Semua artikel
Masalah Mental

4 Bentuk Gaslighting yang Perlu Diketahui

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang bertujuan untuk membuat korban meragukan kewarasan dan kepercayaannya pada diri sendiri. Ada beberapa tipe gaslighting yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, dan penting untuk mengenali tipe-tipe tersebut agar dapat melindungi diri dari efek negatif gaslighting.

Tindakan gaslighting ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan atau pengaruh dalam kehidupan korban, seperti pasangan, orangtua, atau bos di tempat kerja. Mereka melakukannya dengan tujuan agar korban merasa gila dan tidak stabil secara emosional sehingga bisa dimanfaatkan demi kepentingan pelaku.

Gaslighting ini sering terjadi dan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Walaupun demikian, seringkali korban tidak menyadarinya karena perilakunya yang terjadi secara samar-samar. Padahal, tindakan manipulatif ini sudah sangat merugikan karena sudah termasuk emotional abusive. Oleh karena itu, penting untuk memahami tipe atau bentuk gaslighting yang ada agar dapat mengidentifikasi tindakan tersebut dan mengambil tindakan yang tepat.

Dictatorship oppression collage concept

4 Bentuk Gaslighting

Gaslighting dapat dilakukan dengan beragam bentuk. Walaupun demikian, mereka memiliki satu hal yang sama, yakni menggunakan ketidakjujuran untuk menyangkal pengalaman orang lain. Juga untuk menegaskan bahwa masalahnya ada pada korban, bukan pada pelaku.

Untuk lebih mudah dalam memahaminya, gaslighting pun dibagi-bagi menjadi ke dalam beberapa jenis dan tipe. The South African College of Applied Psychology (SACAP) membagi gaslighting menjadi 4 bentuk, diantaranya sebagai berikut :

1. Kebohongan Langsung

Tujuan berbohong disini adalah untuk menyembunyikan perilaku buruk dari si pelaku. Kebohongan menabur perasaan ketidakpercayaan dan keraguan yang mendalam dalam hubungan.

Yang sering membuat orang bingung adalah keberanian, kemudahan, dan frekuensi kebohongan yang diceritakan oleh beberapa gaslighter. Oleh karena itu, untuk menilai seseorang yang menyulut Anda, perhatikan pada tindakannya, bukan perkataannya. Mengingat apa yang mereka katakan seringkali tidak benar.

Tak hanya itu, bentuk kebohongan yang mereka lakukan ialah dengan memproyeksikan apa yang mereka lakukan kepada orang lain. Mengklaim bahwa dirinya tidak berbohong, melainkan orang lain yang berbohong.

Mungkin kita jarang mengenal seseorang yang kerap berani menggandakan kebohongan mereka sendiri. Sehingga alih-alih mempertanyakan integritas si pembohong lebih jauh, justru korban mempercayainya. Inilah yang menjadi taktik manipulasi yang sangat berhasil untuk mengisolasi seseorang dari kebenaran dan struktur pendukungnya.

Baca juga: Pikiranmu, Pertahananmu: Apa Itu Defense Mechanism?

2. Manipulasi Realitas

Ketika seseorang terus-menerus menyangkal pengalaman atau persepsi Anda, Anda mulai mempertanyakan apa dan bagaimana Anda mengingat sesuatu. Anda mulai meragukan penilaian Anda, serta ingatan Anda tentang peristiwa atau apa yang dikatakan.

Seiring waktu, ini mengikis harga diri Anda dan pada akhirnya kesejahteraan mental Anda. Akhirnya, meskipun Anda memiliki bukti bahwa Anda benar, Anda tetap meragukan diri Anda sendiri sebagai saksi yang dapat diandalkan atas realitas Anda sendiri.

Hal itu merupakan hasil dari peningkatan penerimaan deskripsi dari gaslighter tentang suatu peristiwa. Juga termasuk pertanyaan terus menerus tentang ingatan, interpretasi, dan persepsi Anda sendiri.

Kadang-kadang, jika pelaku takut mereka akan kehilangan hubungan, mereka mungkin beralih menjadi sangat tegas dan peka terhadap pengalaman orang lain untuk sementara waktu. Ini berfungsi untuk menyembunyikan tindakan gaslighting mereka untuk waktu yang cukup sampai memperbaiki hubungan dan mendapatkan kembali kepercayaan.

Fluktuasi mereka antara perilaku hangat dan dingin cenderung membuat Anda bertanya-tanya apakah keadaannya seburuk yang Anda duga. Dan Anda mungkin kembali mempertanyakan apakah Anda tidak terlalu menghakimi dan kasar, memperdalam penipuan dan memulai kembali siklus abusive ini.

3. Mengambinghitamkan

Mengambinghitamkan atau menyalahkan orang lain biasanya dilakukan oleh gaslighter untuk membenarkan perilaku buruk yang mereka lakukan. Ini dilakukan dengan memilih-milih dan mengkritik orang lain.

Akibatnya, orang yang menjadi kambing hitam atau yang tertuduh kemudian bertanggung jawab atas hal-hal yang bukan kesalahannya. Lalu pelaku pun merasa bahwa tindakan mereka dibenarkan sehingga perilaku buruk mereka pun dibebaskan.

Selain itu, dengan memfokuskan perhatian Anda untuk membela diri, mereka justru mengalihkan perhatian Anda dari melihat perilaku mereka yang apa adanya menjadi tidak dapat diterima.

Hubungan yang sehat kerap memiliki aspek kritik yang membangun dengan umpan balik yang jujur. Namun, hal tersebut akan menjadi berbahaya apabila dilakukan dengan cara menyakitkan atau membingungkan. Alih-alih mengatakan demi memperbaiki komunikasi, justru bentuk kritik seperti itu harusnya dihilangkan.

Selain itu, ketika hal ini terjadi, sering juga berarti bahwa hanya satu orang yang terus dituntut untuk memperbaiki diri. Sementara pada saat yang sama, mereka terjebak dalam siklus mempertahankan integritas masing-masing. Hal ini sering mengakibatkan perasaan malu yang mengakar. Sebaliknya, penuduh mengambil peran sebagai korban atau pasangan yang murah hati, sabar dan pemaaf.

4. Pemaksaan

Pemaksaan adalah spektrum dari perilaku. Mulai dari meyakinkan seseorang dengan menggunakan pesona atau terlihat sangat peduli. Itu juga bisa berupa memberikan tekanan atau secara emosional dan/atau manipulatif secara verbal untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Seringkali gaslighter menggunakan sesuatu yang penting atau dekat dengan hati Anda sebagai amunisi. Lalu beberapa saat kemudian, mereka menjadi berubah total dengan bersikap kasar atau mengintimidasi pasangan. Pada akhir spektrum pemaksaan ini,bentuk penyalahgunaan lainnya pun juga bisa menyusup.

Kontrol secara koersif atau memaksa adalah dengan membuat Anda tergantung pada orang lain. Ada tanda-tanda tertentu ketika hal tersebut terjadi. Misalnya, ketika Anda merasa semakin terisolasi atau kurang mandiri atau tindakan sehari-hari Anda dipantau dan/atau diatur.

Baca juga: Cara Mendeteksi, Mencegah, dan Menolong Anak Dengan Kesehatan Mental yang Terganggu 

 

Sumber:

Durham, S., & Young, K. (2023, January 23). Understanding Abuse: Types of Gaslighting. SACAP. https://www.sacap.edu.za/blog/applied-psychology/types-of-gaslighting/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

4 Bentuk Gaslighting yang Perlu Diketahui — DeepTalk