Deeptalk.co.id – Gangguan kepribadian ganda tentu sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Masalah kesehatan mental yang satu ini memang sempat booming beberapa tahun kemarin. Bahkan, banyak yang mengangkat tema gangguan kepribadian ganda sebagai ide menarik dalam dunia perfilman. Dengan demikian, gangguan kepribadian ganda tentu merupakan sebuah topik yang sangat menarik perhatian orang banyak.
Gangguan kepribadian ganda dalam dunia medis dikenal dengan istilah dissociative identity disorder yang biasa disingkat DID. Sebelumnya, kondisi serupa memiliki nama lain multiple personality disorder atau kondisi psikologis yang kompleks. Gangguan kepribadian ganda sendiri ditandai dengan kondisi dimana penderita memiliki lebih dari satu kepribadian dalam dirinya, baik disadari, maupun tidak disadari. Artinya, masing-masing kepribadian yang dimiliki bisa saja saling mengenal, atau bahkan tidak menyadari adanya kepribadian lain dalam dirinya.
Sayangnya, kondisi yang dialami oleh penderita gangguan kepribadian ganda seringkali menimbulkan banyak persepsi yang pada akhirnya memicu kemunculan mitos-mitos yang tersebar di masyarakat. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai mitos dan fakta tentang gangguan kepribadian ganda.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Berikut beberapa mitos dan fakta yang menyebar di masyarakat terkait gangguan kepribadian ganda:
Pergantian Kepribadian Adalah Kerasukan Setan

Gangguan psikologis yang satu ini memang cukup kompleks, dimana setiap kepribadian bisa muncul dengan karakter yang berbeda-beda. Proses pergantian antara satu kepribadian ke kepribadian lainnya juga bisa terjadi secara tiba-tiba. Sehingga, orang-orang yang tidak mengetahui kondisi penderita, banyak yang mengira bahwa penderita sedang kerasukan makhluk halus, atau dipengaruhi oleh hal-hal mistis lainnya.
Tentunya saja statement tentang pergantian kepribadian sama dengan kerasukan setan adalah mitos. Kepribadian ganda merupakan gangguan psikologis yang bisa dipicu oleh berbagai macam faktor. Banyak kasus gangguan kepribadian ganda yang disebabkan oleh trauma masa kecil yang tidak segera mendapat pertolongan.
Penderita Kepribadian Ganda Hanya Mencari Perhatian

Jika pikir tanpa menggunakan landasan pengetahuan psikologis, rasanya kondisi yang dialami oleh penderita gangguan kepribadian ganda cukup mustahil untuk terjadi. Bagaimana bisa satu orang bisa memiliki dua atau bahkan lebih kepribadian dalam dirinya? Pemikiran semacam itulah yang pada akhirnya melahirkan mitos bahwa penderita gangguan kepribadian ganda hanya mencari perhatian.
Namun pada kenyataannya, gangguan kepribadian ganda merupakan gangguan psikologis yang nyata keberadaannya. Terutama bagi mereka yang memang telah terdiagnosis gangguan kepribadian ganda. Bahkan, orang-orang yang mengalami beberapa gejala gangguan kepribadian ganda tidak seharusnya mendapatkan reputasi buruk semacam itu. Mereka sangat membutuhkan kontribusi orang terdekatnya untuk bisa menjalani kehidupan sehari-harinya dengan layak. Maka dari itu, arahkan mereka untuk segera melakukan pemeriksaan psikologis agar diketahui diagnosa sebenarnya.
Baca juga: 4 Tipe Kepribadian Berdasarkan Tes Kepribadian DISC
Kepribadian Ganda Sama Dengan Skizofrenia

Saat mengalami perubahan kepribadian, penderita kepribadian ganda memang umumnya menunjukan tingkah laku, cara berbicara, atau gaya berpenampilan yang berbeda dengan kepribadian utamanya. Hal inilah yang membuat orang-orang memandang aneh pada penderita gangguan kepribadian ganda. Bahkan beberapa diantara mereka beranggapan bahwa kondisi penderita gangguan kepribadian ganda sama dengan penderita skizofrenia.
Namun tentu saja stigma tentang gangguan kepribadian ganda sama dengan skizofrenia adalah mitos. Pasalnya, kondisi skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang memicu kemunculan delusi, halusinasi, dan paranoid. Sedangkan penderita gangguan kepribadian ganda tidak mengalami ketiganya. Selain itu, diagnosis gangguan kepribadian ganda dan skizofrenia juga merupakan dua gangguan mental yang berbeda. Walaupun, dalam beberapa kasus kedua gangguan mental tersebut bisa saling berkomplikasi.
Tidak Perlu Melakukan Pengobatan

Memang benar bahwa gangguan kepribadian ganda merupakan salah satu jenis gangguan mental yang belum ditemukan obat atau metode pengobatan yang bisa menyembuhkannya secara utuh. Meski demikian, bukan berarti penderita gangguan kepribadian ganda tidak perlu melakukan pengobatan.
Pengobatan pada penderita gangguan kepribadian ganda dilakukan untuk meminimalisir kemunculan dan tingkat keparahan gejala yang dirasakan, atau untuk memperlambat proses berkembangnya gejala tersebut. Bahkan, orang yang menunjukan beberapa gejala gangguan kepribadian ganda harus segera melakukan pemeriksaan psikologis untuk memastikan kondisinya. Jika benar terdiagnosis gangguan kepribadian ganda, maka penderita sangat membutuhkan pengobatan dan perawatan yang tepat. Artinya, stigma tentang penderita kepribadian ganda yang tidak perlu melakukan pengobatan adalah mitos.
Itu dia beberapa mitos dan fakta tentang gangguan kepribadian ganda. Semoga setelah ini kita tidak mudah percaya akan informasi yang tersebar di masyarakat. Penting juga untuk memeriksa apakah informasi yang kita sampaikan sudah benar atau tidak.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mengenal Tes Kepribadian DISC
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



