Semua artikel
Kesehatan Mental Remaja

Pengaruh Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Usia remaja merupakan usia peralihan dari usia anak ke usia dewasa. Usia remaja juga merupakan fase yang paling singkat. Meski demikian, fase ini mencangkup segala persiapan menuju kedewasaan. Hal inilah yang membuat masa remaja dipenuhi dengan kelabilan.

Masa remaja merupakan masa dimana pergaulan mulai berkembang. Tidak jarang kita menemukan segerombolan remaja dalam suatu tempat. Tidak hanya membangun interaksi secara langsung, cukup banyak remaja yang memilih media sosial sebagai media interaksi sesama mereka.

Media sosial yang cukup populer di kalangan remaja untuk saat ini adalah TikTok, Instagram, Facebook, Youtube, dan masih banyak lagi. Bagi remaja, media sosial menjadi ajang mengekspresikan diri hingga mengekspos kegiatan harian mereka. Tidak jarang tindakan tersebut justru mendatangkan rasa iri antar sesama pengguna media sosial. Jika berlangsung lama dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, rasa iri ini bisa berkembang menjadi gangguan mental seperti depresi.

Media sosial sendiri bertujuan sebagai tempat aktualisasi diri, membentuk komunitas online, menjalin hubungan secara pribadi antar sesama pengguna, hingga dapat menjadi media pemasaran. Tidak heran mengapa media sosial menjadi media yang cukup digemari oleh banyak orang, khususnya remaja.

Media sosial mendatangkan berbagai dampak terhadap kesehatan mental remaja. Untuk itu, media sosial perlu digunakan secara bijak dan benar, serta diperlukan peran orang dewasa untuk memantau agar penggunaan media sosial pada remaja tidak diluar batas wajar.

Dampak Positif Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja

Media sosial tidak selalu mendatangkan dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja. Cukup banyak remaja yang membangun interaksi secara positif antar sesama mereka melalui media sosial. Interaksi positif ini dapat mendatangkan informasi dan pengetahuan baru bagi mereka. Selain itu, memiliki teman untuk bercerita bisa menjadi media penyaluran emosi untuk remaja.

Remaja juga dapat menunjukkan eksistensi yang mereka miliki melalui media sosial. Hal ini akan membawa dampak positif jika dicerna secara positif juga. Misalnya, menjadi media penyemangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Tidak hanya seputar interaksi antar sesama pengguna saja, media sosial juga bisa menjadi langkah awal bagi remaja untuk mengenal kemajuan teknologi. Hal ini akan sangat berguna bagi remaja untuk menghadapi persaingan global.

Selain beberapa hal di atas, masih banyak lagi dampak positif dari penggunaan media sosial. Dengan demikian, penggunaan media sosial bukan hal yang perlu dihentikan bagi remaja. Mereka hanya membutuhkan arahan agar dapat berjalan di jalan yang lurus.

Baca juga: Identifikasi Kesehatan Mental Pada Anak Sejak Dini

Dampak Negatif Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja

Meskipun memiliki beragam dampak positif, namun media sosial juga bisa mendatangkan dampak negatif. Khususnya pada kesehatan mental remaja. Remaja yang tidak mendapatkan arahan yang baik terhadap penggunaan media sosial bisa saja justru membuat mereka mengalami berbagai gangguan mental.

Salah satu contoh gangguan mental yang dapat dialami remaja akibat penggunaan media sosial adalah depresi. Hal ini umumnya dialami akibat rasa iri atau ekspektasi terhadap diri sendiri yang tidak sesuai dengan orang-orang yang ada pada media sosial tersebut.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ni Komang Trisna Prihayanti, Putu Oka Yuli Nurhesti, dan Kadek Eka Swedarma pada tahun  2021 menunjukkan bahwa Terdapat hubungan antara kecanduan bermain internet dengan gejala depresi pada remaja di SMAN 2 Denpasar.

Penelitian lain serupa yang dilakukan oleh Murandari, Ahmad Gimmy P. Siswadi, dan Nur Octavia H. pada tahun 2021 juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi dari adiksi media sosial dengan gangguan kesehatan mental yaitu kecemasan dan depresi.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, tentunya dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial pada remaja perlu menjadi perhatian.

Selain mengalami gangguan mental, remaja yang kecanduan media sosial juga dapat mengurangi waktu belajar dan kegiatan interaksi sosial secara langsung. Hal ini diakibatkan oleh kesibukan mengakses media sosial.

Media sosial juga bisa menjadi media penyebaran foto, video, dan konten pornografi yang tentunya dapat merusak otak dan mempengaruhi kesehatan mental remaja. Untuk itu, remaja perlu mendapatkan pengawasan dalam mengakses media sosial.

Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa media sosial dapat mendatangkan dampak positif jika digunakan dengan bijak. Sayangnya, usia remaja merupakan usia labil sehingga dibutuhkan kontribusi orang dewasa untuk memantau dan memberikan arahan agar media sosial tidak mendatangkan berbagai gangguan kesehatan mental bagi remaja.

Cukup banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan mental akibat penggunaan media sosial yang berlebihan, salah satunya dengan mengurangi penggunaan media sosial tersebut. Namun jika dirasa cukup sulit, tidak ada salahnya untuk dikonsultasikan dengan Psikolog. Mendapatkan penanganan sedini mungkin akan membantu penyembuhan menjadi lebih cepat dan mudah. Untuk itu, jangan ragu berkonsultasi dengan Psikolog.

Baca juga: 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait