Deeptalk.co.id – Pada dasarnya self harm bukanlah langkah yang tepat untuk mengatasi sebuah masalah yang sedang dihadapi. Sayangnya masih ada saja orang-orang yang melakukan hal tersebut sebagai bentuk pelampiasan emosi-emosi negatif.
Tindakan ini cukup berbahaya untuk diri sendiri. Dalam beberapa kasus, tindakan self harm justru bisa mengakibatkan kehilangan nyawa tanpa disengaja. Untuk itu penting bagi kita lebih memahami tentan apa itu self harm.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai self harm. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu memiliki kebiasaan self harm, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater.
Berikut pembahasannya.
Pengertian Self Harm

Self harm merupakan istilah yang berikan untuk menggambarkan tindakan melukai diri sendiri. Umumnya, orang melakukan self harm dengan menggoreskan benda tajam pada lengannya, menjambak rambut, memukul diri sendiri, dan tindakan-tindakan melukai atau menyakiti diri sendiri lainnya. Meski demikian, kasus self harm yang paling umum adalah dengan melukai lengan menggunakan benda tajam seperti pisau, silet, dan lain sebagainya.
Orang yang melakukan tindakan self harm ini dengan sengaja menimbulkan rasa sakit pada dirinya sebagai pelampiasan atas emosi yang dirasakan, atau sekedar mendapatkan kepuasan pribadi. Terlepas dari itu semua, saat melakukan tindakan self harm, biasanya orang-orang tidak memiliki niat untuk mengakhiri hidup mereka. Walaupun tindakan self harm ini tidak jarang menjadikan seseorang kehilangan nyawa tanpa disengaja.
Tindakan self harm ini biasanya diiringi dengan kondisi psikologis yang tidak stabil. Karena hal tersebut, orang yang sering melakukan tindakan self harm ini perlu mendapatkan pertolongan secara medis oleh ahlinya.
Jenis-Jenis Self Harm
Berdasarkan tingkat keparahannya, perilaku self harm terbagi atas beberapa bagian, yaitu:
Superficial self mutilation
Jenis self harm yang satu ini merupakan tindakan self harm dengan tingkat keparahan yang paling ringan. Superficial self mutilation juga merupakan jenis self harm yang paling umum ditemui. Tindakan superficial self mutilation bisa berupa menggoreskan benda tajam ke kulit, menjambak rambut dengan kuat, dan lain sebagainya.
Stereotypic self injury
Jenis self harm yang satu ini merupakan tindakan self harm yang dilakukan secara berulang-ulang, namun dengan tingkat keparahan yang sama dengan jenis sebelumnya. Orang yang menderita autisme cenderung melakukan stereotypic self injury. Tindakan stereotypic self injury bisa berupa membenturkan kepala ke tembok berulang-ulang, memukul anggota tubuh berulang-ulang, dan lain sebagainya.
Major self mutilation
Jenis self harm yang satu ini merupakan tingkat terparah dari tindakan self harm yang lain. Dimana, tindakan major self mutilation bahkan dapat mengancam nyawa atau mengakibatkan kerusakan permanen pada organ tubuhnya. Orang yang melakukan jenis self harm yang satu ini cenderung mengalami gangguan psikosis, dimana pelaku mengalami kesulitan membedakan mana kenyataan dan mana yang hanya halusinasi mereka. tindakan major self mutilation ini bisa berupa memotong jari, mencongkel bola mata, dan lain sebagainya.
Baca juga : Stop Self Harm Dengan Cara Sederhana Ini
Penyebab Tindakan Self Harm

Sayangnya penyebab pasti dari tindakan self harm ini belum diketahui hingga saat ini. Pada dasarnya orang-orang yang melakukan tindakan self harm memiliki penyebab yang berbeda-beda satu sama lain. Walaupun kebanyakan tindakan self harm ini bertujuan untuk meluapkan emosi-emosi negatif yang dirasakan.
Berikut beberapa penyebab umum orang-orang melakukan tindakan self harm:
Trauma
Orang yang pernah mengalami kejadian traumatis cenderung dekat dengan tindakan self harm. Kejadian traumatis ini bisa berupa meninggalnya orang yang dicintai, korban kekerasan fisik maupun emosional, hingga korban kekerasan seksual. Kejadian-kejadian semacam itu membuat penderita merasakan kesedihan yang mendalam, dan melampiaskan dengan tindakan self harm.
Sosial
Faktor sosial memang sedikit banyak mempengaruhi kondisi mental dan perilaku seseorang. Tindakan self harm juga bisa dipengaruhi oleh kondisi sosialnya. Contohnya, anak yang menjadi korban bullying atau sedang berada di posisi sulit, cenderung memilih tindakan self harm sebagai pelampiasan emosinya.
Gangguan mental
Tidak hanya trauma dan kondisi sosial saja, perilaku self harm juga bisa disebabkan oleh beberapa gangguan mental seperti, depresi, gangguan mood, hingga gangguan kepribadian ambang. Selain itu, seperti yang sudah dituliskan pada jenis-jenis self harm, kondisi seperti autisme dan gangguan psikotik juga bisa mendorong seseorang melakukan tindakan self harm.
Itu dia beberapa penjelasan mengenai self harm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tindakan self harm merupakan upaya menyakiti diri sendiri yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor pemicu. Selain itu, berdasarkan tingkat keparahannya, tindakan self harm juga terbagi atas tiga jenis, yaitu, superficial self mutilation yang merupakan self harm paling ringan, stereotypic self injury yang merupakan self harm berulang, dan major self mutilation yang merupakan self harm terparah.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Kenali Langkah Pencegahan Bunuh Diri
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



