Semua artikel
Kekerasan

Psikopat : Orang Tanpa Perasaan dan Emosi

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Kamu mungkin pernah menonton film dengan adegan pembunuhan yang begitu sadis dengan tindakan-tindakan yang tidak bisa diterima oleh akal sehat kita. Dalam film semacam itu, pelaku pembunuhan biasanya dikenal sebagai sosok yang manipulatif, dan cenderung tidak memiliki hati nurani. Jika kamu pernah menonton film semacam itu, maka kamu sudah sedikit akrab dengan perilaku seorang psikopat.

Istilah psikopat sendiri memang sudah cukup familiar di telinga kita. Namun apakah kamu sudah benar-benar mengetahui seperti apa karakteristik sebenarnya dari seorang psikopat? Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai psikopat dan karakteristik yang perlu kita waspadai.

Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami gejala seperti apa yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai psikopat.

Pengertian Psikopat

Istilah psikopat merupakan istilah non-medis yang diberikan untuk menggambarkan orang-orang dengan kecenderungan perilaku antisosial, empati yang minim, dan temperamen yang sulit untuk dideteksi. Walaupun lebih sering dikenal dengan istilah psikopat, dalam dunia medis kondisi serupa dikenal dengan istilah gangguan kepribadian antisosial.

Seorang psikopat pada dasarnya sering melakukan pelanggaran terhadap norma-norma yang berlaku di masyarakat. Meski demikian, kemampuan manipulatif yang mereka miliki membuat mereka cenderung memiliki karismatik yang baik. Mereka juga memiliki kemampuan adaptasi yang baik, namun kembali lagi bahwa ini merupakan bentuk dari sikap manipulatif yang mereka miliki. Tindakan tersebut dilakukan hanya sampai mereka mendapatkan apa yang diinginkan.

Seorang psikopat juga tidak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Hal inilah yang membuat mereka terus melakukan kesalahan yang sama. Bahkan mereka mampu merencanakan kejahatan dengan sangat rapi. Hal ini tidak jauh dari kemampuan manipulatif yang membuat mereka cenderung disukai oleh banyak orang.

Walaupun psikopat sering kali dikaitkan dengan masalah-masalah pembunuhan atau tindakan kriminal lainnya, namun tidak semua psikopat adalah pelaku tindakan kriminal dan tidak semua pelaku tindakan kriminal adalah psikopat. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut agar dapat memastikan apakah orang tersebut benar-benar seorang psikopat atau tidak.

Baca juga : Pengertian Psikopat dan Perbedaan Dengan Sosiopat

Penyebab Psikopat

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti seseorang menjadi psikopat. Meski demikian, banyak beberapa faktor yang dipercaya dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menjadi psikopat, yaitu:

Gangguan fungsi otak

Seorang psikopat umumnya mengalami penurunan fungsi pada beberapa bagian otak seperti amygdala, insula dan korteks prefrontal. Bagian-bagian otak tersebut pada dasarnya membantu seseorang dalam pengelolaan emosi, empati, dan pengambilan keputusan. Dengan demikian, yang satu ini bisa berdampak pada kecenderungan mengatur emosi yang buruk, kurangnya empati, dan pengambilan keputusan yang gegabah.

Genetik

Perlu diketahui bahwa kepribadian dan kondisi mental seseorang bisa merupakan keturunan dari orang tua dan keluarga mereka. Dalam hal ini, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi psikopat, bisa saja menurunkan kondisi yang yang sama. Meski demikian, dalam beberapa kondisi hal ini perlu dipicu oleh faktor-faktor lainnya yang didapatkan dari lingkungan.

Trauma

Selain faktor genetik, orang yang pernah mengalami kejadian traumatis juga bisa memicu jiwa-jiwa psikopat dalam diri orang tersebut. Misalnya seseorang dengan riwayat kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi pada masa kanak-kanak, menyaksikan perkelahian orang tua, korban KDRT, hingga pola asuh yang salah dapat membentuk seseorang menjadi psikopat.

Gejala Psikopat

Pada dasarnya gejala yang ditunjukkan dari seorang psikopat baru dapat terlihat pada usia 15 hingga 18 tahun. Sayangnya untuk dapat memastikan apakah seseorang benar-benar psikopat atau tidak tentu diperlukan diagnosa dari Psikolog atau Psikiater. Meski demikian, cukup jarang orang-orang yang menyadari adanya kelainan dari kondisi dirinya. Untuk itu, kita perlu membekali diri mengenai pengetahuan dari gejala seorang psikopat berikut:

·         Mudah marah dan cenderung bersikap agresif. Tidak jarang mereka juga melakukan beberapa kekerasan fisik maupun mental.

·         Memiliki sifat dan sikap percaya diri yang tinggi, serta cenderung memiliki karismatik.

·         Melakukan tindakan melawan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

·         Cenderung melakukan apapun yang mereka inginkan, walau terkadang mengabaikan atau bahkan merugikan orang lain.

·         Setelah melakukan kesalahan, mereka tidak menunjukkan rasa bersalah.

·         Tidak memiliki empati terhadap orang lain atau lingkungan sekitarnya.

·         Suka berbohong dan manipulatif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

·         Cenderung melakukan tindakan kriminal yang berulang-ulang.

·         Tidak peduli dengan tanggung jawab yang mereka miliki.

·         Memiliki kesenangan dalam menyakiti atau menyiksa binatang atau manusia.

·         Memiliki kebiasaan merusak barang dan melakukan kecurangan.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai seorang psikopat. Pada dasarnya kita perlu waspada terhadap orang-orang dengan beberapa gejala di atas. Namun perlu diketahui juga bahwa mereka adalah orang-orang yang membutuhkan pertolongan secara medis.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Misoginis : Rasa Benci Berlebihan Terhadap Wanita

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Psikopat : Orang Tanpa Perasaan dan Emosi — DeepTalk