Semua artikel
Gangguan Kepribadian

Memiliki Lebih Dari Satu Kepribadian? Waspada Gangguan Identitas Disosiatif

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Setiap orang memiliki kepribadiannya masing-masing, dimana kepribadian itulah yang nantinya akan menjadi ciri khas masing-masing individu. Kepribadian sendiri merupakan perpaduan antara sifat, sikap, pola pikir, emosi, dan juga nilai-nilai yang terkandung dalam diri individu. Kepribadian jugalah yang membuat seseorang mengambil memutuskan untuk mengambil tindakan atau tidak, terhadap hal-hal yang ada di hadapannya.

Namun, penahkah kamu berjumpa dengan satu orang namun seakan menjadi orang yang berbeda di waktu yang berbeda. Misalnya di satu waktu orang tersebut tampak sangat ramah, namun di waktu lain orang tersebut justru lebih dingin dan cuek. Walaupun tidak selalu, namun dalam beberapa kasus kondisi semacam itu bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan mental yang dikenal dengan istilah gangguan identitas disosiatif.

Lantas, seperti apa sebenarnya gangguan identitas disosiatif itu? Untuk mengenal lebih jauh mengenai gangguan identitas disosiatif, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Gangguan Identitas Disosiatif

Istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kondisi gangguan identitas disosiatif adalah kepribadian ganda atau dissociative identity disorder yang biasa disingkat DID. Gangguan identitas disosiatif sendiri merupakan masalah kesehatan mental yang ditandai dengan adanya disosiasi atau ketidaksesuaian hubungan antara pikiran, ingatan, lingkungan, tindakan, serta identitas diri. Hal tersebutlah yang membuat penderita gangguan identitas disosiatif dalam beberapa waktu tampil dengan identitas atau kepribadian yang berbeda.

Penderita gangguan identitas disosiatif bisa saja memiliki dua atau lebih kepribadian dalam dirinya. Kondisi tersebut juga bisa dengan atau tanpa disadari oleh penderita. Meski demikian, kondisi ini sering kali menimbulkan kebingungan baik bagi penderita maupun orang-orang terdekatnya.

Kepribadian-kepribadian yang dimiliki oleh penderita gangguan identitas disosiatif ini akan secara bergantian mengambil alih kesadaran penderita. Maka tidak heran jika dalam beberapa waktu penderita seakan tersadar di tempat yang tidak mereka ketahui bagaimana mereka bisa berada di tempat tersebut. Uniknya, setiap jenis kepribadian yang dimiliki cenderung memiliki sifat, cara bertindak, bahkan usia, dan jenis kelamin yang berbeda-beda.

Baca juga: Diam Sebagai Respon Kecemasan? Waspada Kondisi Selective Mutism

Penyebab Gangguan Identitas Disosiatif

Banyak ahli yang sependapat bahwa kemunculan gangguan identitas disosiatif dalam diri seseorang merupakan cara penanggulangan trauma, atau kejadian-kejadian tidak menyenangkan yang menimpa seseorang. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa penyebab utama dari kondisi gangguan identitas disosiatif adalah kejadian traumatis.

Dalam banyak kasus, identitas baru yang terbentuk akibat gangguan identitas disosiatif dipicu oleh kejadian traumatis pada masa kanak-kanak. Misalnya individu yang masa kanak-kanak pernah menjadi korban pelecehan seksual, kekerasan fisik dan mental, pengabaian oleh orang-orang terdekat, korban bencana alam, dan lain sebagainya. Kondisi-kondisi semacam itu bisa memicu stress yang sangat berat bagi anak-anak. Jika tidak mendapatkan penanganan, maka bisa berujung pada kondisi gangguan identitas disosiatif.

Kejadian traumatis pada masa kanak-kanak inilah yang biasanya memunculkan kepribadian baru dengan usia kanak-kanak pula. Meski demikian, tidak menuntut kemungkinan akan hadir kepribadian-kepribadian lain dengan usia yang lebih besar. Selain itu, tidak semua anak-anak dengan kejadian traumatis pasti mengalami gangguan identitas disosiatif. Pasalnya, setiap anak memiliki kemampuan manajemen stress yang berbeda-beda. Walaupun kebanyakan dari mereka memang belum cukup matang akan hal tersebut.

Gejala Gangguan Identitas Disosiatif

Seperti pada pengertian gangguan identitas disosiatif sendiri, gejala utama dari gangguan yang satu ini adalah kemunculan lebih dari satu kepribadian dalam diri seseorang. Hal tersebutlah yang memicu perbedaan perilaku, sifat, dan memori seseorang dalam waktu-waktu yang berbeda. Namun, secara lebih spesifik, berikut beberapa gejala gangguan identitas disosiatif:

·         Kehilangan beberapa memori dalam kehidupannya.

·         Melakukan hal-hal yang tidak biasanya dilakukan.

·         Dengan yakin merasa diri sebagai orang lain, dengan usia, penampilan, bahkan jenis kelamin yang berbeda dalam beberapa waktu.

·         Merasa orang lain seakan sedang menyabotase pikirannya.

·         Bagi penderita gangguan identitas disosiatif yang telah menyadari kondisinya, akan menyebut dirinya dengan istilah “kami” atau “kita” untuk menggambarkan adanya identitas lain dalam dirinya.

·         Umumnya mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi.

·         Sering kali mengalami masalah kesehatan mental lain, seperti depresi, gangguan kecemasan, bahkan penyalahgunaan zat-zat berbahaya.

Walaupun telah dipaparkan beberapa gejala gangguan identitas disosiatif, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan diagnosa. Penegakan diagnosa gangguan identitas disosiatif dan gangguan mental lainnya hanya bisa dilakukan oleh psikolog atau psikiater. Pasalnya, beberapa gejala memiliki kesamaan dengan gejala pada gangguan mental lainnya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Dampak Mengkonsumsi Narkoba Terhadap Kesehatan Mental

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Memiliki Lebih Dari Satu Kepribadian? Waspada Gangguan Identitas Disosiatif — DeepTalk