Deeptalk.co.id – Tonic immobility adalah kondisi yang sering kali menimpah para korban kekerasan seksual. Walau tidak semua korban mengalami hal tersebut, namun terjadinya tonic immobility justru sering membuat korban disudutkan. Bagaimana tidak, alih-alih melakukan perlawanan, tonic immobility justru membuat korban mengalami kelumpuhan sesaat dan tidak melakukan perlawanan terhadap pelaku.
Korban kekerasan seksual yang mengalami tonic immobility sering kali disalahkan akibat tidak melakukan perlawanan. Padahal itu bukan karena mereka tidak ingin melawan, melainkan karena secara tiba-tiba mereka seakan tidak bisa berbuat apapun. Hal ini merupakan salah satu respon akibat ancaman yang cukup besar.
Untuk itu rasanya sangat tidak bijak jika kita menyalahkan korban dalam kasus ini. Korban sudah menanggung rasa sakit baik secara fisik maupun mental. Sebagai orang terdekatnya, dukungan emosional sangat dibutuhkan untuk membantu korban melalui masa-masa pemulihannya.
Lantas, apa yang sebenarnya menyebabkan tonic immobility dan bagaimana cara mengatasinya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini akan secara khusus membahas penyebab dan cara mengatasi tonic immobility. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu membutuhkan informasi lebih mengenai kondisi tonic immobility, kamu bisa berdiskusi dengan orang-orang yang ahli di bidang tersebut.
Berikut penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasi tonic immobility.
Penyebab Tonic Immobility

Jika kita mengacu pada jurnal yang diterbitkan oleh Acta Obstetrecia et Gynecologica Scandinavica, maka dipercaya bahwa saat menghadapi ancaman ekstrim manusia bisa saja mengalami hambatan motorik sementara. Hal ini diduga merupakan respon dari rasa takut yang sangat besar terhadap ancaman. Dengan demikian, korban akhirnya mengalami kondisi tonic immobility.
Namun selain itu, masih banyak hal lain yang dianggap dapat menjadi penyebab seseorang mengalami tonic immobility, diantaranya:
Pengaruh aktivitas hormon
Dilansir pada artikel terbitan skata.info, Arkansas Coalition Against Sexualt Assault (ACASA) menyatakan bahwa kondisi tonic immobility bisa saja terjadi akibat pengaruh hormon. Dalam hal ini hormon yang dimaksud adalah hormon kortikosteroid. Hormon tersebut dapat mengakibatkan seseorang mengalami penurunan energi, bahkan membuat orang menjadi kaku.
Kejadian traumatis
Kondisi tonic immobility juga bisa terjadi jika korban pernah mengalami kejadian traumatis sebelumnya. Misalnya, korban pernah mengalami kekerasan seksual sebelumnya, dan mengalami kejadian yang sama lagi. Kekerasaan seksual yang dialami saat ini bisa memunculkan kembali ingatan-ingatan sebelumnya, dan akhirnya membuat korban semakin tertekan. Kondisi inilah yang akhirnya bisa memicu tonic immobility.
Tidak hanya dalam kasus kekerasan seksual, tonic immobility juga bisa terjadi pada korban kekerasan emosional, kecelakaan, kekerasan fisik, bahkan trauma yang berkaitan dengan peperangan atau bencana alam.
Baca juga : Tonic Immobility : Lumpuh Sementara Saat Mengalami Kekerasan Seksual
Cara Mengatasi Tonic Immobility

Pada dasarnya ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi tonic immobility. Namun langkah awal yang bisa dilakukan tentunya mencari pertolongan secara medis. Hal ini bisa dilakukan dengan menemui psikolog atau psikiater, dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dengan ahlinya, baru akan ditentukan penanganan apa yang paling tepat untuk diberikan. Hal ini akan disesuaikan dengan gejala dan tingkat keparahan gejala yang dirasakan.
Berikut beberapa bentuk penanganan yang bisa diberikan pada penderita tonic immobility:
Terapi perilaku kognitif
Terapi perilaku kognitif merupakan salah satu penanganan masalah kesehatan mental yang cukup populer. Terapi ini bekerja dengan memperbaiki pola pikir dan perilaku yang dialami oleh pasien. Dalam hal ini, korban akan diajarkan bagaiamana respon yang tepat dalam menghadapi masalah, serta mekanisme koping untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan.
Terapi EMDR
Jenis penanganan lainnya adalah dengan mengikuti terapi EMDR atau eye movement desensitization and reprocessing. Terapi ini bekerja dengan mengganti emosi-emosi negatif yang muncul akibat trauma, dengan emosi yang lebih positif.
Dalam prosesnya, terapis akan meminta korban untuk mengingat kembali kejadian-kejadian traumatis, lalu disaat yang sama terapis akan mengalihkan pikiran ke arah yang lebih positif. Selain itu, terapis juga akan mengajarkan kepada korban mengenai cara mengubah emosi negatif ke arah yang lebih positif.
Self care
Selain mendapatkan bantuan dari para ahli, korban juga harus memiliki keinginan kuat untuk bisa terlepas dari rasa trauma yang dialami. Hal ini bisa dilakukan dengan cara meningkatkan self care. Selain bisa membantu dalam penanganan tonic immobility, self care juga bisa membuat kita jauh dari stress berlebih.
Banyak cara untuk melakukan self care, misalnya dengan rutin berolahraga, makan makanan yang bergizi, mengatur pola tidur, melakukan perawatan tubuh, dan masih banyak lagi. Termasuk melakukan kegiatan-kegiatan yang menurutmu menyenangkan.
Itu dia beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi tonic immobility. Dalam beberapa kasus penanganan mungkin bisa berbeda, atau justru dikombinasikan satu sama lain. Hal ini akan disesuaikan dengan kebutuhan korban.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Tips Agar Terhindar Dari Birthday Blues
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



