Deeptalk.co.id – Kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah kepribadian ganda. Sudah banyak pembahasan mengenai kondisi mental tersebut, bahkan kepribadian ganda juga sudah sering diangkat sebagai bahan dalam sebuah film. Namun tahukah kamu bahwa kepribadian ganda dalam istilah medis dikenal dengan istilah dissociative identity disorder.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi dissociative identity disorder, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.
Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dijelaskan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai dissociative identity disorder.
Pengertian Dissociative Identity Disorder

Dissociative identity disorder (DID) adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan adanya dua atau lebih kepribadian dalam satu diri seseorang, baik diketahui maupun tidak diketahui. Dissociative identity disorder, juga dikenal dengan istilah lain seperti split disorder, multiple personality disorder, dan kepribadian ganda.
Dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th edition (DSM-5) yang merupakan panduan diagnosis gangguan psikologis bagi para Psikolog dan Psikiater di seluruh dunia, dissociative identity disorder dikategorikan sebagai gangguan mental yang juga bagian dari gangguan disosiatif.
Penderita dissociative identity disorder ini memiliki dua atau lebih kepribadian dengan identitas yang berbeda-beda. Umumnya kepribadian tersebut terbentuk akibat adanya kejadian traumatis yang sangat berat, dan membuat penderita terjebak dalam identitas baru yang bisa saja muncul di waktu-waktu tertentu.
Identitas yang terbentuk akibat kondisi dissociative identity disorder ini bisa memiliki usia, jenis kelamin, hobi, bahkan kebiasaan yang berbeda dengan identitas aslinya. Dengan demikian, saat mengalami perubahan kepribadian, penderita dissociative identity disorder bisa menjadi orang yang sangat berbeda dengan sebelumnya.
Penyebab Dissociative Identity Disorder

Penyebab utama dari kondisi dissociative identity disorder adalah kejadian traumatis, dan sekitar 90% kasus kejadian traumatis yang menyebabkan dissociative identity disorder diakibatkan oleh kekerasan seksual atau kekerasan emosional yang sangat parah. Sedangkan kejadian traumatis lainnya bisa berupa bencana alam, kekerasan fisik, penculikan anak, dan lain sebagainya.
Meski demikian, tidak semua orang yang mengalami kejadian traumatis juga menjadi pengidap dissociative identity disorder. Banyak faktor yang akhirnya menunjang terjadinya kondisi tersebut. Salah satunya intensitas trauma atau kejadian trauma yang dialami secara berulang dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain itu, kejadian traumatis yang dialami di masa kanak-kanak juga lebih berpotensi mengembangkan kondisi dissociative identity disorder.
Baca juga : Dissociative Amnesia : Kehilangan Ingatan Akibat Kejadian Traumatis
Gejala Dissociative Identity Disorder

Merujuk pada pengertian dissociative identity disorder itu sendiri, gejala utama dari kondisi mental ini adalah adanya dua atau lebih kepribadian di dalam diri seseorang. Namun kondisi ini cukup sulit untuk diidentifikasi sebagai dissociative identity disorder, pasalnya beberapa kondisi mental juga memiliki gejala yang hampir sama. Untuk itu, agar bisa memastikan diagnosis gangguan mental seseorang, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Psikiater atau Psikolog.
Meski demikian, kamu bisa melihat beberapa gejala umum yang dialami oleh penderita dissociative identity disorder sebagai acuan untuk melakukan konsultasi dengan para ahli. Berikut beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita dissociative identity disorder:
Gejala fisik
Penderita dissociative identity disorder umumnya mengalami gejala fisik berupa sakit kepala dan nyeri pada beberapa bagian tubuhnya.
Derealisasi
Selain gejala fisik, penderita dissociative identity disorder juga mengalami derealisasi. Derealisasi sendiri adalah kondisi dimana seseorang merasa yakin bahwa lingkungannya tampak asing atau tidak nyata.
Suasana hati tidak stabil
Penderita dissociative identity disorder juga umumnya mengalami suasana hati yang tidak stabil, misalnya menjadi mudah marah, mudah menangis, atau menjadi lebih sensitif. Kondisi semacam ini memungkinkan mereka mengalami depresi.
Depersonalisasi
Penderita dissociative identity disorder juga bisa saja mengalami depersonalisasi. Depersonalisasi adalah kondisi dimana seseorang mengalami sensasi seakan jiwanya terlepas dari raganya.
Gangguan tidur
Beberapa penderita dissociative identity disorder juga mengalami gangguan tidur, seperti selalu mengalami mimpi buruk atau sleepwalking.
Halusinasi
Kondisi halusinasi juga bisa dialami oleh penderita dissociative identity disorder. Halusinasi sendiri merupakan kondisi dimana seseorang melihat, mendengar, mencium, merasakan, atau mengecap hal-hal yang tidak nyata adanya.
Masalah seksual
Penderita dissociative identity disorder juga bisa saja mengalami masalah dalam kehidupan seksual mereka, misalnya mereka mengalami penurunan gairah seksual.
Bunuh diri
Penderita dissociative identity disorder juga bisa memicu keinginan untuk bunuh diri. Bahkan keinginan tersebut bisa jadi direalisasikan jika tidak mendapatkan pertolongan yang tepat.
Itu dia sekilas penjelasan mengenai kondisi dissociative identity disorder. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala di atas, maka segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Disosiasi Psikologi : Perubahan Kesadaran Secara Tiba-Tiba
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



