Deeptalk.co.id – Jika kamu masih asing dengan istilah dissociative identity disorder, kamu mungkin kenal dengan istilah kepribadian ganda. Keduanya adalah kondisi yang sama dengan istilah yang berbeda.
Dissociative identity disorder (DID) atau kepribadian ganda merupakan salah satu gangguan mental, yang ditandai dengan adanya dua atau lebih kepribadian dalam diri seseorang, baik disadari maupun tidak disadari. Dissociative identity disorder ini juga tercatat sebagai salah satu gangguan disosiatif pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th edition (DSM-5) yang merupakan panduan diagnosis gangguan mental bagi para Psikolog dan Psikiater seluruh dunia.
Orang yang mengalami dissociative identity disorder ini memiliki kepribadian lain yang bisa jadi memiliki identitas dengan usia, jenis kelamin, bahkan kebiasaan yang berbeda dengan kepribadian utama yang dimiliki. Penderita dissociative identity disorder ini juga akan mengalami perubahan identitas satu ke identitas lainnya secara bergantian pada waktu yang cukup random. Terbentuknya identitas baru pada penderita dissociative identity disorder ini bisa jadi dipicu oleh adanya kejadian traumatis yang sangat membekas. Untuk itu penting bagi setiap orang yang mengalami trauma agar mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin.
Untuk dapat memastikan apakah seseorang mengalami dissociative identity disorder diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dari Psikolog atau Psikiater. Hal ini penting untuk meminimalisir kesalahan diagnosis dan penanganan pada penderita. Dengan demikian, melakukan self diagnosis untuk kasus dissociative identity disorder ataupun kondisi kesehatan lainnya sangat tidak dianjurkan.
Komplikasi Dissociative Identity Disorder

Penderita dissociative identity disorder ini sangat perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Pasalnya, saat penderita tidak mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin, kondisi dissociative identity disorder ini bisa menimbulkan gejala yang lebih parah, dan mengundang komplikasi lain bagi diri sendiri.
Adapun komplikasi yang bisa dialami akibat kondisi dissociative identity disorder adalah sebagai berikut:
Penurunan prestasi kerja atau akademik
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa penderita dissociative identity disorder mengalami perubahan kepribadian, dari kepribadian satu ke kepribadian lainnya. Saat perubahan tersebut terjadi, kepribadian kedua tidak akan mengerjakan tugas dan kewajiban kepribadian pertama, dan begitu juga sebaliknya. Hal inilah yang akhirnya membuat penderita mengalami penurunan baik itu dalam pretasi kerja ataupun pendidikan.
Memperburuk hubungan sosial
Selain penurunan dalam prestasi kerja dan akademik, hal yang sama juga terjadi pada hubungan sosial penderita. Perubahan kepribadian yang dialami membuat orang-orang yang tidak memahami kondisinya merasa penderita adalah orang yang aneh dan memiliki kepribadian yang aneh. Hal ini bisa membuat penderita dijauhi oleh orang-orang disekitarnya. Untuk itu penting bagi kita memberikan edukasi kepada orang lain mengenai kondisi yang kita alami.
Baca juga : Dissociative Identity Disorder : Kepribadian Ganda
Resiko kecacatan pada tubuh
Pada umumnya penderita dissociative identity disorder tidak mengenali kepribadian yang dimiliki satu sama lain sampai akhirnya mereka mencari tahu hal tersebut. Kepribadian yang terbentuk juga tidak selalu memiliki sifat dan sikap yang baik. Dengan begitu, sangat mungkin untuk salah satu dari kepribadian yang terbentuk pada penderita dissociative identity disorder untuk melukai diri sendiri dan mengakibatkan kecacatan pada tubuh.
Bunuh diri
Sama halnya dengan point sebelumnya, salah satu kepribadian yang dimiliki oleh penderita dissociative identity disorder bisa melakukan hal-hal yang tidak diharapkan, seperti bunuh diri. Selain itu, perubahan kepribadian yang tidak diketahui ini sering kali menimbulkan kebingungan dan banyak masalah bagi penderita. Tidak jarang diantara mereka akhirnya merasa putus asa dan memilih jalan untuk melakukan percobaan bunuh diri.
Penanganan Pada Penderita Dissociative Identity Disorder

Mengingat komplikasi dissociative identity disorder yang sudah dipaparkan di atas, kita tentu perlu menyimpan perhatian terhadap kondisi mental yang satu ini. Untuk itu, saat kamu atau orang disekitar menunjukkan beberapa gejala dari dissociative identity disorder, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Diagnosis yang didapatkan dari Psikolog atau Psikiater inilah yang nantinya akan dijadikan landasan untuk menentukan penanganan apa yang paling tepat untuk diberikan pada penderita. Pasalnya, gejala yang ditunjukkan bisa jadi diidentifikasi sebagai gangguan lain, atau penderita bisa jadi gejala yang ditunjukkan diidentifikasi dengan kondisi yang lebih parah atau lebih ringan. Untuk itu sangat tidak disarankan melakukan self diagnosis.
Adapun penanganan pada penderita dissociative identity disorder bisa berupa terapi psikologis, atau dibantu dengan mengkonsumsi beberapa obat-obatan yang tentunya sudah melalui peresepan oleh Dokter atau Psikiater.
Sedangkan psikoterapi yang umum diberikan pada penderita dissociative identity disorder bisa berupa terapi perilaku kognitif, terapi perilaku dialektik, eye movement desensitization and reprocessing, atau jenis terapi lain yang dirasa perlu.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai komplikasi dan penanganan pada kondisi dissociative identity disorder. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Dissociative Amnesia : Kehilangan Ingatan Akibat Kejadian Traumatis
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



