Semua artikel
Gangguan Kepribadian

Kenali Gejala Dissociative Identity Disorders

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Gangguan kepribadian ganda atau dalam istilah medis dikenal dengan sebutan dissociative identity disorders merupakan bagian dari gangguan mental yang sudah tidak asing lagi di telinga. Gangguan yang satu ini sudah cukup banyak dibahas di masyarakat.

Artikel ini akan secara khusus membahas mengenai dissociative identity disorders. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika pembaca menemukan beberapa kesamaan gejala yang ada di dalam artikel ini dengan kondisi pribadi atau orang sekitar, jangan ragu untuk konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Pengertian Dissociative Identity Disorders

Dissociative identity disorders (DID) merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan adanya dua atau lebih kepribadian pada satu individu. Sebelumnya, kondisi ini juga dikenal dengan istilah gangguan kepribadian majemuk.

Penderita dissociative identity disorders umumnya pernah mengalami kejadian traumatis di masa lampau yang mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian dalam dirinya. Berdasarkan teori Psikodinamika yang diungkapkan oleh Sigmund Freud, trauma pada masa kanak-kanak merupakan peluang besar seseorang mengalami dissociative identity disorders. Pasalnya, masa kanak-kanak merupakan awal mula perkembangan kepribadian seseorang.

Penderita dissociative identity disorders juga mengalami perubahan kepribadian tanpa mereka sadari. Selain itu, umumnya kepribadian satu dan lainnya tidak saling mengenal dan tidak mengetahui aktivitas satu sama lain. Hal ini sering kali menimbulkan kebingungan saat pergantian kepribadian yang dialami oleh penderita.

Kondisi dissociative identity disorders juga merupakan kondisi yang cukup serius dan perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Pasalnya, kondisi ini sangat mengganggu kehidupan penderitanya. Beberapa penderita dissociative identity disorders justru mengalami kecemasan berlebih hingga depresi karena berusaha memahami kejadian yang tidak mereka ingat. Bahkan dalam kasus serius, penderita dissociative identity disorders memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri dan bunuh diri.

Penyebab Dissociative Identity Disorders

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari dissociative identity disorders. Namun diduga kondisi ini timbul akibat adanya pengalaman traumatis di masa lampau. Pengalaman traumatis ini juga bisa berbeda-beda setiap penderitanya. Dimana pengalaman traumatis tersebut bisa berupa menjadi korban kekerasan seksual, mengalami KDRT, pola asuh orang tua yang menakutkan, bencana alam, korban penculikan atau penyiksaan, dan lain sebagainya.

Penderita dissociative identity disorders berupaya untuk menghilangkan ingatan mengenai pengalaman traumatis yang pernah mereka alami. Tindakan tersebut akhirnya membuat otak memisahkan pengalaman traumatis tersebut dengan memori sehari-hari. Hal tersebut dikenal dengan istilah disosiasi. Disosiasi dianggap dapat menyebabkan kepribadian ganda atau dissociative identity disorders.

Baca juga : Merasa Dikerumuni Serangga? Waspada Gejala Ekbom Syndrome

Gejala Dissociative Identity Disorders

Dissociative identity disorders merupakan kondisi dimana terdapat dua atau lebih kepribadian yang dimiliki oleh seseorang. Dimana saat menjalankan kepribadian pertama, penderita tidak akan mengingat apa yang terjadi pada kepribadian lainnya. Begitu juga sebaliknya. Bahkan pada setiap kepribadian, seseorang memiliki identitas yang berbeda-beda. Perbedaan identitas tersebut bisa berupa jenis kelamin, nama, bahkan usia yang berbeda satu sama lain.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi dissociative identity disorders, berikut beberapa gejala utama dari gangguan tersebut:

Depersonalisasi

Depersonalisasi merupakan keadaan dimana seseorang merasa terlepas atau keluar dari tubuhnya sendiri. Penderita dissociative identity disorders cenderung mengalami hal tersebut saat mengalami pergantian kepribadian.

Derealisasi

Derealisasi merupakan keadaan dimana seseorang merasa bahwa apa yang dialami tampak tidak nyata. Hal ini juga terjadi pada penderita dissociative identity disorders, dimana mereka merasa kebingungan mengenai kenyataan yang mereka jalani.

Amnesia

Amnesia merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan untuk mengingat informasi pribadi yang signifikan. Kondisi ini kerap terjadi pada penderita dissociative identity disorders, dimana kepribadian yang mereka miliki cenderung tidak mengetahui kejadian-kejadian apa yang dialami oleh satu kepribadian dengan kepribadian yang lain.

Kebingungan atau perubahan identitas

Gejala lainnya yang dialami penderita dissociative identity disorders adalah kebingungan atau perubahan identitas. Dimana penderita dissociative identity disorders merasakan kebingungan mengenai siapa dirinya sebenarnya. Selain itu, antara satu kepribadian dan kepribadian lainnya juga tidak saling mengenal satu sama lain. Penderita dissociative identity disorders juga bisa mengalami distorsi dalam waktu, tempat, dan situasi.

Selain beberapa gejala gejala utama yang telah dijelaskan diatas, penderita dissociative identity disorders juga mengalami beberapa gejala lain seperti sering mengalami sakit kepala, suasana hati yang mudah berubah, mengalami gangguan kecemasan, gangguan tidur, gangguan makan, halusinasi, masalah pada kehidupan seksual, mengkonsumsi narkoba dan alkohol berlebihan, hingga timbulnya keinginan untuk melukai diri sendiri dan bunuh diri.

Seperti itulah gejala yang dialami oleh penderita dissociative identity disorders. Meski begitu, untuk memastikan seseorang benar-benar mengalami dissociative identity disorders tetap harus dilakukan serangkaian pemeriksaan oleh Psikolog atau Psikiater agar tidak terjadi kesalahan diagnosis. Pasalnya, beberapa gejala cukup mirip dengan kondisi gangguan mental lainnya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Jangan Dibiarkan! Ini Dia Bahaya Dari Munchausen Syndrome

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait