Semua artikel
Pengembangan Diri

Begini Caranya Mengubah Passive Coping Menjadi Active Coping Yang Wajib Kamu Terapkan

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Pernahkah kamu merasa stres hingga ingin melarikan diri dari masalah atau hanya berharap agar semuanya segera berakhir? Itulah yang disebut sebagai passive coping, yaitu cara mengatasi stres dengan menghindari atau tidak menghadapi situasi yang menyebabkan kecemasan. Tapi jangan khawatir, teman-teman! Kali ini, kita akan membahas bagaimana mengubah strategi passive coping menjadi active coping. Dengan persepsi dan pendekatan yang lebih positif, kamu akan bisa memecahkan masalah, menemukan solusi. Kemudian meraih hasil yang lebih baik.

Yang perlu diingat adalah mengubah passive coping menjadi active coping, membutuhkan kesadaran dan usaha. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu dalam proses tersebut.

1.    Pengenali Perbedaannya

Memahami perbedaan antara passive coping dan active sangat penting. Ini merupakan langkah awal dalam proses pengubahan strategi coping stres dari pasif menjadi aktif. Pengenalan di sini berarti memahami dan mengakui untuk berubah dari metode coping aktif menjadi pasif.

Nah, kalau kamu dengar kata “passive coping”, itu artinya cara kita menghindar atau menjauh dari masalah yang bikin kita stres. Misalnya, kalau kamu punya tugas yang susah dan bikin pusing. Kamu lebih memilih untuk nonton film seharian atau main game. Itu contoh dari passive coping. Di mana kita seolah-olah ‘melarikan diri’ dari masalah.

Sedangkan active coping, itu ibaratnya kita menghadap masalah itu dengan dada terbuka. Jadi daripada menghindar, kamu malah akan berusaha mencari solusi untuk masalahmu itu. Misalnya, kalau tugasnya susah, kamu malah akan mencoba merencanakan waktumu dengan baik, atau mencari teman untuk diskusi bareng.

Jadi, intinya di sini, untuk bisa berubah dari cara ‘pasif’ ke ‘aktif’. Maka kamu harus bisa memahami bedanya dulu. Kalau sudah paham, baru kamu bisa mencoba untuk perlahan-lahan mengganti cara kamu yang ‘lari dari masalah’ menjadi ‘hadapi masalah’.

Baca juga: Kamu Suka Over Scrolling Media Sosial? Bisa Jadi Passive Coping Yang Sedang Kamu Terapkan

2.       Refleksi

Refleksi ini kamu diajak untuk melihat ke dalam diri sendiri untuk memahami alasan di balik pilihanmu dalam menanggulangi stres. Misalkan, kalau saat ini kamu lebih sering memakai cara passive coping. Nah di langkah ‘refleksi’ ini, kamu coba tanya ke diri sendiri. Kenapa sih aku lebih memilih untuk menghindari masalah daripada mencari solusi?

Mungkin kamu akan menemukan jawaban seperti “Aku merasa lebih aman begitu” atau “Aku takut kalau gagal lagi” atau alasan lainnya. Setiap orang punya alasan masing-masing, dan itu wajar-wajar saja.

Mengapa perlu tahu alasannya? Karena dengan mengetahui alasannya, kamu akan lebih mudah merumuskan strategi atau cara baru yang lebih efektif dalam menangani stres. Misalnya, kalau kamu stress dengan beban kerja karena takut gagal. Mungkin kamu bisa mencoba teknik yang baru seperti membicarakannya dengan atasan atau mencari pelatihan yang sesuai.

Intinya, langkah refleksi ini membantu kamu mengenal diri sendiri lebih baik. Sehingga kamu bisa membuat strategi pencapaian stres yang lebih efektif.

3.    Pembelajaran Teknik Coping Aktif

Kamu bisa mencari dan belajar berbagai metode atau teknik yang bisa membantu kamu untuk lebih aktif dalam menghadapi stres. Ada banyak sumber informasi yang bisa kamu manfaatkan untuk belajar. Dari buku, artikel online, kelas pelatihan, hingga diskusi dengan psikolog atau konselor. Ada beberapa teknik coping aktif yang umum, misalnya.

  • Perencanaan dan pemecahan masalah. Ini berarti bangun strategi untuk menghadapi masalahmu. Misalnya, jika kamu stres dengan beban kerja. Mungkin kamu bisa merencanakan jadwal atau daftar tugasmu, dan mencari solusi jika ada hal yang membuatmu terjebak.
  • Pengekalan harapan dan optimisme. Menghadapi stres dengan pandangan yang positif juga penting. Kamu bisa melatih diri untuk melihat sisi baik dalam setiap situasi dan berharap hasil terbaik.
  • Penggunaan teknik relaksasi.Teknik relaxasi seperti meditasi atau pernafasan dalam-dalam dapat membantu meredakan stres dan menenangkan pikiranmu.

4.    Implementasi

setelah kamu mengetahui beberapa teknik active coping. Maka langkah selanjutnya adalah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari kamu. Berikut langkah-langkah dalam tahap implementasi.

  • Mulai dengan situasi yang kurang stres. Sebagai langkah awal, coba terapkan teknik-teknik yang telah kamu pelajari dalam situasi yang lebih mudah atau kurang stres. Tujuannya agar kamu bisa berlatih dengan lebih nyaman. Sehingga lebih percaya diri dalam menghadapi situasi yang lebih menantang atau stres yang lebih besar.
  • Kembangkan kepercayaan diri. Ketika kamu mulai merasa lebih nyaman dan berhasil dengan teknik-teknik ini pada situasi yang kurang stress. Maka kamu akan merasa lebih percaya diri untuk menghadapi situasi yang lebih menantang.
  • Terapkan pada situasi yang lebih menantang. Setelah kamu merasa siap, terapkan teknik coping aktif ini pada situasi yang lebih kompleks atau menantang. Sebagai contoh, jika kamu telah berhasil mengatasi stres dari beban kerja. Cobalah menghadapi situasi konflik interpersonal dengan teknik yang sama.

Dalam tahap “Implementasi” ini, kamu bisa menerapkan teknik yang telah kamu pelajari dalam kehidupanmu. Kemudian mencoba menghadapi situasi yang lebih menantang dengan teknik active coping.

5.    Evaluasi dan Penyesuaian

Terakhir, tinjau dan sesuaikan strategi kamu jika perlu. Strategi coping yang efektif untuk satu orang atau situasi mungkin tidak efektif untuk yang lain. Periksa apakah strategi yang kamu gunakan membantu kamu merasa lebih baik dan mengurangi stres. Jika tidak, cobalah strategi lain.

Dengan cara ini, kamu dapat mulai beralih dari strategi pasif ke strategi aktif. Pada akhirnya, mengelola stres dengan lebih efektif.

Baca juga: Ini Penyebabnya Remaja Lebih Rentan Mengalami Kecanduan Media Sosial

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Begini Caranya Mengubah Passive Coping Menjadi Active Coping Yang Wajib Kamu Terapkan — DeepTalk