Deeptalk.co.id – Dissociative identity disorder merupakan salah satu kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan adanya dua atau lebih kepribadian dalam diri seseorang. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah kepribadian ganda.
Ciri khas dari gangguan kepribadian ganda ini adalah adanya dua kepribadian atau lebih dan mengalami amnesia. Kepribadian yang dimiliki penderita kepribadian ganda ini umumnya tidak saling mengenal satu sama lain. Bahkan saat berganti kepribadian, mereka tidak mengingat apa yang terjadi pada kepribadian lainnya. Hal ini sering kali menimbulkan kebingungan bagi penderita kepribadian ganda.
Masing-masing kepribadian yang dimiliki oleh penderita kepribadian ganda juga memiliki identitas yang berbeda-beda. Bisa jadi kepribadian tersebut memiliki nama, usia, bahkan jenis kelamin yang berbeda satu sama lain.
Walaupun penyebab pasti dari kepribadian ganda belum diketahui hingga saat ini, namun banyak ahli yang sependapat bahwa kondisi ini dipicu oleh adanya pengalaman traumatis yang berulang di masa lampau. Selain pengalaman traumatis, beberapa ahli juga beranggapan bahwa kondisi ini bisa diturunkan dari genetik. Dengan kata lain, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan kepribadian ganda akan beresiko mengalami gangguan yang sama.
Menurut teori Psikodinamika yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, pengalaman traumatis di masa kanak-kanak memberikan sumbangsi besar terhadap kemungkinan seseorang mengalami kepribadian ganda.
Di masa kanak-kanaklah mulai terbentuk kepribadian seseorang. Saat mengalami pengalaman tidak menyenangkan, makan situasi tersebut akan tersimpan di alam bawah sadar seseorang. Meski demikian, ada kalanya suatu situasi tidak dapat diatasi lagi dan akhirnya membentuk sebuah kepribadian baru. Hal ini merupakan bentuk dari mekanisme pertahanan diri saat seseorang berhadapan dengan kecemasan yang cukup besar. Kepribadian tersebut bisa terus bertambah seiring dengan banyaknya kejadian traumatis yang dialami oleh seseorang.
Dampak Dissociative Identity Disorders (Kepribadian Ganda)

Gangguan kepribadian ganda ini tidak hanya mengakibatkan adanya dua atau lebih kepribadian saja, melainkan juga mengakibatkan berbagai dampak bagi diri penderitanya. Berikut beberapa dampak dari kondisi dissociative identity disorder atau gangguan kepribadian ganda:
Depresi dan gangguan kecemasan
Penderita gangguan kepribadian ganda cenderung mengalami kesulitan untuk memahami situasi yang terjadi saat mengalami perubahan kepribadian. Hal ini tidak jarang mengakibatkan mereka merasa cemas berlebih, bahkan depresi.
Depresi merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesedihan mendalam hingga kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari. Saat mengalami depresi, penderita cenderung mengurung diri dan menghindari interaksi dengan orang lain.
Baca juga : Kenali Gejala Dissociative Identity Disorders
Disfungsi seksual
Penderita gangguan kepribadian ganda juga beresiko mengalami disfungsi seksual. Disfungsi seksual sendiri merupakan gangguan fisik atau psikologis yang ditandai dengan kondisi seseorang yang kesulitan untuk mencapai kepuasan seksual mereka. Kondisi ini bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan.
Gangguan stress pascatrauma (PTSD)
Kondisi yang cukup lekat dengan gangguan kepribadian ganda adalah gangguan stress pascatrauma. Pasalnya, kedua kondisi ini sama-sama disebabkan oleh kejadian traumatis yang pernah dialami. Hal tersebut mengakibatkan banyak dari penderita gangguan kepribadian ganda juga mengalami gangguan stress pascatrauma.
Gangguan stress pascatrauma merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kecemasan berlebih karena diakibatkan oleh kejadian traumatis seperti bencana alam, kecelakaan, terorisme, perang/pertempuran, pelecehan seksual, kekerasan dan sejenisnya.
Gangguan tidur
Selain beberapa kondisi di atas, penderita gangguan kepribadian ganda juga beresiko mengalami gangguan tidur. Gangguan tidur dalam hal ini bisa berupa kesulitan tidur, mimpi buruk, dan lain sebagainya. Kondisi ini tentunya dipicu oleh adanya pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan yang terus menghantui penderita gangguan kepribadian ganda.
Penanganan pada Penderita Dissociative Identity Disorders (Kepribadian Ganda)

Jika kamu merasa mengalami kondisi kepribadian ganda, maka segeralah untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Namun sayangnya, beberapa orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami kondisi tersebut. Untuk itu diperlukan bantuan dari orang lain untuk mengenal tanda-tanda tersebut. Maka dari itu jika kamu melihat teman, saudara, atau orang terdekat mengalami gangguan kepribadian ganda, segeralah bantu dia untuk memeriksa kondisinya dengan Psikolog atau Psikiater terdekat.
Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dari Psikolog ataupun Psikiater, barulah mereka akan memberikan diagnosis sesuai dengan kriteria yang ada dalam DSM–5 (The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, edisi ke-5).
Psikiater umumnya akan memberikan penanganan berupa peresepan beberapa obat-obatan yang dapat meminimalisir gejala yang ditimbulkan. Obat yang umum diresepkan untuk kasus ini berupa antidepresan, antipsikotik, dan obat penenang. Beberapa obat harus dikonsumsi seumur hidup untuk dapat menekan gejala yang bisa jadi akan timbul kembali. Meski demikian, obat tetap harus dikonsumsi sesuai dengan anjuran dari Psikiater.
Sedangkan Psikolog umumnya akan memberikan penanganan berupa psikoterapi yang tentu disesuaikan dengan gejala dan tingkat keparahan gejala yang dialami oleh penderita. Dalam beberapa kasus juga penderita akan mendapatkan hipnoterapi untuk melancarkan proses psikoterapi.
Seperti itulah pembahasan singkat mengenai dampak dan penanganan pada kasus dissociative identity disorder atau gangguan kepribadian ganda. Semoga artikel ini bermanfaat.
Baca juga : Merasa Dikerumuni Serangga? Waspada Gejala Ekbom Syndrome
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



