Semua artikel
Kekerasan

Ini Dia Kondisi Mental yang Menimbulkan Keinginan Bunuh Diri

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Diperkirakan setiap tahunnya, kasus bunuh diri ini terus meningkat. Bahkan beberapa sumber mengatakan bahwa total kasus bunuh diri yang tercatat bisa jadi lebih banyak 4 kali lipat dari total kasus bunuh diri sebenarnya. Hal ini dikarenakan masih banyak kasus-kasus bunuh diri yang tidak dilaporkan.

Bunuh diri merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehidupan. Seseorang yang memutuskan untuk bunuh diri sangat erat kaitannya dengan kondisi kesehatan mental, seperti depresi, stress, dan lain sebagainya. Meski demikian, setiap orang memiliki alasan tersendiri untuk akhirnya melakukan percobaan bunuh diri.

Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai kondisi kesehatan mental apa saja yang dapat menimbulkan keinginan bunuh diri. Namun sebelum kita masuk ke dalam pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.

Berikut beberapa kondisi mental yang dapat menimbulkan keinginan bunuh diri:

Depresi

Depresi merupakan salah satu gangguan mental, tepatnya gangguan suasana hati, yang ditandai dengan adanya rasa sedih yang mendalam sehingga membuat penderitanya kehilangan minat terhadap aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

Kondisi depresi dalam tingkat keparahan yang cukup berat dapat menimbulkan keinginan untuk bunuh diri. Hal ini biasanya diambil karena penderita sudah merasa putus asa, dan kehilangan semangat dalam menjalani kesehariannya.

Keinginan bunuh diri bisa lebih berpotensi dan menjadikan depresi semakin parah, jika penderita membiarkan dirinya berlarut-larut dalam kesedihan dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Dilansir pada artikel yang diterbitkan oleh American Foundation for Suicide Prevention, depresi dinyatakan sebagai gangguan yang paling umum dialami oleh orang-orang yang memilih untuk bunuh diri.

Bipolar

Gangguan bipolar merupakan salah satu gangguan mental, tepatnya gangguan suasana hati, yang ditandai dengan adanya perubahan suasana hati yang cukup ekstrim dari episode manik menjadi depresi, atau sebaliknya.

Episode manik sendiri merupakan kondisi dimana seseorang mengalami peningkatan suasana hati. Kondisi ini memungkinkan penderitanya melakukan banyak hal sekaligus, dan bahkan terlihat tidak pernah kelelahan. Namun sangat bertolak belakang dengan episode depresi yang dimana seseorang mengalami penurunan suasana hati. Depresi membuat penderitanya terlihat murung, tidak bersemangat, dan sedih berkepanjangan.

Pilihan untuk melakukan bunuh diri ini biasanya muncul saat penderita bipolar memasuki episode depresi. Pada episode ini, pikiran untuk bunuh diri sangat tinggi. Dengan demikian setidaknya sekitar 20% hingga 60% dari total penderita bipolar pernah melakukan percobaan bunuh diri.

Baca juga : Waspada Tanda-Tanda Orang yang Ingin Bunuh Diri

Gangguan Makan

Gangguan makan atau eating disorder merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan adanya perilaku makan yang tidak normal dan disertai dengan gangguan emosi. Gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa dipercaya dapat meningkatkan keinginan untuk bunuh diri. Penderita anoreksia nervosa dan bulimia nervosa cenderung mempertahankan atau menurunkan berat badan mereka secara ekstrim. Seperti dengan melakukan diet ketat, mengkonsumsi obat pencahar, dan lain sebagainya. Dimana tindakan-tindakan tersebut akan sangat beresiko mengancam nyawa.

Selain itu, mereka juga mengalami ketakutan bertambahnya berat badan yang akhirnya dapat menimbulkan stress. Jika kondisi stress ini berlangsung lama dan tidak mendapatkan pengelolaan stress yang tepat, maka akan beresiko menimbulkan keinginan untuk melakukan percobaan bunuh diri.

Borderline Personality Disorder (BPD)

Borderline personality disorder (BPD) atau yang juga dikenal dengan nama lain sebagai gangguan kepribadian ambang, merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan adanya kesulitan untuk mengendalikan emosi. Gangguan ini juga memungkinkan penderitanya mengalami kesulitan dalam bersosialisasi karena emosinya yang tidak stabil.

Umumnya penderita borderline personality disorder ini pernah mengalami riwayat pelecehan seksual di masa kanak-kanak. Hal inilah yang akhirnya membuat mereka memiliki resiko tinggi untuk melakukan percobaan bunuh diri.

Skizofrenia

Gangguan skizofrenia merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan adanya halusinasi, delusi, kekacauan dalam berpikir, dan perubahan perilaku. Penderita gangguan skizofrenia juga mengalami kesulitan untuk membedakan mana kenyataan dan mana yang hanya halusinasi mereka saja.

Dalam kasus gangguan skizofrenia yang sudah cukup parah, penderita akan dapat melihat, mendengar, atau merasakan suruhan dan arahan untuk melakukan percobaan bunuh diri dan tindakan-tindakan yang tidak seharusnya mereka lakukan. Tentu saja hal tersebut hanya dapat dilihat, didengarkan, dan dirasakan oleh penderita itu sendiri, karena ini termasuk dalam halusinasi yang mereka miliki.

Contohnya, penderita skizofrenia yang mendengarkan bisikkan untuk melompat dari dalam mobil yang sedang melaju kencang. Dimana dalam kondisi ini akan sangat membahayakan nyawa penderitanya.

Itu dia beberapa kondisi psikologis yang dapat menimbulkan keinginan bunuh diri. Selain beberapa kondisi psikologis di atas, masih banyak lagi faktor-faktor yang membuat seseorang memilih langkah untuk bunuh diri. Untuk itu penting bagi kita agar bisa memahami orang lain agar penderita tidak merasa sendiri dan bisa mengurungkan niat bunuh dirinya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Ini Dia Diagnosis dan Penanganan Pada Penderita Gangguan Alzheimer

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait