Deeptalk.co.id – Pernahkah kamu bertanya siapa sebenarnya dirimu? Bisa jadi saat mempertanyakan hal tersebut, kami sedang mengalami krisis identitas. Masalah krisis identitas atau pencarian jati diri bisa dialami oleh siapa saja. Bahkan hampir setiap orang pernah mengalami krisis identitas.
Walaupun bisa dialami oleh setiap orang, namun remaja lebih berpeluang untuk mengalami kondisi tersebut. Hal ini dikarenakan remaja merupakan proses pertumbuhan antara anak-anak menjadi dewasa. Dalam proses tersebut terdapat banyak kebimbangan dan kelabilan yang dialami oleh remaja.
Masa peralihan dari kanak-kanak ke masa dewasa bisa jadi tidak mudah untuk beberapa orang. Hal ini akan menjadi tantangan tersendiri untuk masa remaja. Remaja yang masih belum kehilangan sisi kanak-kanaknya harus belajar untuk terjun langsung ke masyarakat.
Penyebab Krisis Identitas Pada Remaja

Untuk mengetahui secara lebih detail, berikut sudah kami rangkum beberapa penyebab krisis identitas pada remaja:
Kurang mendapatkan perhatian
Anak seharusnya belajar banyak hal dari orang tua, termasuk dalam hal mengenal identitas diri. Sayangnya, tidak semua orang tua memiliki waktu yang cukup bagi anaknya. Hal ini tentu menimbulkan kebimbangan dari dalam diri anak karena tidak mendapatkan pandangan yang tepat mengenai identitas yang dimiliki.
Lingkungan yang tidak mendukung
Usia remaja merupakan usia dimana seseorang membangun lingkup pertemanan yang sangat luas. Sayangnya, tidak semua lingkungan pertemanan tersebut dapat mendatangkan hal positif. Beberapa diantaranya justru menimbulkan krisis identitas.
Remaja yang tumbuh di lingkungan negatif dapat melebeli dirinya sebagai individu yang negatif juga. Hal ini tentu dipelajari dari lingkungan tempat dia berada. Walaupun sebenarnya remaja tersebut tidak seperti itu.
Tidak percaya diri
Remaja yang menjadi korban bullying, mengalami kejadian traumatis, bahkan pindah ke lingkungan yang baru seringkali membuat remaja kehilangan rasa percaya dirinya. Hal ini mengakibatkan remaja akan kurang mengeksplorasi lingkungannya dan berujung pada krisis identitas.
Baca juga: Kenali Burnout Akibat Stress Bekerja
Tips Mengatasi Krisis Identitas

Perlu kamu ketahui bahwa pengalaman krisis identitas hampir pernah dirasakan oleh setiap orang. Kamu tidak perlu terpuruk dalam hal itu. Cobalah beberapa tips berikut untuk mengatasi krisis identitas yang kamu rasakan:
Tentukan tujuan
Kamu bisa memulai dari apa yang ingin kamu capai di tahun ini. Setelah itu bisa kamu kerucutin lagi benjadi tujuan di bulan ini. Jangan lupa tentukan langkah-langkah apa yang bisa kamu ambil. Hal ini akan membuat kamu lebih fokus terhadap tujuan dan lebih mengenal apa yang kamu inginkan.
Menulis
Kamu bisa menuliskan apa saja tentang dirimu. Bisa tentang makanan kesukaan, hal-hal yang dibenci, atau bahkan seperti apa kamu memandang dirimu selama ini. Tindakan sederhana ini akan membuat kamu lebih mengenal dirimu sendiri.
Berada di lingkungan positif
Orang-orang yang selalu memberikan semangat dan juga bimbingan akan membantu kamu menjauhi krisis identitas. Pasalnya, dukungan dari orang-orang yang disayangi dapat membuat seseorang pulih lebih cepat.
Tahap Krisis Identitas

Untuk mengenal lebih dalam mengenai krisis identitas pada remaja, kamu perlu mengetahui tahap-tahap apa saja yang ada di dalamnya:
Diffusion
Tahap pertama ini terjadi saat remaja mulai mempertanyakan mengenai identitas dirinya, kehilangan komitmen, bahkan kebingungan mengenai rancangan masa depan yang dimiliki.
Forclosure
Tahap kedua merupakan tahap dimana remaja mulai meragukan dan berhenti untuk mencari tahu tentang identitasnya secara lebih mendalam.
Morotarium
Tahap ketiga merupakan tahap dimana remaja mulai melakukan berbagai macam cara untuk mencari tahu tentang jati dirinya. Namun, remaja belum mendapatkan hasil apapun.
Achievement
Tahap terakhir adalah tahap dimana remaja telah selesai dari pencarian jati diri, dan menemukan bagaimana dan seperti apa identitas yang mereka miliki.
Walaupun terdapat empat tahap dalam krisis identitas, namun tidak menuntut kemungkinan seseorang hanya melalui satu atau dua tahapan untuk mencapai achievement. Hal ini bisa disebabkan oleh kemampuan mereka dalam mengatasi krisis identitas.
Namun, beberapa orang yang belum selesai dengan masalah krisis identitas ini justru terhenti di antara tahap satu, dua, tiga, atau tahap keempat. Hal-hal semacam inilah seseorang membutuhkan bantuan psikolog atau psikiater.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa krisis identitas bisa dialami oleh siapa saja, namun pada umumnya terjadi saat usia remaja. Hal ini dikarenakan sifat mereka yang masih sedikit lugu, namun harus belajar untuk terjun langsung ke masyarakat.
Terdapat empat tangga dalam krisis identitas, namun kamu tidak perlu melalui semua tangga. Kamu tinggal menerapkan beberapa tips dalam menangani krisis identitas. Dengan begitu, kamu bisa langsung naik ke tingkat ke empat.
Jika kamu menemui kasus dengan ciri-ciri krisis identitas, jangan ragu untuk membawanya ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Setiap orang membutuhkan penanganan yang berbeda-beda, untuk itulah diagnosis dibutuhkan.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Apa Perbedaan OCD dan OCPD?



