Semua artikel
Kesehatan Mental Remaja

Remaja Masa Kini Mengalami Darurat Kesehatan Mental

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Apakah kamu sadar bahwa akhir-akhir ini cukup banyak remaja yang mengalami gangguan mental. Gangguan mental yang dialami juga cukup beragam, lau dari yang ringan hingga berat.

Saat membuka sosial media, tidak jarang kita temui postingan remaja yang baru saja berkonsultasi dengan psikolog. Ada juga remaja yang membagikan cerita mereka tentang bagaimana mereka berjuang dalam mengobati gangguan mental yang dialami.

Tidak hanya di sosial media, tidak jarang kita mendengar berita mahasiswa yang memutuskan untuk bunuh diri karena stress atau depresi. Hal ini membuat pernyataan “remaja masa kini mengalami darurat kesehatan mental” bisa dibenarkan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim Divisi Psikiatri Anak dan Remaja, Fakultas Kesehatan di Universitas Indonesia menemukan bahwa 95,4% remaja Indonesia di usia 16-24 tahun pernah mengalami gejala kecemasan, dan 88% pernah mengalami gejala depresi pada usia tersebut.

Namun, terlihatnya masalah kesehatan pada remaja masa kini juga bisa dikarenakan perkembangan teknologi yang memudahkan kita untuk berbagi informasi melalui media sosial. Selain itu, peningkatan kepedulian terhadap kesehatan mental membuat seseorang akan lebih percaya diri untuk mengunjungi psikolog atau psikiater.

Masa remaja juga merupakan masa transisi dari masa anak ke masa dewasa. Mengalami stress akibat tekanan dan tuntutan untuk terjun ke masyarakat tentu bukanlah hal yang mudah untuk dilalui.

Selain itu, remaja juga mengalami aktifnya hormon reproduksi, perkembangan otak yang terus berlangsung, serta pembentukan identitas diri mereka. Untuk melalui hal-hal tersebut, anak akan merasakan ketidak stabilan emosi atau pengambilan keputusan tanpa dipikirkan lebih matang sebab dan akibatnya.

Ciri-Ciri Remaja yang Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

Sebagai orang dewasa, menjaga remaja untuk sehat secara mental sudah seperti kewajiban, mengingat remaja merupakan generasi penerus bangsa yang harus tumbuh dengan baik dan sehat. Remaja yang sehat secara mental akan merasa lebih bahagia dalam menjalani kehidupannya.

Untuk memastikan remaja memiliki kesehatan mental yang baik, Anda perlu mengetahui ciri-ciri remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental. Hal ini dilakukan untuk menanggulangi ciri-ciri tersebut. Berikut beberapa ciri-cirinya:

Susah mengontrol emosi

Sejak usia anak seharusnya sudah diajarkan bagaimana cara merasakan dan memanajemen emosi yang dimilikinya. Anak yang tidak sehat secara mental cenderung memiliki emosi yang meledak-ledak. Mereka akan marah dengan mudah atau sedih yang mendalam tanpa alasan yang jelas. Selain itu, mereka juga sering kali menyalahkan dirinya dan merasa tidak berharga.

Perubahan perilaku yang tidak wajar

Jika remaja tiba-tiba mengalami perubahan perilaku yang tidak wajar, orang tua atau orang dewasa lainnya perlu menaruh perhatian lebih terhadap anak remaja tersebut. Misalnya, anak yang tadinya mudah bergaul, tiba-tiba menjadi penyendiri atau bahkan menutup diri dari lingkungan sosial. Perilaku semacam ini bisa jadi penyebab dari terganggunya kesehatan mental pada anak remaja tersebut.

Menurunnya prestasi akademik atau non-akademik

Anak yang mengalami gangguan kesehatan mental umumnya kehilangan minat pada hal-hal yang dia senangi. Misalnya, sebelumnya dia adalah anak yang memiliki prestasi di bidang olahraga, tiba-tiba tidak melakukannya lagi.

Selain itu, anak dengan gangguan kesehatan mental juga cenderung mengalami penurunan fungsi kognitifnya. Hal ini mengakibatkan anak mengalami penurunan dalam prestasi akademiknya di sekolah.

Selain ketiga ciri di atas, masih banyak ciri lainnya lagi yang dapat ditunjukkan oleh anak dengan gangguan kesehatan mental yang terganggu, misalnya mengalami gangguan tidur dan makan, melakukan kebiasaan buruk, hingga mengalami penurunan kesehatan fisik.

Baca juga: Personality Disorder: Hati-Hati! Antisosial Termasuk Gangguan Mental

Tindakan Menjaga Kesehatan Pada Mental Remaja

Setelah mengetahui beberapa ciri-ciri di atas, terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan oleh orang dewasa untuk mendukung anak sehat secara mental, yaitu:

Ajari remaja untuk mengungkapkan perasaanya

Mengekspresikan perasaan seharusnya sudah diajarkan sejak kecil. Namun, beberapa orang tua hanya mengajarkan cara mengekspresikan perasaan positif saja. Pada kenyataannya, perasaan negatif seperti marah dan sedih juga harus diluapkan agar tidak terpendam.

Orang dewasa bisa mencoba untuk membuka pembicaraan saat remaja terlihat murung. Tidak ada salahnya untuk menanyai kondisi perasaannya dan mendorong remaja untuk bercerita dari hati ke hati.

Ciptakan quality time bersama

Hal ini penting dilakukan oleh orang tua. Terlalu banyak bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari seringkali membuat orang tua melewatkan masa-masa perkembangan anak. Tanpa disadari, anak membutuhkan waktu orang tua untuk sekedar bercerita dan menikmati waktu bersama.

Selesaikan konflik bersama

Ada kalanya kita mengalami sedikit perbedaan pendapat dengan remaja. Hal ini tidak mengherankan mengingat mereka memiliki pola pikir yang berbeda dengan orang dewasa. Cobalah untuk duduk bersama dan mencoba untuk mencari jalan keluar bersama. Jangan selalu membantah omongan mereka, cobalah dengarkan dan mengerti apa yang mereka inginkan.

Membahas permasalahan tentang remaja tentu memiliki tantangan tersendiri. Namun, sebagai orang dewasa perlu untuk lebih bijak dalam menghadapi mereka. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda dan Cara Mengatasi Putus Asa

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Remaja Masa Kini Mengalami Darurat Kesehatan Mental — DeepTalk