Deeptalk.co.id – Hidup di Indonesia memang membuat kita cukup akrab dengan hal-hal gaib. Mulai dari kisah-kisah hantu, sihir, hingga upaya untuk mengutuk atau yang kita kenal dengan istilah santet. Pandangan mengenai hal tersebut cukup familiar, terutama saat kita berada di daerah dengan kebudayaan yang masih sangat kental.
Namun tahukah kamu bahwa dalam ilmu psikologi, kondisi dimana seseorang memiliki kepercayaan terhadap hal-hal gaib itu bisa menjadi tanda salah satu gangguan mental. Gangguan tersebut biasa dikenal dengan istilah gangguan kepribadian skizotipal.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi gangguan kepribadian skizotipal, artikel kali ini kana secara khusus membahas mengenai gangguan tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui dulu bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.
Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, segera lakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Pengertian Gangguan Kepribadian Skizotipal

Gangguan kepribadian skizotipal adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan adanya perasaan tidak nyaman untuk menjalin hubungan dekat atau melakukan interaksi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Berbeda dengan orang-orang pada umumnya yang akan mempercayai apa yang ada di hadapannya, orang yang mengidap gangguan kepribadian skizotipal justru percaya akan hal-hal gaib atau yang kita kenal dengan istilah takhayul.
Kepercayaannya kepada hal-hal gaib inilah yang akhirnya membuat penderita gangguan kepribadian skizotipal dianggap aneh oleh orang-orang disekitarnya. Tidak jarang juga orang merasa takut jika harus berurusan dengan penderita gangguan kepribadian skizotipal.
Seseorang bisa dikategorikan dalam gangguan kepribadian skizotipal saat mereka sudah memasuki usia dewasa. Gangguan ini tidak berlaku pada anak-anak, karena anak-anak pada dasarnya memiliki imajinasi yang cukup luas, sedangkan orang dewasa sudah mampu berpikir yang masuk akal.
Pola pikir yang dimiliki oleh para penderita gangguan kepribadian skizotipal cukup sulit dipahami oleh orang lain. Mereka juga seringkali terjebak akan pemahamannya sendiri, terutama akan hal-hal yang berbau mistis.
Baca juga : Celebrity Worship Syndrome : Berlebihan Dalam Mengagumi Idola
Perbedaan Skizotipal Dengan Skizofrenia

Karena sama-sama berhubungan dengan kepercayaan akan hal-hal yang tidak nyata, banyak orang yang menyamakan antara gangguan kepribadian skizotipal dengan gangguan skizofrenia. Namun pada kenyataannya keduanya adalah dua kondisi gangguan mental yang berbeda.
Baik penderita gangguan kepribadian skizotipal maupun penderita gangguan skizofrenia memang sama-sama melibatkan delusi dan halusinasi dalam kondisi mereka. Meski demikian, intensitas dan tingkat keparahan delusi dan halusinasi pada penderita gangguan kepribadian skizotipal lebih ringan dibandingkan dengan penderita gangguan skizofrenia.
Selain itu, penderita gangguan kepribadian skizotipal pada dasarnya yakin akan perbedaan kenyataan dan imajinasi yang mereka miliki. Hal ini berbeda dengan penderita gangguan skizofrenia yang tidak bisa membedakan kenyataan dan imajinasi mereka.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gangguan kepribadian skizotipal merupakan tingkat yang lebih ringan dibandingkan dengan gangguan skizofrenia. Meski demikian, kondisi ini tetap perlu mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengantisipasi keparahan gejala yang dialami oleh penderita gangguan kepribadian skizotipal.
Penyebab Gangguan Kepribadian Skizotipal

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari kondisi gangguan kepribadian skizotipal ini. Meski demikian banyak faktor yang dipercaya dapat memicu kondisi gangguan kepribadian skizotipal, yaitu:
Genetik
Seperti yang diketahui bahwa genetik atau faktor keturunan bisa mempengaruhi kepribadian dan kondisi kesehatan mental serta fisik seseorang. Dengan demikian, orang-orang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian skizotipal diperkirakan juga beresiko mengalami gangguan yang sama.
Lingkungan
Selain faktor genetik, faktor lingkungan juga tidak kalah penting berperan dalam membentuk kepribadian seseorang. Dalam hal ini, orang-orang yang tinggal di lingkungan dengan kepercayaan yang tinggi akan hal-hal gaib akan lebih beresiko mengalami gangguan kepribadian skizotipal.
Budaya
Faktor budaya juga berperan dalam membentuk kepribadian seseorang. Orang-orang yang memiliki budaya yang berhubungan dengan hal-hal gaib juga beresiko mengalami gangguan kepribadian skizotipal. Terutama jika kebudayaan mereka sangat kental dan turun-temurun dari nenek moyang mereka.
Pola asuh orang tua
Kepribadian seseorang akan berkembang sejak masa kanak-kanak. Walaupun gangguan kepribadian skizotipal dapat didiagnosa pada usia dewasa, namun hal ini bisa terbentuk di masa kanak-kanak. Dengan demikian, pola asuh orang tua cukup berperan penting. Dimana, orang tua yang memiliki kepercayaan terhadap hal-hal mistis bisa jadi mengajarkan hal tersebut kepada anaknya, dan memungkinkan anak tumbuh dengan kondisi gangguan kepribadian skizotipal.
Masalah psikologis
Beberapa masalah psikologis atau gangguan mental lainnya juga bisa memicu seseorang mengalami gangguan kepribadian skizotipal. Masalah psikologis yang dimaksud bisa berupa gangguan perkembangan kepribadian, kesulitan dalam pengendalian emosi, dan lain sebagainya.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai gangguan kepribadian skizotipal. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Tips Menghadapi Orang Yang Suka Memerintah (Bossy)
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



