yang menjadi tidak percaya akan kemampuan yang mereka miliki. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Jika hal ini terjadi pada remaja maka akan sangat disayangkan. Pasalnya, remaja membutuhkan pengakuan dari orang disekitarnya. Namun, jika yang didapatkan adalah perundungan tentu akan sangat berdampak negatif.

Cemas dan depresi

Dalam menghadapi berbagai bentuk perundungan di dunia maya, korban cyberbullying bisa saja mengalami gangguan kecemasan, bahkan depresi. Tekanan yang dirasakan korban akan membuat mereka kesulitan untuk merasa bahagia. Cukup banyak juga penelitian yang mengaitkan kecemasan dan depresi terhadap cyberbullying.

Self harm dan bunuh diri

Cukup banyak berita mengenai korban cyberbullying yang akhirnya memilih untuk mengakhiri hidup mereka. Hal ini dikarenakan tekanan yang sangat berat dan tidak sanggup lagi untuk mereka hadapi.

Melakukan kekerasan terhadap dirinya sendiri (self harm) atau bahkan bunuh diri merupakan dampak yang paling berbahaya dalam kasus cyberbullying. Walaupun tidak semua langsung berpikiran ke arah ini, namun jika berlangsung cukup lama, langkah self harm dan bunuh diri bukan hal yang tidak mungkin untuk dipilih.

Setelah mengetahui dampak dari cyberbullying, sudah sepantasnya bagi kita pengguna dunia untuk lebih bijak dalam mengakses segala informasi di dunia maya atau sosial media. Tidak perlu ikut-ikutan merundung orang di sosial media, bahkan memulai untuk menjadi pelaku cyberbullying.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat. 

Baca juga: Mengenal Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait