Semua artikel
Teknologi

Ini Dia Dampak Penggunaan Sosial Media. Benarkah Membuat Seseorang Menjadi Anti Sosial?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Di zaman modern ini, sosial media sudah bagaikan platform yang wajib untuk diakses. Banyak hal yang bisa dilakukan di dalamnya, mulai dari melakukan interaksi antar sesama hingga sebagai media promosi untuk beberapa perusahaan.

Mengakses sosial media cukup sering dilakukan, terlebih lagi bagi orang-orang di usia remaja dan dewasa. Saat ini sosial media bahkan bisa diakses dengan mudah menggunakan ponsel dan tidak perlu lagi membuka laptop atau komputer untuk mengaksesnya.

Penggunaan sosial media yang kucup intens ini akhirnya mendatangkan berbagai dampak terhadap kehidupan seseorang. Untuk itu, dalam artikel ini kami akan mencoba untuk merangkum dampak positif dan negatif dari penggunaan sosial media.

Dampak Negatif Sosial Media

Sudah cukup banyak pembahasan mengenai dampak negatif sosial media. Hal ini juga mengakibatkan beberapa orang akhirnya memutuskan untuk detoks sosial media untuk kesehatan mentalnya. Berikut beberapa dampak negatif sosial media terhadap kondisi mental seseorang:

Gangguan tidur

Pada umumnya manusia membutuhkan waktu tidur setidaknya 8 jam dalam sehari. Waktu tidur ini perlu untuk dipenuhi agar seseorang mendapatkan tenaga dan kesehatan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Sayangnya penggunaan sosial media sering kali mengambil waktu tidur.

Banyaknya aktivitas yang dilakukan sehari-hari membuat seseorang menggunakan waktu tidurnya untuk mengakses sosial media. Cahaya dari ponsel dan peningkatan fokus saat mengakses sosial media dapat membuat seseorang kesulitan untuk tidur. Jika terus dibiarkan dalam jangka waktu lama, kondisi ini akan memperburuk kualitas tidur dan mengakibatkan gangguan tidur.

Kehilangan rasa percaya diri

Kita dapat mengakses segala jenis informasi dari sosial media. Termasuk perkembangan hidup seseorang. Tidak bisa dipungkiri bahwa sosial media menjadi tempat untuk memajang berbagai pencapaian untuk sebagian besar orang. Hal ini akhirnya membuat beberapa orang merasa rendah diri karena belum bisa mencapai apa yang didapatkan oleh orang lain di sosial media.

Membandingkan diri dan pencapaian dengan orang-orang di sosial media memang tidak akan ada habisnya. Pasalnya orang-orang kebanyakan hanya memajang hasil dan tidak pada prosesnya. Walaupun memahami akan hal tersebut, tetap saja postingan-postingan itu mendatangkan perasaan iri dan rendah diri bagi orang yang menyaksikan.

Kecanduan sosial media

Tidak hanya alkohol dan obat-obatan terlarang yang bisa membuat seseorang mengalami kecanduan. Dengan sosial media, seseorang juga dapat mengalami kecanduan. Tidak sedikit diantara kita yang merasa bahwa mengecek sosial media merupakan suatu keharusan. Jika tidak dilakukan maka terasa ada yang kurang, dan akhirnya kita memiliki dorongan untuk terus mengecek sosial media.

Beberapa orang bahkan merasakan kecemasan berlebih saat tidak bisa mengakses sosial media. Jika sudah sampai di tahap ini, bisa jadi orang tersebut sudah mengalami kecanduan sosial media. Tentu saja hal ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga : Pedophobia : Rasa Takut Berlebih Terhadap Anak-Anak

Cyberbullying

Sosial media menjadi platform utama yang dapat dengan mudah mengakibatkan kasus cyberbullying. Cyberbullying  sendiri merupakan perundungan yang terjadi di internet. Cukup banyak kasus cyberbullying yang terjadi di sosial media. Cara yang digunakan juga bisa bermacam-macam, bisa mendapatkan komentar negatif, akun palsu yang menyamar menjadi korban, dan masih banyak lagi.

Walaupun perundungan awalnya terjadi di sosial media, namun hal ini dapat berlanjut di dunia nyata. Hal ini tentu akan mengganggu kondisi mental baik korban maupun pelaku dari cyberbullying tersebut.

Anti sosial

Cuku banyak orang yang merasa nyaman hidup di sosial media. Mereka akan melakukan banyak interaksi dengan orang lain di sosial media. Karena terbiasa dengan hal ini, beberapa orang akhirnya membatasi diri di lingkungan nyata. Beberapa pengguna sosial media bahkan menjadi anti sosial di kehidupan nyatanya, dan bagaikan menjadi orang yang berbeda saat berada di sosial media.

Dampak Positif Sosial Media

Walaupun cukup banyak pembahasan mengenai dampak negatif dari penggunaan sosial media, bukan berarti platform yang satu ini tidak memberikan dampak positif. Pada dasarnya jika digunakan sebagaimana mestinya dan tidak berlebihan, sosial media dapat mendatangkan hal-hal positif, seperti:

Dukungan kesehatan mental

Pembahasan mengenai kesehatan mental di sosial media sudah mejadi topik yang cukup populer beberapa tahun ini. Hal ini tentukan cukup baik untuk memberikan stigma positif di mata masyarakat. Dengan demikian, orang-orang yang merasa mengalami gangguan mental tidak akan ragu lagi untuk mengunjungi Psikolog maupun Psikiater. Orang-orang juga semakin peduli dengan kesehatan mental.

Membangun interaksi sosial

Penggunaan sosial media memang dapat membuat seseorang menjadi anti sosial. Namun itu jika digunakan berlebihan. Jika penggunaan sosial media sesuai dengan sebagaimana mestinya, justru hal ini dapat membangun interaksi sosial. Tidak sedikit orang yang bertemu di sosial media justru membangun hubungan positif di dunia nyata. Dengan demikian, membangun relasi dan interaksi sosial juga memungkinkan akibat adanya sosial media.

Meningkatkan kebahagiaan

Sosial media tidak hanya tentang interaksi antar sesama pengguna, melainkan cukup banyak hiburan yang dapat diakses menggunakan sosial media. Banyak sekali video, gambar, dan tulisan-tulisan yang menghibur dan dapat meningkatkan kebahagiaan. Tidak hanya menghibur, postingan beberapa orang bahkan terkadang mengandung motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Seperti itulah dampak penggunaan sosial media. Intinya, jika digunakan dengan benar maka sosial media akan berdampak positif. Namun jika berlebihan dan disalah gunakan, maka akan mendatangkan dampak negatif.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Coulrophobia : Rasa Takut Berlebih Terhadap Badut

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Ini Dia Dampak Penggunaan Sosial Media. Benarkah Membuat Seseorang Menjadi Anti Sosial? — DeepTalk