Deeptalk.co.id – Beberapa diantara kita mungkin masih sangat asing dengan istilah treadmill hedonic. Namun tanpa kita sadari, treadmill hedonic cukup sering kita jumpai. Bisa jadi kita sendiri berada dalam kondisi tersebut, atau orang-orang disekitar kita.
Treadmill hedonic sendiri merupakan kondisi dimana seseorang berhasil mencapai apa yang mereka inginkan dan usahakan. Namun merasa masih kurang atau bahkan tidak merasakan kebahagiaan sama sekali akan pencapaian tersebut.
Pada dasarnya, kita akan merasa puas atau bahagian dengan pencapaian yang kita dapatkan. Baik itu berupa benda, pengalaman, prestasi, dan masih banyak lagi. Namun orang dengan treadmill hedonic seakan kehilangan sensitivitas emosional mereka akan pencapaian tersebut.
Sayangnya hingga saat ini belum diketahui penyebab utama dari treadmill hedonic. Meski demikian, beberapa sumber memaparkan bahwa treadmill hedonic bisa saja dipicu oleh kejadian berulang yang membuat seseorang merasa biasa saja akan pencapaiannya. Misalnya saat kita mengidolakan dan bertemu dengan idola kita. Saat awal pertemuan kita memang merasa sangat senang. Namun jika pertemuan itu berlangsung hingga berkali-kali, rasa senang yang kita rasakan tentu tidak lagi sama dengan pertemuan pertama tadi.
Treadmill hedonic memang merupakan kondisi yang cukup sering kita jumpai. Namun karena kurangnya kepekaan dan pengetahuan akan hal tersebut, kondisi ini cukup sering terabaikan. Pengabaian akan kondisi treadmill hedonic ini bisa membuat seseorang merasa hampa. Pasalnya, sesuatu yang dianggap bisa membuatnya bahagia, kenyataannya tidak dapat membuatnya merasa bahagia. Kurangnya kebahagiaan seseorang sangat mungkin membuat seseorang rentan terhadap berbagai gangguan psikologis, seperti stress berlebih, hingga depresi.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi treadmill hedonic, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai 5 siklus treadmill hedonic yang perlu kita pahami. Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utama, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Kondisi treadmill hedonic tentu tidak terjadi begitu saja. Melainkan, orang yang mengalami treadmill hedonic akan melalui beberapa siklus. Siklus treadmill hedonic dalam hal ini merupakan pola perubahan emosi yang dialami manusia setelah melewati kejadian tertentu. Terlepas dari positif maupun negatifnya emosi tersebut.
Untuk memahami kondisi treadmill hedonic itu sendiri, berikut 5 siklus dari treadmill hedonic:
Euforia Awal

Pada siklus pertama treadmill hedonic, seseorang akan mengalami euforia awal. Siklus euforia awal ini dialami saat seseorang pertama kali mencapai apa yang mereka harapkan atau usahakan. Seperti namanya, di tahap ini seseorang akan merasakan kesenangan, kepuasan, atau euforia akan pencapaian mereka.
Contoh dari siklus euforia awal ini adalah saat seseorang mendapatkan gaji pertama mereka dalam bekerja. Tentu akan ada perasaan bahagia tersendiri saat seseorang berhasil mendapatkan gaji pertama yang telah mereka nantikan sejak lama. Terutama untuk mereka yang telah lama lulus dan menganggur sekian lama.
Adaptasi
![]()
Pada siklus kedua treadmill hedonic, seseorang akan mengalami masa adaptasi. Siklus adaptasi ini dialami seiring dengan berjalannya waktu. Artinya, siklus adaptasi dimulai saat beberapa waktu dari pencapaian yang mereka dapatkan.
Adaptasi sendiri merupakan kondisi psikologis yang dirasakan seseorang guna menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada di dalam hidupnya. Dalam kondisi treadmill hedonic, adaptasi yang dimaksud perasaan yang dialami seseorang akan kembali ke tingkat yang lebih stabil. Dengan demikian, pencapaian tidak lagi begitu membuatnya merasakan euforia seperti pada siklus pertama.
Baca juga: Mengenal Istilah Treadmill Hedonic Dalam Psikologi
Pencarian Kembali

Pada siklus ketiga treadmill hedonic, seseorang akan mengalami pencarian kembali. Saat berhasil beradaptasi dengan pencapaian yang didapatkan, seseorang cenderung memiliki keinginan untuk merasakan euforia seperti tahap pertama. Keinginan tersebutlah yang membuat seseorang berusaha untuk mendapatkan hal-hal yang bisa membuat mereka merasakan euforia tersebut.
Persepsi Kebahagiaan yang Terus Berubah

Pada siklus keempat treadmill hedonic, seseorang akan mengalami persepsi kebahagiaan yang terus berubah. Pada siklus ini seseorang akan terus mengejar hal-hal yang dianggap bisa membuatnya merasa bahagia. Namun sayangnya, persepsi tentang kebahagiaan tersebut terus mengalami perubahan. Pada akhirnya, mereka tidak lagi mendapatkan kebahagiaan atau kepuasan akan pencapaiannya.
Pola Berulang

Pada siklus kelima treadmill hedonic, seseorang akan mengalami pola berulang. Jika individu tidak menanggulangi keempat siklus diatas, tidak menuntut kemungkinan siklus tersebut akan mengalami pengulangan. Mulai dari euforia awal, adaptasi, pencarian kembali, persepsi kebahagiaan yang terus berubah, kembali lagi ke euforia awal, dan begitu terus selanjutnya.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai 5 siklus treadmill hedonic yang perlu kita ketahui. Terkadang treadmill hedonic sudah kita alami, namun karena kurangnya pengetahuan maka tidak kita sadari hal tersebut.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Manfaat Self Care Terhadap Kesehatan Mental
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



