Deeptalk.co.id – Kepribadian ganda atau dalam istilah medis dikenal dengan dissociative identity disorder (DID), merupakan gangguan psikologis yang ditandai dengan adanya dua atau lebih kepribadian dalam satu orang yang sama. Artinya, penderita kepribadian ganda bahkan bisa memiliki identitas, cara berbicara, gaya berpakaian, atau tingkah laku yang berbeda-beda antar satu kepribadian dengan kepribadian yang lain.
Kepribadian ganda memang merupakan kondisi psikologis yang sangat kompleks. Sebelum dinamakan dissociative identity disorder, kondisi tersebut dikenal dengan istilah multiple personality disorder. Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui penyebab utama seseorang mengalami kepribadian ganda. Meski demikian, banyak kasus kepribadian ganda yang dipicu oleh trauma masa lalu yang tak terselesaikan.
Pernahkah terbayangkan olehmu bagaimana perasaan penderita kepribadian ganda? Atau kamu sedang bertanya-tanya, apakah kamu mengalami kepribadian ganda atau tidak? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan memberikan gambaran terkait apa saja yang dialami oleh penderita kepribadian ganda.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, segera lakukan konsultasi atau pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Untuk mengenal lebih jauh tentang kepribadian ganda, berikut beberapa kondisi yang dialami oleh penderita kepribadian ganda:
Sering Lupa Waktu

Penderita kepribadian ganda sering lupa akan waktu. Namun, lupa waktu pada penderita kepribadian ganda bukan menghabiskan banyak waktu sehingga tidak sadar akan waktu yang dilaluinya. Melainkan, sering kali mereka tidak mengetahui kapan pergantian kepribadian akan dialami. Dengan demikian, saat terjadi pergantian kepribadian, mereka sering kali tidak tahu jam, hari, atau tanggal pada saat itu.
Sering Melupakan Kejadian yang Telah Dialami

Tidak hanya lupa akan waktu, penderita kepribadian ganda juga sering kali melupakan kejadian yang telah dialami. Misalnya, lupa akan janji yang telah mereka buat, lupa kelas yang harus dihadiri, atau lupa akan aktivitas yang baru saja dilakukan.
Hal semacam itu bisa saja terjadi karena kejadian yang dilupakan mungkin dialami oleh kepribadian yang lain. Dengan demikian, saat terjadi pergantian kepribadian, kepribadian lainnya tidak tahu menahu apapun yang telah dilakukan, atau janji apa yang telah dibuat oleh pribadian sebelumnya.
Merasa Bingung Akan Keberadaannya

Kondisi berikutnya yang sering dialami oleh penderita kepribadian ganda adalah perasaan bingung akan keberadaan mereka. Normalnya, kita akan dengan mudah tahu keberadaan kita, karena tentunya kita melalui proses untuk sampai di lokasi tersebut. Namun berbeda dengan penderita kepribadian ganda. Mereka bisa saja mengalami pergantian kepribadian dimanapun mereka berada. Sehingga, kepribadian yang baru tidak tahu keberadaan mereka, dan alasan kenapa mereka berada di lokasi tersebut.
Baca juga: Mitos dan Fakta Tentang Kepribadian Ganda
Mengalami Gejala Depersonalisasi

Dalam banyak kasus, penderita kepribadian ganda akan mengalami depersonalisasi. Khususnya pada saat penderita mengalami perubahan kepribadian. Depersonalisasi sendiri merupakan kondisi dimana seseorang merasa berada di luar tubuhnya, dan berpikir bahwa hal-hal di sekitarnya tidak nyata. Dalam kasus kepribadian ganda, penderita seakan menonton dirinya sendiri yang sedang dikendalikan oleh orang lain.
Pada kondisi depersonalisasi ini, penderita kepribadian ganda mengalami kesulitan untuk membedakan kenyataan dan imajinasi mereka. Hal tersebutlah yang sering kali membuat kondisi kepribadian ganda disalah artikan sebagai skizofrenia.
Sering Mengalami Sakit Kepala

Walaupun penderita kepribadian ganda memiliki lebih dari satu kepribadian, namun perlu diingat bahwa organ tubuhnya tetap satu. Disisi lain, pergantian kepribadian ini memicu kerja otak yang lebih ekstra lagi. Akibatnya, penderita kepribadian ganda sering kali tanpa sadar mengalami kelelahan pada otak. Hal inilah yang pada akhirnya membuat penderita kepribadian ganda sering mengalami sakit kepala.
Merasa Asing Dengan Orang-Orang Sekitar

Penderita kepribadian ganda juga sering kali merasa asing dengan orang-orang disekitarnya. Pasalnya, setiap kepribadian yang ada bisa saja memiliki lingkungan pertemanan, pekerjaan, atau aktivitas sosial yang berbeda-beda. Sehingga, saat terjadi pergantian kepribadian secara tiba-tiba, penderita bisa saja merasa tidak mengenali orang-orang disekitarnya. Walaupun sebelumnya mereka sedang berinteraksi dengan akrab.
Memiliki Komplikasi Gangguan Mental Lainnya

Tidak menuntut kemungkinan penderita kepribadian ganda juga memiliki komplikasi dengan berbagai masalah kesehatan mental lainnya. Pasalnya, tidak sedikit tekanan yang menimpa penderita kepribadian ganda, sehingga bisa membuat kondisinya menjadi semakin parah, dan mengadopsi berbagai masalah kesehatan mental lainnya.
Kondisi kepribadian ganda ini biasanya berkomplikasi dengan gangguan kecemasan (anxiety disorder), atau gangguan panik. Dalam beberapa kasus, kondisi kepribadian ganda juga memicu rasa tidak berharga, gangguan makan, gangguan tidur, hingga depresi.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi yang dialami oleh penderita kepribadian ganda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para ahli jika kamu mengalami beberapa kondisi di atas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: 4 Tipe Kepribadian Berdasarkan Tes Kepribadian DISC
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



