Deeptalk.co.id – Abandonment trauma atau luka emosional yang mendalam akibat pengalaman terabaikan atau ditinggalkan dapat memiliki dampak yang kuat dan berkepanjangan dalam kehidupan seseorang. Baik itu berasal dari pengalaman masa kecil, kehilangan hubungan yang signifikan, atau pola penolakan yang terulang, abandonment trauma dapat membentuk persepsi diri, hubungan dan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas kompleksitas dari abandonment trauma atau trauma pengabaian ini, dengan menjelajahi berbagai manifestasinya, gejala umum yang dialami, serta dampak yang mungkin terjadi pada kesehatan mental dan emosional seseorang. Dengan membahas topik ini, tujuan kami adalah memberikan wawasan dan dukungan bagi mereka yang telah mengalami abandonment trauma, mendorong penyembuhan, ketahanan, dan perjalanan menuju pemulihan rasa aman dan rasa memiliki yang sehat.
Apa itu Abandonment Trauma?

Sebelum menjelaskan tentang abandonment trauma, mari kita bahas terlebih dahulu apa itu trauma. Trauma sendiri merupakan respons emosional dan psikologis terhadap peristiwa negatif yang menyusahkan, mengganggu atau menyakitkan.
Mungkin peristiwa traumatis bagi Anda tidak sama dengan orang lain. Juga bagaimana peristiwa ini memengaruhi Anda bergantung pada banyak faktor. Termasuk salah satunya abandonment trauma yang terjadi akibat pengalaman ditinggalkan atau pengabaian di masa lalu yang terasa menyakitkan.
Abandonment trauma atau trauma akan pengabaian terjadi akibat seseorang mengalami atau merasakan segala jenis pengabaian yang mungkin sangat menyakitkan. Hal ini mungkin terkait dengan kejadian ketika merasa diabaikan, terancam atau tertinggal. Juga pengalaman akan ketidakhadiran fisik dan perasaan tidak aman secara fisik sehingga timbul abandonment issue pada diri mereka. Lalu kemudian bisa berkembang menjadi trauma.
Khususnya selama masa kanak-kanak, abandonment issue bisa saja mudah tertanam dan mungkin ini terjadi secara tidak sengaja. Namun, mengingat sumber daya emosional dan kognitif mereka yang terbatas, bayi atau anak dapat menafsirkan beberapa situasi sebagai ditinggalkan dan mengalaminya sebagai peristiwa traumatis. Jika tidak ditangani, ini dapat menyebabkan trauma.
Pengabaian secara fisik bukanlah satu-satunya peristiwa yang mungkin traumatis. Ada juga pengabaian emosional yang berdampak besar pada anak-anak dan orang dewasa. Misalnya seperti tumbuh dengan orang tua yang terpisah secara emosional atau meremehkan. Atau mungkin mendapatkan perlakuan ghosting dari anggota keluarga, pasangan romantis, atau orang yang dicintai.
Meskipun demikian, tidak setiap contoh masalah pengabaian atau abandonment issue ini membuat Anda mengalami stres traumatis. Efek jangka panjang dari abandonment issue terhadap kesehatan mental mungkin bergantung, yang sebagian juga pada akses Anda ke jaringan dukungan dan mekanisme penganggulangan internal Anda.
Baca juga: Mengalami Gejala nya Belum Tentu Anda Terkena Gangguan Depresi
Penyebab Abandonment Trauma

Abandonment trauma dapat terjadi setelah pengalaman menyedihkan yang menyebabkan seseorang merasa diabaikan, terisolasi atau tidak aman. Trauma ini mungkin merupakan reaksi terhadap suatu peristiwa atau bisa juga diakibatkan oleh pola perilaku yang berkelanjutan.
Penyebab umum dari terjadinya trauma pengabaian ini diantaranya sebagai berikut:
Ketidakhadiran Orang Tua / Pasangan Secara Emosional
Ketika orang tua atau pasangan secara konsisten gagal merespons kebutuhan emosional Anda, ini bisa membuat Anda merasa bahwa perasaan Anda tidak penting. Mengalami ketidaktersediaan emosional ini juga dapat mempersulit Anda dalam regulasi emosi. Sehingga Anda menjadi orang yang jauh secara emosional atau menjadi sangat bergantung dan membutuhkan.
Pengabaian di Masa Kecil
Pengabaian menjadi salah satu jenis pelecehan emosional di masa kanak-kanak yang umum dan sering menjadi sumber utama abandonment trauma. Ketika seorang wali dari anak-anak gagal memenuhi kebutuhan dasar anak, hal tersebut dapat menganggu perkembangan yang sehat. Pemenuhan kebutuhan dasar anak yang gagal ini termasuk akibat parenting yang buruk dan bisa juga karena penyalahgunaan zat. Ini bisa menyebabkan konsekuensi pada anak untuk seumur hidupnya.
Ketidakstabilan Keluarga
Ini dapat menganggu perkembangan anak dan mengurangi perasaan aman pada diri mereka. Ketidakstabilan ini termasuk perceraian, masalah keuangan, masalah rumah tangga, atau kerawanan pangan. Ketika anak-anak tidak memiliki lingkungan hidup yang stabil, hal itu dapat membuat mereka merasa ditinggalkan kapan saja.
Perasaan Kehilangan Saat Orang Tersayang Meninggal
Kehilangan orang kesayangan yang meninggal tentu dapat menimbulkan rasa takut yang bertahan lama akan abandonment issue. Pun jika hal ini terjadi saat masa kanak-kanak, tentu akan terbekas hingga mereka dewasa. Ini didasarkan pada suatu penelitian yang menunjukkan bahwa trauma pengabaian dapat terjadi setelah kematian orang tua atau pengasuh anak. Demikian pula, ketika orang tua menderita penyakit serius, hal itu juga dapat menimbulkan ketakutan ini, bahkan jika mereka akhirnya bertahan hidup.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Attachment Style dan Pengaruhnya Dalam Hubungan
Sumber:
Keohan, E. (2022, September 15). Breaking Down Abandonment Trauma. Talkspace. https://www.talkspace.com/blog/abandonment-trauma/
Understanding Abandonment Trauma: Signs, Effects, and How to Cope. (2023). Psychcentral. https://psychcentral.com/health/abandonment-trauma
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



