Semua artikel
Pengembangan Diri

Berikut Cara Untuk Mempelajari Self-Knowledge

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Dalam menjalani kehidupan yang penuh perubahan dan tantangan, salah satu investasi paling berharga yang dapat kita lakukan adalah dalam pemahaman tentang diri sendiri, yang dikenal sebagai self-knowledge. Namun, perjalanan untuk mengenal diri sendiri dengan mempelajari self-knowledge bukanlah tugas yang mudah. Ini melibatkan keterbukaan terhadap refleksi yang dalam, pertanyaan-pertanyaan yang menantang, dan eksplorasi penuh kejujuran terhadap identitas kita yang kompleks.

Oleh karenanya kita akan membahas serangkaian strategi yang dapat digunakan untuk memperdalam pemahaman tentang diri sendiri. Dari praktik refleksi dan jurnal harian hingga eksplorasi hobi dan minat pribadi, setiap langkah dalam proses ini memberikan peluang untuk meresapi inti dari siapa kita sebenarnya.

Artikel ini akan mengeksplorasi cara-cara praktis dan bermanfaat untuk mempelajari self-knowledge, membantu kita melangkah menuju rasa keseimbangan, kejelasan, dan pertumbuhan pribadi. Dalam dunia yang terus berubah dan dinamis, investasi dalam pemahaman diri tidak hanya memungkinkan kita untuk mengatasi tantangan lebih baik, tetapi juga membantu kita menjalani kehidupan dengan integritas yang lebih besar dan rasa penghargaan yang lebih mendalam terhadap siapa kita sebenarnya.

1. Periksa Tanda-Tanda Vital Anda

Dalam mempelajari self-knowledge, langkah pertama dan utama ialah dengan mengenali tanda-tanda vital dalam diri Anda. Setidaknya terdapat enam pilar inti pemahaman dari self-knowledge yang bisa untuk Anda mempelajari nya, diantaranya yakni:

  1. Nilai, terdiri dari kejujuran, kesetiaan, kepercayaan, kekayaan, menjadi orang yang suka menolong serta keluarga. Anda dapat melihat bagaimana masing-masing nilai ini dapat mengarah pada pilihan hidup yang berbeda. Misalnya, jika Anda menghargai kejujuran, Anda mungkin akan berhenti dari pekerjaan yang mengharuskan Anda berbohong pada orang lain.
  2. Minat, ini adalah hal apapun yang dapat Anda lakukan tanpa diminta, seperti hobi, gairah, atau tujuan yang Anda pedulikan. Anda bisa mencoba menyelaraskan pekerjaan Anda dengan minat ini, seperti pada isu-isu tertentu atau minat kesukaan tertentu.
  3. Temperamen, menggambarkan dari mana energi Anda berasal. Bisa jadi Anda mungkin seorang introvert dan menyukai kesendirian, atau Anda mungkin ekstrovert yang cenderung menemukan energi saat berada di sekitar orang lain. Mengetahui temperamen Anda akan membantu Anda mengomunikasikan kebutuhan Anda kepada orang lain.
  4. Aktivitas sepanjang waktu, ini mengacu pada kapan Anda ingin melakukan sesuatu. Seperti jika Anda penulis dan lebih kreatif di malam hari, Anda bisa meluangkan waktu di malam hari untuk bekerja, dan lain sebagainya. Menyelaraskan jadwal Anda dengan jam internal Anda akan membuat Anda menjadi manusia yang lebih bahagia.
  5. Misi dan tujuan hidup, yang jika Anda mengetahuinya, ini dapat memberi makna pada hidup Anda. Misi dan tujuan hidup dapat memberikan Anda tujuan, panggilan hidup dan sesuatu yang harus diperjuangkan. Untuk menemukan misi hidup Anda, Anda bisa pikirkan peristiwa apa yang paling berarti bagi Anda sejauh ini.
  6. Kekuatan dan kelemahan, ini mencakup hard skill seperti pengetahuan dan bakat khusus di industri, serta soft skill seperti komunikasi atau kecerdasan emosional. Ketika Anda melakukan apa yang Anda kuasai, Anda akan lebih mungkin untuk berhasil, yang akan meningkatkan moral dan kesehatan mental Anda. Mengetahui kelemahan dan sifat-sifat buruk Anda akan membantu Anda memperbaikinya atau meminimalisir pengaruhnya dalam hidup Anda.

