Deeptalk.co.id – Semakin populernya sosial media saat ini, menawarkan beragam kemudahan bagi manusia dalam beraktivitas. Namun, seiring dengan manfaat positifnya, ada juga konsekuensi yang timbul dari penggunaan online media sosial. Ini berkenaan dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental, termasuk pada self-esteem seseorang.
Self-esteem atau dikenal juga dengan harga diri ialah sebuah kondisi bagaimana kita menghargai dan memandang diri kita sendiri. Hal tersebut didasarkan pada keyakinan tentang diri sendiri. Self-esteem juga bisa dianggap sebagai kepercayaan diri yang dapat memengaruhi apakah seseorang akan menyukai dirinya sendiri sebagai seorang pribadi.
Pada artikel kali ini, kami akan mengulas beberapa hal seputar media sosial yang ternyata memberikan pengaruh bagi self-esteem seseorang. Self-esteem yang diartikan sebagai harga diri atau kepercayaan pada kemampuan diri menjadi hal yang sangat penting dimiliki setiap orang. Oleh karena itu, penting sekali untuk selalu memperhatikan self-esteem yang kita miliki demi kesehatan mental yang lebih sejahtera.
Hasil Riset Pengaruh Media Sosial Terhadap Self-Esteem

Selain memiliki fungsi yang memudahkan masyarakat dalam menyebarkan informasi dan berkomunikasi, nyatanya sosial memberikan dampak untuk kesehatan mental. Korelasi antara media sosial dengan self-esteem atau harga diri seseorang pun menjadi fokus dari beberapa peneliti.
Penggunaan media sosial berkorelasi akan adanya peningkatan risiko depresi, low self-esteem, kesepian hingga kecemasan. Ini ditunjukkan pada beberapa penelitian yang melibatkan peserta dengan kelompok usia yang paling terpengaruh, yakni perempuan berusia antara 10-14 tahun. Hasilnya mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial tampaknya menyebabkan penurunan harga diri atau self-esteem.
Selain itu, Patti Valkenburg dan kawan-kawan yang melakukan penelitian pada media sosial, khususnya Facebook akan korelasinya terhadap harga diri pada remaja. Pada riset yang dilakukan pada tahun 2021 tersebut, ia memilih Facebook dikarenakan banyak remaja dengan self-esteem yang rendah tertarik untuk menggunakannya.
Media sosial Facebook tersebut melibatkan harga diri remaja yang lebih rendah karena dapat memperburuk masalah saat mereka terlibat dalam perbandingan sosial yang lebih tinggi. Ini pun kemudian menjadikan para remaja mengadaptasi citra diri yang menurun.
Baca juga: Tips Mengatasi Anxiety di Tempat Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas
Bagaimana Media Sosial Mempengaruhi Self-Esteem?

Seperti penelitian yang sudah dijabarkan sebelumnya, dimana harga diri atau self-esteem seorang remaja menjadi rendah akibat adanya perbandingan diri di sosial media tersebut. Bahkan, tingkat kecenderungan seseorang membandingkan diri dengan orang lain di media sosial lebih tinggi dibandingkan ketika di dunia nyata atau secara langsung.
Dikutip dari Social Media Victims Law Center, membandingkan diri dengan orang lain saat makan malam di restoran tidak selalu memiliki efek yang sama seperti membandingkan diri di sosial media. Hal tersebut dikatakan lebih mudah untuk menemukan keberadaan yang menarik atau membumbui aspek-aspek tertentu di platform media sosial daripada di kehidupan nyata.
Kemunculan media sosial memungkinkan seseorang untuk dapat dengan mudah membagikan konten yang menunjukkan persona terbaiknya. Sehingga para peneliti menemukan kemungkinan lain bahwa fenomena tersebut dapat memperkuat adanya perbandingan sosial yang tidak realistis.
Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan orang di Facebook dan Instagram, semakin sering mereka membandingkan diri mereka secara sosial. Perbandingan sosial ini terkait dengan harga diri yang lebih rendah dan kecemasan sosial yang lebih tinggi.
Tidak Sepenuhnya Berdampak Negatif

Manusia pada umumnya ketika membandingkan dirinya dengan orang yang melakukan hal yang lebih baik daripada dirinya, bagaimanapun itu dapat membuatnya merasa rendah diri atau tidak mampu. Inilah yang kemudian mendukung alasan mengapa media sosial memberikan pengaruh pada rendahnya self-esteem seseorang.
Namun sebenarnya, membandingkan diri dengan orang lain adalah kecenderungan yang wajar dialami setiap orang. Pun hal tersebut juga berguna untuk membantu dalam mengevaluasi pencapaian, keterampilan, kepribadian atau emosi kita sendiri. Bahkan, ketika membandingakn diri dengan orang-orang yang keadaannya lebih buruk dari kita membuat perasaan menjadi lebih baik.
Sejalan dengan hal tersebut, ada sebuah penelitian dari Universitas Ruhr di Bochum, Jerman yang menunjukkan tingkat perbandingan sosial yang dilakukan individu. Mereka menduga adanya pengaruh dari tingkat motivasi yang mereka miliki terhadap perbandingan sosial tersebut. Tepatnya, ada tingkat perbedaan persepsi yang optimal antara diri sendiri dan orang lain yang memaksimalkan efek perbandingan sosial.
Dengan demikian, media sosial tidak sepenuhnya dapat memperburuk self-esteem. Ada beberapa keadaan dimana media sosial juga dapat memberikan peran pada pembentukan self-esteem seseorang, termasuk kesejahteraan emosionalnya.
Baca juga: Tips Membangun Kesehatan Mental dengan Defense Mechanism yang Efektif
Sumber:
Laplante, S. (2022, January 9). How social media can crush your self-esteem. The Conversation. https://theconversation.com/how-social-media-can-crush-your-self-esteem-174009
Social Media Victims Law Center PLLC. (2023, March 13). Social Media’s Effects on Self-Esteem | Social Media Victims Law Center. Social Media Victims Law Center. https://socialmediavictims.org/mental-health/self-esteem/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



