Deeptalk.co.id – Setiap manusia memiliki kepribadiannya masing-masing, yang membuatnya unik satu sama lain. Namun beberapa orang mengalami masalah dengan kepribadian mereka, yang mana dalam dunia psikologis kondisi tersebut dikenal dengan gangguan kepribadian.
Gangguan kepribadian atau personality disorder adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan pola pikir dan perilaku yang tidak sehat. Walaupun penderita gangguan kepribadian umumnya adalah orang dewasa, namun tidak menuntut kemungkinan anak-anak juga mengalami kondisi serupa. Hanya saja, gangguan kepribadian pada anak lebih sulit untuk dideteksi. Pasalnya, beberapa anak memiliki memang memiliki perilaku yang unik. Selain itu, kemiripan gejala dengan gangguan lain membuat para ahli harus benar-benar teliti dalam memberikan diagnosa gangguan kepribadian, khususnya pada anak-anak.
Lantas, bagaimana cara mengetahui adanya gangguan kepribadian pada anak? Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai ciri-ciri anak dengan gangguan kepribadian. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Untuk dapat memastikan diagnosa gangguan kepribadian pada anak, tentu harus melalui serangkaian pemeriksaan yang tidak mudah, dari psikolog atau psikiater. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan diagnosa. Selain itu, hasil diagnosa itulah yang nantinya akan dijadikan patokan pemberian penanganan bagi anak. Dengan demikian, kesalahan diagnosa bisa mengakibatkan kesalahan penanganan. Alih-alih menjadi lebih baik, kondisi anak justru bisa bertambah parah.
Namun, sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan pemeriksaan, kamu bisa melihat beberapa ciri-ciri anak dengan gangguan kepribadian berikut:
Memiliki Masalah Dalam Berinteraksi

Anak dengan gangguan kepribadian bisa salah mengalami masalah dalam berinteraksi. Baik itu berinteraksi dengan orang dewasa, maupun dengan teman sebayanya. Mereka justru cenderung menarik diri, pasif di lingkungan sosial, atau menolak untuk berada di tempat umum.
Selain itu, anak dengan gangguan kepribadian juga cenderung mengalami kesulitan dalam mebangun hubungan interpersonal. Mereka cenderung manipulatif, terlibat dalam konflik, atau bahkan menghindari aktivitas sosial. Hal ini tidak hanya membuat anak menjauh dari orang lain, namun juga membuat orang lain menjauh dari dirinya. Sayangnya kondisi tersebut justru bisa memperparah gangguan kepribadian, karena minimnya dukungan dari orang-orang disekitarnya.
Memiliki Emosi yang Tidak Stabil
Ciri berikutnya dari anak dengan gangguan kepribadian adalah memiliki emosi yang tidak stabil. Dalam kasus yang satu ini, anak menjadi lebih mudah marah, sedih, merasa kosong, bahkan tantrum pada situasi dan kondisi yang tidak tepat. Emosi yang tidak stabil ini menjadi ciri-ciri dari beberapa gangguan kepribadian, seperti gangguan kepribadian ambang.
Emosi yang tidak stabil pada anak dengan gangguan kepribadian seakan memperjelas ciri yang pertama. Dimana, dengan adanya emosi yang tidak stabil akan membuat anak mengalami masalah dalam berinteraksi. Teman sebayanya akan menganggap anak sebagai sosok yang pemarah dan pada akhirnya dijauhi.
Baca juga : Kenali Gejala Skizofrenia Sejak Masa Kanak-Kanak
Menghindari Tanggung Jawab

Sejak kecil anak sudah seharusnya diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap setiap langkah yang mereka ambil, termasuk kesalahan yang diperbuat. Beberapa orang tua melatih anak dengan memberikan tugas khusus untuk bisa meningkatkan rasa tanggung jawabnya. Namun hal ini akan sedikit sulit bagi anak dengan gangguan kepribadian. Pasalnya, salah satu ciri yang bisa saja dialami oleh anak dengan gangguan kepribadian adalah cenderung menghindari tanggung jawab.
Tindakan menghindari tanggung jawab ini membuat anak bertindak tidak baik. Misalnya mengabaikan tugas rumah dan sekolah, bertindak sesuka hati tanpa memperdulikan konsekuensi yang bisa didapatkan, dan masih banyak lagi.
Tidak Merasa Bersalah
Ciri lainnya dari anak dengan gangguan kepribadian adalah cenderung tidak merasa bersalah. Hal ini tidak hanya membuat anak memiliki image yang buruk, namun juga membuat anak tidak bisa belajar dari kesalahannya. Dengan demikian, anak akan terus berbuat kesalahan yang sama. Tanpa adanya niat untuk membenah diri.
Mengalami Masalah Identitas

Anak dengan gangguan kepribadian juga umumnya mengalami masalah identitas. Kondisi tersebut membuat anak tidak jelas terkait masa depan, tujuan hidup, dan hal lainnya yang berhubungan dengan ketidakstabilan identitas. Hal semacam ini membuat anak seringkali merubah tujuan hidupnya, atau nilai-nilai yang mereka pegang.
Impulsif
Ciri anak dengan gangguan kepribadian berikutnya adalah cenderung impulsif dalam bertindak. Perilaku impulsif sendiri merupakan kondisi dimana seseorang bertindak tanpa memiliki dampak yang terjadi setelahnya. Artinya, dalam menentukan keputusan atau langkah yang hendak diambil, anak tidak mempertimbangkan baik dan buruknya dampak yang bisa dirasakan. Kondisi semacam ini dipengaruhi oleh dorongan emosi yang terlalu kuat, sehingga membuat anak bertindak tanpa pikir panjang.
Itu dia beberapa ciri-ciri anak dengan gangguan kepribadian. Jika kamu menemukan anak dengan beberapa gejala di atas, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Dampak dan Penanganan Binge Eating Disorder Pada Anak
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