Baca juga: Kiat-Kiat Untuk Mengobati Psikosomatis

2. Memfokuskan Kembali Introspeksi

Alih-alih berfokus pada alasan di balik sebuah sikap dan mengapa Anda bisa merasakan hal tertentu, beberapa penelitian justru menemukan bahwa mungkin lebih baik untuk berfokus pada sifat dan sikap tersebut, serta bagaimana perasaan Anda saat ini. Sehingga, setelah mengetahui apa saja yang ada dalam diri Anda, kemudian dimasukkan dalam informasi self-knowledge, hal yang selanjutnya dalam mempelajari self-knowledge adalah hasil dari introspeksi itu sendiri.

Pendekatan ini tampaknya dapat meningkatkan aksesibilitas perasaan dan sejauh mana perasaan ini memprediksi perilaku di masa depan. Mengembangkan intuisi adalah pendekatan tambahan untuk introspeksi.

3. Menulis Tentang Peristiwa Traumatis

Introspeksi berfungsi untuk menambahkan informasi tentang diri Anda dalam self-knowledge. Bentuk lain dari introspeksi yang dapat menuai hasil positif ini ialah dengan menulis. Mempelajari self-knowledge bisa dilakukan dengan menulis yang kemudian dapat memberikan pengetahuan baru mengenai hal-hal yang mungkin belum Anda sadari sebelumnya.

Bahkan sedikit waktu yang dihabiskan untuk menulis (15 hingga 30 menit) tentang masalah emosional selama tiga hingga lima hari dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Menuliskan pikiran juga dapat membantu menghindari perenungan (mengulang-ulang kejadian yang dapat menyebabkan suasana hati yang negatif) sekaligus mengurangi pikiran dan kekhawatiran yang mengganggu dengan meningkatkan self-knowledge.

4.Visualisasi

Membayangkan situasi masa depan yang mungkin terjadi dan bagaimana perasaan seseorang dapat membantu mengungkap motif implisit dan eksplisit di balik perilaku. Visualisasi tampaknya memungkinkan orang untuk mencicipi perasaan yang terkait dengan motif dan sikap yang tidak disadari.

5. Kesadaran (Mindfulness)

Mindfulness atau kesadaran dapat membantu Anda mengatasi banyak hambatan yang terkait dengan introspeksi untuk mempelajari self-knowledge. Menumbuhkan kesadaran non-evaluatif dan tidak menghakimi atas pengalaman Anda berarti Anda dapat mengamati aliran fenomena mental yang terus menerus dan berkelanjutan saat muncul.

Pemantauan metakognitif terhadap pikiran melibatkan rasa ingin tahu, penerimaan, dan keterbukaan. Daripada mencoba menjelaskan, menganalisis, dan menafsirkan, Anda cukup mengamati. Anda memperhatikan pikiran dan emosi saat mereka muncul tanpa elaborasi atau perenungan.

Baca juga: Mari Mengetahui Apa Saja Kelemahan dan Kelebihan Ambivert

 

Sumber:

The Importance of Knowing Yourself: Your Key to Fulfillment. (2022, July 11). BetterUp. https://www.betterup.com/blog/the-importance-of-knowing-yourself

Sutton, J. (2021, August 1). How to Improve Self-Knowledge: 21 Books, Tests, & Questions. PositivePsychology.com. https://positivepsychology.com/improve-self-knowledge/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Berikut Cara Untuk Mempelajari Self-Knowledge — DeepTalk