Deeptalk.co.id – Kamu mungkin pernah mendengar istilah star syndrome. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang merasa dirinya sangat sempurna dan lebih baik dari orang lain. Seseorang yang mengalami star syndrome biasanya selalu ingin menjadi pusat perhatian dan mendapatkan pujian dari orang lain.
Namun, apakah kamu tahu apa itu star syndrome secara lebih mendalam? Simak penjelasannya di bawah ini.
Apa Itu Star Syndrome?

Star syndrome adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekumpulan sikap dan perilaku saat seseorang yang sebenarnya biasa-biasa saja menganggap dirinya adalah pusat perhatian sehingga terkesan seperti “bintang”. Dilansir dari Alodokter, Star syndrome bukan termasuk dalam penyakit mental. Tetapi sindrom ini bisa mengarah ke gejala gangguan kepribadian narsistik.
Dilansir dari Alodokter dan Hello Sehat, Seseorang yang mengalami star syndrome biasanya memiliki beberapa kriteria berikut ini:
- Rasa percaya diri yang berlebihan.
Merasa dirinya unik dan spesial.
Selalu membanggakan kemampuan dan pencapaiannya. - Memiliki kecenderungan untuk memanipulasi orang lain untuk keuntungannya sendiri.
- Sering merasa iri dengan orang lain.
Memiliki fantasi tentang kesuksesan dan kekuasaan. - Merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus.
- Sering bersikap sombong.
- Tidak mau menerima kritik.
- Haus akan pujian.
- Merendahkan orang lain.
Star syndrome dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang di berbagai area, terutama dalam lingkup sosial. Hal ini juga termasuk hubungan dengan keluarga, teman, atau rekan kerja. Seseorang dengan star syndrome akan kesulitan untuk menjaga hubungan dengan orang lain. Karena itu mereka cenderung egois, tidak peduli dengan perasaan dan kebutuhan orang lain. Mereka juga merasa bahwa orang lain merasa iri dengan dirinya.
Baca juga: Apakah Kamu Mengalami Star Syndrome? Yuk Refleksikan Diri
Apakah Star Syndrome Termasuk Penyakit Kejiwaan?

Star syndrome bukanlah istilah resmi yang digunakan dalam dunia psikologi atau psikiatri. Istilah ini muncul dari pengamatan masyarakat terhadap seseorang yang memiliki sikap dan perilaku seperti bintang. Istilah ini juga sering dikaitkan dengan selebriti atau orang-orang yang terkenal karena mereka dianggap memiliki potensi untuk mengalami star syndrome.
Meskipun star syndrome bukanlah istilah resmi. Tapi kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan kepribadian narsisistik. Gangguan kepribadian narsisistik adalah gangguan mental yang ditandai dengan pola pikir dan perilaku yang berpusat pada diri sendiri, kebutuhan akan penghargaan yang berlebihan, kurangnya empati terhadap orang lain, dan kesulitan dalam menjalin hubungan interpersonal.
Gangguan kepribadian narsisistik termasuk dalam kelompok gangguan kepribadian kluster B bersama dengan gangguan kepribadian antisosial, borderline, dan histrionik. Gangguan-gangguan ini ditandai dengan pola pikir dan perilaku yang dramatis, emosional, atau tidak stabil.
Apa Saja Gejala Seseorang Mengalami Star Syndrome?

Gejala seseorang mengalami star syndrome bisa bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Namun, secara umum, gejala-gejala tersebut meliputi:
– Memiliki rasa percaya diri yang berlebihan sehingga selalu merasa lebih unggul dibandingkan orang lain, padahal sebenarnya tidak.
– Merasa dirinya unik atau spesial sehingga menilai derajatnya lebih tinggi dari orang lain.
– Selalu membanggakan kemampuan dan pencapaiannya secara berlebihan.
– Memiliki kecenderungan untuk memanipulasi orang lain untuk keuntungannya sendiri.
– Sering merasa iri dengan orang lain
– Memiliki fantasi bahwa ia adalah sesorang yang sukses dan berkuasa.
– Merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus.
– Sering bersikap sombong, tidak mau menerima kritik, haus akan pujian, dan sering merendahkan orang lain.
Gejala-gejala tersebut bisa muncul dalam berbagai situasi, seperti di tempat kerja, di lingkungan sosial, atau di dalam keluarga. Seseorang dengan star syndrome bisa menjadi bos yang otoriter, teman yang tidak setia, atau pasangan yang tidak peduli.
Contoh Star Syndrome dalam Kehidupan Sehari-hari

Star syndrome bisa terjadi pada siapa saja, baik itu selebriti maupun orang biasa. Berikut adalah beberapa contoh star syndrome dalam kehidupan sehari-hari:
– Seorang pegawai yang selalu merasa bahwa ia adalah karyawan terbaik di kantornya dan menganggap rekan-rekannya sebagai pesaing yang harus dikalahkan. Ia juga sering meminta pujian dari atasan dan tidak mau menerima masukan atau kritik dari siapa pun.
– Seorang ibu rumah tangga yang selalu merasa bahwa ia adalah ibu yang sempurna dan menganggap anak-anaknya sebagai trofi yang harus dibanggakan. Ia juga sering membanding-bandingkan anak-anaknya dengan anak-anak tetangga dan tidak mau mendengarkan pendapat atau saran dari suami atau keluarga lainnya.
– Seorang mahasiswa yang selalu merasa bahwa ia adalah mahasiswa paling pintar di kampusnya dan menganggap dosen-dosennya sebagai penghalang untuk mencapai cita-citanya. Ia juga sering menolak bekerja sama dengan teman sekelompoknya dan tidak mau belajar dari kesalahan atau kegagalan yang dialaminya.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu. Jika kamu merasa membutuhkan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater yang kompeten. Ingat, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan jika kamu membutuhkannya.
Baca juga: Regulasi Emosi Pada Remaja : Strategi Untuk Membantu Remaja Mengatasi Emosi Sulit
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



