Deeptalk.co.id – Setiap manusia butuh makan demi memenuhi kebutuhan gizinya. Selain itu, makanan juga berkontribusi dalam memberikan energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Makanan yang mengandung sumber energi adalah makanan dengan kandungan karbohidrat. Karbohidrat sendiri sering ditemui pada makanan dengan olahan tepung seperti roti, mie, dan lain sebagainya.
Makanan yang kita konsumsi umumnya adalah makanan-makanan yang telah diolah. Lalu bagaimana jika seseorang memiliki kebiasaan memakan makanan yang belum diolah, misalnya mengkonsumsi tepung mentah. Jika demikian, bisa jadi kondisinya masuk dalam kategori gangguan makan pica.
Salah satu gangguan makan pica adalah amylophagia. Lalu, seperti apa kondisi yang dialami oleh penderita amylophagia? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai amylophagia. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala seperti yang ada dalam artikel ini, maka segera konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai amylophagia.
Pengertian Amylophagia

Amylophagia adalah salah satu gangguan makan. Gangguan makan atau eating disorder adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan timbulnya kebiasaan makan yang tidak normal. Gangguan makan sendiri terbagi lagi ke dalam beberapa bagian, yaitu anorexia nervosa, bulimia nervosa, binge eating disorder, pica, dan avoidant / restrictive food intake disorder. Untuk kasus amylophagia diperkirakan termasuk dalam gangguan makan pica.
Gangguan makan pica adalah kondisi dimana seseorang memiliki kebiasaan untuk mengkonsumsi sesuatu yang tidak lazim untuk dimakan. Pengidap pica umumnya dikenal mengkonsumsi makan yang tidak mengandung nilai gizi, seperti beras, tepung mentah, umbi-umbian mentah, rambut, dan lain sebagainya. Namun di lain sisi, mereka juga bisa mengkonsumsi sesuatu yang berbahaya seperti pasir, cat, tahan, dan lain sebagainya.
Amylophagia adalah suatu kondisi dimana seseorang memiliki kebiasaan untuk mengkonsumsi terigu mentah. Dimana normalnya, orang-orang mengkonsumsi terigu yang sudah diolah menjadi roti, mie, atau lain sebagainya.
Penyebab Amylophagia

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari kondisi amylophagia itu sendiri. Meski demikian, kondisi amylophagia bisa dipicu oleh beberapa faktor sebagai berikut:
Ibu hamil
Saat sedang hamil, beberapa orang cenderung ingin mengkonsumsi hal-hal yang tidak biasa. Umumnya kondisi tersebut dikenal dengan istilah ngidam. Hal inilah yang bisa membuat ibu hamil memiliki ketertarikan untuk mengkonsumsi terigu mentah, atau dalam artikel ini kita kenal dengan amylophagia.
Kekurangan zat besi
Saat seseorang mengalami kekurangan zat besi, maka jumlah sel darah merah yang dibutuhkan oleh tubuh akan berkurang. Hal ini akhirnya berdampak kepada kondisi amylophagia. Mirisnya, jika hal ini terjadi jangka panjang, maka bisa mendatangkan resiko yang lebih parah.
Baca juga : Gejala dan Cara Mengatasi Kondisi Pistanthrophobia
Gangguan mental
Seorang psikolog bernama Ikhsan Bella Persada, M. Psi. menyatakan bahwa, seseorang dengan gangguan mental beresiko mengalami kondisi amylophagia. Gangguan mental yang dimaksud adalah gangguan obsesif kompulsif (OCD), anoreksia, atau skizofrenia.
Kondisi amylophagia pada penderita gangguan obsesif kompulsif diduga sebagai bentuk mekanisme pertahanan saat menderita mengalami stress atau tekanan yang besar, atau sedang dalam situasi terancam.
Gejala Amylophagia

Penderita amylophagia bisa saja menunjukan gejala dengan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Namun, pada umumnya, mereka akan mengalami beberapa gejala berikut:
· Timbulnya keinginan besar yang tidak tertahankan untuk mengkonsumsi terigu mentah.
· Mengkonsumsi terigu mentah secara diam-diam. Namun jika keinginan sudah tidak tertahankan, mereka bisa mengkonsumsi terigu mentah di depan umum.
· Kondisi berlangsung selama lebih dari satu bulan.
Komplikasi Amylophagia

Perlu diketahui bahwa kondisi amylophagia ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi pada kesehatan fisik penderitanya. Berikut beberapa komplikasi dari amylophagia:
Masalah pada saluran pencernaan
Terigu mentah dibuat untuk diolah kembali menjadi makanan yang bisa dikonsumsi dengan layak. Dengan mengkonsumsi terigu mentah, maka tidak menuntut kemungkinan di dalamnya masih terdapat bakteri yang bisa mengganggu saluran pencernaan manusia. Maka, komplikasi paling umum dari kondisi amylophagia adalah masalah pada saluran pencernaan.
Kerusakan pada gigi dan mulut
Walaupun mengkonsumsi terigu mentah sekilas tidak mendapatkan rasa manis, namun di dalamnya juga terdapat kandungan gula. Dengan demikian, mengkonsumsi terigu mentah secara terus menerus bisa mengakibatkan kerusakan pada gigi dan mulut.
Malnutrisi
Kondisi yang dialami oleh penderita amylophagia tidak menuntut kemungkinan akan membuat mereka hanya mengkonsumsi terigu mentah. Hal inilah yang akhirnya membuat penderita justru mengalami malnutrisi, karena tidak ada nutrusi lain yang masuk ke tubuh selain karbohidrat dari tepung tersebut.
Komplikasi kehamilan
Beberapa ibu hamil mengalami kondisi amylophagia. Namun tentu hal ini harus dikonsultasikan dengan dokter atau bidan yang memeriksa kandungan. Pasalnya, dikhawatirkan kebiasaan mengkonsumsi terigu justru berdampak pada kondisi janin.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai amylophagia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Pistanthrophobia : Ketakutan Berlebih Untuk Mempercayai Orang Lain
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



