Semua artikel
Kekerasan

Mengenal Copycat Suicide, Meniru Orang Lain Untuk Bunuh Diri

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Keinginan untuk bunuh diri bisa dirasakan oleh semua orang tanpa memandang usia berapapun. Meski demikian, kasus bunuh diri yang tercatat umumnya dilakukan oleh orang-orang dengan rentan usia 15 sampai 29 tahun.

Berita mengenai kasus bunuh diri seringkali menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas. Pasalnya kasus yang satu ini cukup misterius mengenai penyebab dari tindakan yang diambil oleh korban. Terlebih lagi kasus bunuh diri yang dialami oleh artis atau orang-orang terkenal yang selalu menimbulkan tanda tanya besar serta pro dan kontra di dalamnya. Bahkan uniknya, kasus bunuh diri ini bisa ditiru oleh orang lain, dimana tindakan tersebut dikenal dengan istilah copycat suicide.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai copycat suicide, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami kondisi yang sama dengan apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka melakukan konsultasi lebih lanjut kepada Psikolog atau Psikiater adalah langkah yang tepat.

Berikut pembahasannya.

Pengertian Copycat Suicide

Copycat suicide atau yang juga kita kenal dengan istilah suicide contagion, merupakan istilah yang diberikan kepada perilaku dimana seseorang melakukan tindakan bunuh diri karena terinspirasi atau mencontoh orang lain yang sebelumnya telah melakukan tindakan bunuh diri tersebut.

Orang-orang yang menjadi contoh dari tindakan bunuh diri umumnya adalah mereka yang dikagumi, disaksikan kematiannya, dan orang-orang yang dekat dengan pelaku copycat suicide ini. Karena itulah, orang yang menjadi contoh akan tindakan tersebut biasanya mereka yang terkenal seperti artis, musisi, dan tokoh publik yang kabar mengenai kematiannya disiarkan di berbagai media.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh googstats.id dituliskan bahwa negara Korea Selatan masuk dalam 10 besar negara dengan tingkat kematian akibat bunuh diri terbanyak di dunia. Di sisi lain, negara ini juga menghasilkan banyak sekali idola yang sangat dikagumi oleh banyak orang di berbagai negara, salah satunya negara Indonesia. Bahkan beberapa kali terdengar berita mengenai idola Korea Selatan yang melakukan bunuh diri dengan alasan yang berbeda-beda. Kabar mengenai kasus bunuh diri yang dilakukan oleh para idola-idola tersebut dikhawatirkan dapat memicu keinginan bunuh diri dari para penggemarnya. Karena itulah kita harus paham mengenai fenomena copycat suicide ini, untuk dapat mengantisipasinya.

Baca juga : Bagaimana Cara Menghilangkan Keinginan Bunuh Diri?

Penyebab Terjadinya Copycat Suicide

Biasanya orang-orang yang mengalami copycat suicide memiliki ikatan tersendiri dengan figur yang dicontoh. Dimana kematian akibat bunuh diri ini terkadang tidak disangka-sangka. Terutama kematian public figure yang selalu terlihat baik-baik saja di depan kamera. Otak menjadi tidak bisa menormalisasi kejadian tersebut dan justru menjadi menormalisasi perilaku bunuh diri.

Setiap orang tentu memiliki alasan yang berbeda-beda untuk akhirnya menjadi copycat suicide. Berikut beberapa pemicu copycat suicide:

Pemberitaan media

Seperti yang sudah dibahas di awal, pemberitaan media sedikit banyak memberikan kontribusi dalam memicu kondisi copycat suicide. Beragam pemberitaan mengenai bunuh diri, baik itu melalui film, dokumenter, series, dan lain sebagainya, dapat mempengaruhi seseorang untuk ikut melakukan tindakan tersebut. Pemberitaan secara detail mengenai kasus bunuh diri bisa menjadi motivasi yang dipelajari oleh orang lain.

Meninggalnya orang terdekat dengan cara bunuh diri

Selain informasi mengenai bunuh diri yang bisa diakses melalui media, meninggalnya orang terdekat dengan cara bunuh diri cukup mempengaruhi perilaku seseorang. Kecenderungan copycat suicide bisa jadi dilakukan karena telah mempelajari fenomena tersebut dari orang terdekatnya sendiri. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 oleh BMC Psychiatry, ditemukan bahwa 26 responden dari 429 responden mengaku mempertimbangkan bunuh diri sebagai sebuah pilihan setelah mendapatkan kabar orang terdekat yang meninggal akibat bunuh diri.

Meninggalnya orang yang dikagumi dengan cara bunuh diri

Tidak hanya bisa mempelajari perilaku bunuh diri dari orang terdekat. Orang yang dikagumi juga bisa menimbulkan keinginan untuk bunuh diri juga. Contohnya kasus bunuh diri para idola yang bisa saja ditiru oleh penggemarnya karena merasa langkah tersebut menjadi opsi yang wajar untuk dilakukan.

Genetik

Faktor genetik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi mental seseorang. Walaupun seiring dengan bertambahnya usia, faktor lingkungan juga ikut berkontribusi di dalamnya. Namun dipercaya bahwa orang-orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kasus bunuh diri, cenderung memiliki ketertarikan dalam hal tersebut.

Lingkungan dan kesehatan

Sudah disebutkan pada poin sebelumnya bahwa faktor lingkungan juga berpotensi meningkatkan memungkinan seseorang mengalami copycat suicide. Ciri orang yang rentan akan perilaku copycat suicide adalah mereka yang pernah mengalami kekerasan di masa kecil, pernah mengalami gangguan mental, dan sejarah kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai copycat suicide. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Ini Dia Cara Menolong Orang yang Suka Menyakiti Diri Sendiri

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Copycat Suicide, Meniru Orang Lain Untuk Bunuh Diri — DeepTalk