Deeptalk.co.id – Mungkin kamu pernah merasa kesal saat mendengar suara orang mengunyah makanan atau ketukan pena yang berirama. Biasanya, rasa ini muncul sesaat dan cepat berlalu. Tapi, bagaimana jika rasa kesal itu sering muncul dan terus bertahan? Apa yang kamu alami mungkin bukan sekedar rasa kesal biasa, melainkan suatu kondisi yang dikenal dengan Misophonia. Dalam artikel ini akan menjelaskan mengenal Misophonia dan menjelaskan 7 fakta menarik yang mungkin belum kamu ketahui.
Misophonia adalah kondisi di mana seseorang merasa kesal, marah, atau bahkan stres ketika mendengar suara tertentu. Memang, kondisi ini mungkin terdengar sepele. Tapi, bagi orang yang mengalami Misophonia, kondisi ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan mempengaruhi kualitas hidup. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui dan memahami kondisi ini.
Mari kita jelajahi 7 fakta menarik tentang Misophonia. Dengan memahami lebih dalam tentang kondisi ini, kita bisa lebih empati dengan yang mengalami Misophonia. Selain itu, pengetahuan ini penting jika suatu saat kita atau orang terdekat kita mengalami kondisi ini.
Fakta 1: Misophonia Bukan Hanya Sekadar Kesal

Kita pasti pernah merasa kesal atau tidak nyaman dengan suara tertentu, kan? Misalkan suara keran yang bocor di tengah malam atau suara gemerincing kunci yang berdering non-stop. Ataupun suara orang mengunyah atau suara pena yang terus-menerus mengetuk-ngetuk meja. Biasanya, rasa kesal ini hanya muncul sebentar dan bisa segera hilang begitu suaranya berhenti. Itu adalah reaksi normal yang biasa kita alami.
Namun, ada situasi lain yang berbeda. Bagi seseorang yang mengalami Misophonia, suara-suara sepele bisa memicu emosi lebih dari sekadar kesal. Emosi tersebut bisa berescalasi menjadi amarah, kegelisahan, atau bahkan stres, dan tidak mudah hilang meski suara pemicunya telah berhenti. Misophonia ini seolah-olah membuat kita terjebak dalam perasaan kesal yang mendalam dan sulit untuk dihilangkan. Jika kamu merasakan hal seperti ini, mungkin saja kamu mengalami Misophonia.
Baca juga: Perilaku Kompulsif dan Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD): Apa Perbedaannya?
Fakta 2: Misophonia Bisa Terjadi Sama Siapa Saja
Setiap orang bisa mengalami Misophonia, tidak melihat usia, jenis kelamin, atau latar belakang lainnya. Walaupun kebanyakan kondisi ini dimulai saat masa kanak-kanak atau remaja. Tapi, tidak menutup kemungkinan Misophonia dapat berkembang pada usia dewasa.
Fakta 3: Suara Mengunyah adalah Pemicu yang Umum
Ketika berbicara tentang Misophonia, ada satu suara yang terkenal sebagai pemicu yang umum, yaitu suara mengunyah. Bentuk suara mengunyah ini bermacam-macam. Mulai dari suara orang yang sedang menikmati makanannya, mengunyah permen karet dengan semangat, atau bahkan suara kita sendiri saat sedang makan.
Tapi, perlu kita ingat bahwa Misophonia tidak hanya dipicu oleh suara mengunyah saja. Ada banyak suara sehari-hari lainnya yang sebenarnya biasa kita dengar. Tetapi bisa jadi pemicu bagi orang dengan Misophonia. Contohnya bisa suara bernapas orang lain, air yang menetes dari keran, atau suara jari yang sedang mengetik di keyboard. Meski suara-suara itu terdengar biasa, tapi bagi yang mengalami Misophonia, suara-suara tersebut bisa memicu perasaan tidak nyaman, kesal, hingga stres.
Fakta 4: Belum Ada Obat Spesifik untuk Misophonia

Fakta lainnya adalah belum adanya obat spesifik untuk Misophonia. Setelah didiagnosis, biasanya orang dengan misofonia akan dianjurkan untuk terapi kognitif perilaku (CBT) atau teknik relaksas. Seperti meditasi atau teknik pernafasan dalam.
Fakta 5: Misophonia Bukan Kondisi Psikiatri
Walaupun terkait dengan emosi dan respons emosional kuat. Tapi Misophonia bukan termasuk kondisi psikiatri seperti depresi atau gangguan kecemasan.
Nah, Misophonia ini sebenarnya masuk ke dalam kategori kondisi neurologis. Kenapa? Karena Misophonia lebih berkaitan dengan bagaimana otak kita merespon terhadap suara-suara tertentu. Intinya Misophonia lebih bagaimana otak kita “mengolah” dan “merespons” suara yang kita dengar, ketimbang bagaimana mengendalikan emosi atau pikiran kita.
Fakta 6: Misophonia Bukan tentang Kerasnya Suara
Misophonia bukanlah kondisi yang berkaitan dengan tingkat keras atau pelan suara yang didengar. Fokus utama kondisi ini adalah jenis suara itu sendiri. Artinya, suara yang halus sekalipun bisa menjadi pemicu jika suara tersebut masuk dalam “daftar hitam” bagi mereka yang memiliki Misophonia.
Singkatnya, Misophonia lebih menyoroti masalah pada karakteristik suara tertentu daripada seberapa keras atau pelan suara tersebut. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa Misophonia merupakan kondisi yang unik dan kompleks. Yang mencerminkan bagaimana seseorang merespon terhadap jenis suara, bukan seberapa keras suara tersebut.
Fakta 7: Misophonia Memicu Respon Emosional yang Kuat

Bagi orang dengan Misophonia, mendengar suara pemicu bisa memicu respon emosional yang kuat. Respon ini lebih dari sekedar kesal, bisa berupa stres, frustasi, marah, kegelisahan, dan bahkan panik.
Selesai sudah perjalanan kita mengenal 7 fakta menarik seputar Misophonia. Di balik fakta-fakta ini kita belajar bahwa Misophonia bukan sekedar kondisi yang sepele. Memahami dan menerima kondisi ini adalah langkah awal bagi kita untuk bisa lebih menghargai dan inklusif terhadap perbedaan yang ada. Sebagai penutup, selalu ingat untuk memberikan dukungan dan empati kepada mereka yang mengalami Misophonia.
Baca juga: Pentingnya Merasakan Emosi Kemarahan
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



