Semua artikel
Gangguan Perkembangan

Mengenal Klasifikasi Gangguan Perkembangan Pervasif

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Fase kanak-kanak merupakan fase berlangsungnya proses perkembangan dengan sangat pesat. Maka tidak heran jika banyak orang tua memberikan fokus lebih terhadap keberlangsungan proses perkembangan tersebut. Selain dapat memaksimalkan proses perkembangan, orang tua juga bisa mendeteksi sedini mungkin adanya gangguan perkembangan pada anak.

Salah satu gangguan perkembangan pada anak adalah gangguan perkembangan pervasif atau pervasive developmental disorder. Gangguan yang satu ini berkaitan dengan kondisi retardasi mental. Penderita gangguan perkembangan pervasif mengalami keterlambatan perkembangan psikomotorik, kognitif, sensorik,interpersonal, dan intrapersonal. Dengan demikian, kondisi semacam itu tentu akan mengganggu aktivitas sehari-hari anak.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai klasifikasi gangguan perkembangan pervasif. Namun sebelum kita masuk pada topik utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.

Berdasarkan kajian dari lembaga American Psychiatric Association (APA) dan Internasional Classification of Disease, gangguan perkembangan pervasif sendiri diklasifikasikan ke dalam beberapa bagian, yaitu:

Autisme (Childhood Autism)

Klasifikasi gangguan perkembangan pervasif yang pertama adalah autisme atau childhood autism. Autisme sendiri merupakan kelainan pada fungsi otak dan syaraf, yang dapat mempengaruhi perilaku dan proses berpikir anak.

Autisme sendiri merupakan disabilitas yang bertahan seumur hidup. Namun dengan penanganan yang tepat, penderita autisme masih bisa hidup secara mandiri, layaknya orang-orang pada umumnya.

Kondisi autisme memang lebih sering ditemui pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Penderita umumnya mengalami gangguan dalam interaksi sosial, komunikasi, respon sensorik, bahasa, dan lain sebagainya.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari autisme. Namun kondisi tersebut bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti faktor genetik, lingkungan, bahan kimia, obat-obatan tertentu, dan kondisi kehamilan sang ibu.

Sindrom Rett (Rett’s Syndrome)

Klasifikasi gangguan perkembangan pervasif yang kedua adalah sindrom rett atau rett’s syndrome. Sindrom rett sendiri merupakan terganggunya perkembangan syaraf otak, yang disebabkan oleh mutasi genetik.

Kondisi ini hanya dialami oleh anak perempuan. Selain itu, sindrom rett juga biasanya ditandai dengan cacat mental dan fisik pada penderitanya. Walaupun sindrom rett sudah dipastikan disebabkan oleh mutasi genetik, namun hingga saat ini belum bisa dipastikan apa yang menyebabkan mutasi genetik tersebut.

Anak yang terlahir dengan sindrom rett umumnya akan tampak normal di awal-awal kehidupannya. Gejalanya akan muncul pada usia 6 bulan, dan semakin terlihat jelas di usia 1 tahun ke atas. Kondisi sindrom rett ini akan semakin parah seiring dengan bertambahnya usia. Terlebih lagi jika penderita tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Waspada Gejala Adjustment Disorder Pada Anak dan Ketahui Cara Penanganannya

Sindrom Asperger (Asperger’s Syndrome)

Klasifikasi gangguan perkembangan pervasif yang ketiga adalah sindrom asperger atau asperger’s syndrome. Sindrom asperger sendiri merupakan kelainan neurologis yang berdampak pada kesulitan memahami orang lain dalam hubungan sosial.

Kondisi sindrom asperger pada dasarnya baru bisa dideteksi saat anak mulai memasuki lingkungan sosial. Pasalnya, kondisi ini sama sekali tidak mempengaruhi intelektual dan fisiknya, melainkan menimbulkan masalah dalam perilaku dan interaksi anak.

Penderita sindrom asperger umumnya akan menghindari kontak mata, melakukan sesuatu secara berulang-ulang, cenderung tertutup, kurang empati terhadap orang lain, kemampuan memori yang kurang baik, sulit mengungkapkan emosi, dan lain sebagainya.

Penyebab utama dari sindrom asperger adalah kelainan neurologis. Penyebab kelainan neurologis tersebut cukup beragam, mulai dari abnormalitas pada struktur otak, trauma, hingga adanya penyakit-penyakit tertentu.

Gangguan Disintegratif Masa Kanak-Kanak (Childhood Disintegrative Disorder)

Klasifikasi gangguan perkembangan pervasif yang keempat adalah gangguan disintegratif masa kanak-kanak atau childhood disintegrative disorder. Gangguan disintegratif masa kanak-kanak adalah kondisi dimana anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik, bahasa, dan kemampuan sosialnya.

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari kondisi gangguan disintegratif masa kanak-kanak ini. Selain itu, tidak ditemukan juga adanya kelainan atau kerusakan pada otak penderita gangguan disintegratif masa kanak-kanak.

Anak dengan gangguan disintegratif masa kanak-kanak cenderung mengalami kehilangan keterampilan dan kemampuan yang dikuasai saat kecil. Selain itu, anak juga menjadi lebih sering ngompol pada usia di atas 3 tahun, suka melakukan gerakan yang berulang-ulang, hingga mengalami kemunduran kemampuan komunikasi dan sosial.

Gangguan disintegratif masa kanak-kanak ini juga tidak bisa disembuhkan seutuhnya. Dengan demikian penderita perlu menjalani penanganan seumur hidup mereka. Penanganan dalam hal ini akan membantu penderita untuk melatih kemampuan sosial di masyarakat.

Itu dia klasifikasi dari gangguan perkembangan pervasif. Jika kamu menemukan anak dengan kondisi-kondisi di atas, maka segera bawa anak untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu anak akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat. Seperti yang kita ketahui, gejala antar satu klasifikasi dengan klasifikasi lainnya memang memiliki banyak kesamaan. Maka dari itu, diagnosa hanya bisa diberikan oleh para ahli, untuk meminimalisir kesalahan diagnosa dan penanganan.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Adjustment Disorder Pada Anak

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait