Deeptalk.co.id – Kasus kekerasan terhadap anak selalu menjadi pembahasan penting. Banyak orang yang menaruh perhatian lebih terhadap kasus yang satu ini. Bagaimana tidak, kekerasan terhadap anak tidak hanya dapat membuat anak tersiksa secara fisik, namun juga dapat mempengaruhi kondisi psikologis yang akan berdampak buruk terhadap masa depan anak.
Menjaga masa depan anak-anak sama dengan menjamin perkembangan suatu bangsa. Dengan demikian rasanya sangat wajar mengapa banyak orang yang memberikan fokus besar terhadap kasus yang satu ini.
Untuk memahami lebih jauh mengenai dampak kekerasan terhadap anak, khususnya dampak psikologis pada anak, artikel kali ini akan secara khusus membahas topik tersebut. namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu menemukan anak dengan masalah kekerasan, ada baiknya segera arahkan anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat oleh Psikolog ataupun Psikiater.
Berikut beberapa dampak psikologis kekerasan terhadap anak:
Mengalami Post Traumatic Stress Disorder

Mendapatkan kekerasan, terutama jika hal tersebut dialami oleh anak, maka akan sangat berpotensi membuat anak mengalami gangguan post traumatic stress disorder atau yang biasa disingkat dengan PTSD.
PTSD sendiri merupakan salah satu gangguan mental dimana penderitanya mengalami stress berlebih setelah mengalami kejadian traumatik. Seperti yang diketahui bahwa mendapatkan kekerasan merupakan salah satu kejadian traumatik, terlepas dari bentuk kekerasan itu sendiri. Terlebih lagi jika kekerasan yang didapatkan itu berulang dan dalam jangka waktu yang cukup panjang.
Tidak hanya anak yang mendapatkan kekerasan saja yang mengalami PTSD, anak yang menyaksikan atau sekedar mendapatkan kabar bahwa orang terdekatnya mengalami kekerasan juga dapat membuat anak mengalami PTSD.
Berbeda dengan orang dewasa yang sudah memiliki manajemen stress yang lebih baik, anak cenderung masih kesulitan untuk mengatasi distress yang menimpanya. Karena itulah mental anak masih sangat rentan dan mudah untuk terdistraksi oleh berbagai gangguan menta, salah satunya PTSD itu sendiri.
Walaupun PTSD ini bisa sembuh dalam jangka waktu 6 bulan atau lebih, namun jika kondisi tersebut tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka bukan hal yang mustahil anak akan menanggung gangguan tersebut seumur hidup.
Baca juga : Ini Dia Ciri-Ciri Kekerasan Emosional Dalam Hubungan Asmara
Penurunan Fungsi Otak

Usia anak merupakan usia dimana terjadinya berbagai bentuk perkembangan, baik dalam segi fisik maupun mental anak. Salah satu perkembangan anak yang selalu menjadi pusat perhatian orang tua adalah perkembangan pada fungsi otaknya. Banyak orang tua yang melakukan beragam cara untuk menstimulasi otak agar dapat berkembang secara maksimal.
Alih-alih memaksimalkan perkembangan otak anak, tanpa disadari kekerasan yang dialami anak justru dapat membuat anak mengalami penurunan fungsi otak. Tentu saja seiring dengan penurunan fungsi otak ini, anak akan mengalami beragam masalah dalam akademik dan sosial anak. Anak akan kesulitan untuk fokus di sekolah dan kesulitan untuk berkonsentrasi dalam melakukan banyak hal.
Beberapa ahli juga sependapat bahwa kekerasan yang dialami pada masa kanak-kanak akan memungkinkan terpicunya kondisi demensia saat usia dewasa. Dengan demikian dapat diketahui bahwa dampak dari kekerasan pada anak tidak hanya dialami saat anak masih berusia anak saja, melainkan juga dapat mempengaruhi masa depan anak.
Kehilangan Rasa Aman

Anak cenderung akan mencari rasa aman, baik itu dari orang tua, pengasuh, atau orang-orang terdekatnya. Rasa aman ini cukup penting bagi anak mengingat anak belum mampu untuk melindungi dirinya sendiri. Beberapa anak juga cenderung membawa rasa takut mereka sampai ke dalam mimpi. Maka dari itu tidak sedikit anak-anak korban kekerasan yang sering mengalami mimpi buruk dan gangguan tidur lainnya.
Sayangnya, anak yang mendapatkan kekerasan berulang kali cenderung membuat anak kehilangan rasa aman mereka. Merek juga kehilangan kepercayaan kepada orang-orang terdekatnya karena tidak mampu melindunginya. Hal ini akan membuat anak tumbuh dengan kehilangan poin positif dari keluarga dan orang terdekatnya. Dengan demikian tidak heran jika saat dewasa anak cenderung menjauhkan diri dari lingkungan tempat dia dibesarkan.
Berpotensi Menjadi Pelaku Kekerasan

Anak akan mempelajari segala hal dari apa yang disaksikan di lingkungannya. Hal ini tidak baik bagi anak yang sering mendapatkan kekerasan, karena secara tidak langsung anak akan mempelajari pola perilaku kekerasan tersebut dan sangat mungkin untuk anak mengaplikasikannya di masa yang akan datang.
Anak yang tumbuh dengan menanggung berbagai bentuk kekerasan juga seringkali memiliki emosi yang tidak stabil dan sangat mudah untuk marah. Jika kondisi ini tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka bisa jadi dikemudian hari anak justru menjadi pelaku kekerasan. Bisa dilakukan kepada teman-teman, atau anak-anak lain saat anak sudah tumbuh dewasa.
Seperti itulah beberapa dampak psikologis terhadap anak-anak menjadi korban kekerasan. Untuk itu penting bagi orang dewasa memastikan anak tumbuh di lingkungan yang layak untuk dapat menstimulasi perkembangan anak dengan baik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Ini Dia Tanda Bahwa Kamu Mengalami Kekerasan Emosional
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



