Semua artikel
Kekerasan

CatCalling dan Sexual Harassment

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Catcalling dan sexual harassment adalah dua masalah serius yang seringkali dihadapi oleh banyak perempuan di masyarakat kita. Perilaku-perilaku tersebut dapat membuat mereka merasa tidak aman. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lebih mendalam tentang catcalling dan sexual harassment. Kemudian agar lebih mudah memahaminya, akan diberikan contoh-contoh yang dapat membantu memahami kedua fenomena tersebut.

Image by Shutterstock

Apa Itu CatCalling?

Catcalling adalah bentuk pelecehan verbal yang terjadi di ruang publik. Ini terjadi ketika seseorang memanggil atau membuat komentar seksual atau merendahkan terhadap orang lain yang sedang berada di jalanan. Korban catcalling biasanya adalah perempuan. Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki juga bisa menjadi korban. Contoh catcalling termasuk komentar berbau seksual yang tidak pantas, ejekan, atau bahkan ancaman yang merendahkan martabat seseorang. Tindakan ini menciptakan lingkungan yang tidak aman. Sehingga membuat korban merasa terintimidasi serta mengalami dampak emosional yang negatif. Karena itu kita perlu menyadari dan menolak tindakan catcalling ini. Kita juga harus berupaya mencegahnya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan menghormati hak-hak setiap individu.

Baca juga: Pahami Beda Antara Curhat dengan Terapi Konseling

Apa Itu Sexual Harassment?

Sexual harassment atau pelecehan seksual melibatkan segala bentuk perilaku yang tidak diinginkan. Karena melibatkan merendahkan orang lain yang bersifat seksual. Pelecehan ini bisa bersifat verbal. Seperti komentar yang tidak senonoh atau ejekan yang berhubungan dengan seks. Bisa juga bersifat fisik. Seperti sentuhan yang tidak diinginkan atau penyerangan secara seksual. Baik itu dilakukan secara eksplisit atau implisit. Tujuan dari sexual harassment adalah membuat korban merasa tersinggung, terhina, dan terintimidasi.

Pelecehan seksual dapat terjadi di berbagai lingkungan. Termasuk tempat kerja, sekolah, tempat umum, dan bahkan dalam hubungan personal. Contohnya meliputi komentar atau lelucon yang tidak pantas mengenai penampilan atau kehidupan seksual seseorang. Selain itu, dapat juga berupa sentuhan yang tidak pantas, pemaksaan untuk melakukan tindakan seksual, serta serangan fisik atau perkosaan. Perilaku ini tidak hanya melanggar batas-batas individu. Tetapi juga merusak secara emosional, psikologis, dan berpotensi mengganggu kehidupan sehari-hari korban.

Sebagai contoh, seseorang yang sedang melintasi jalanan. Di sana terdapat orang lain yang bersiul dengan nada yang tidak senonoh atau bahkan berteriak komentar seksual yang tidak pantas. Seperti “Wah, lihat betis kamu!” atau “Pantatmu menggoda!”

Contoh lainnya, seseorang yang sedang berjalan di sekitar area publik. Kemudian, tiba-tiba menerima komentar yang merendahkan dirinya mengenai penampilannya. Seperti “Hei, cantik! Kenapa tidak tersenyum?” atau “Tubuhmu seksi, sayang!”

Karena itu, penting bagi kita untuk melawan pelecehan seksual agar dapat menciptakan lingkungan yang aman. Di manapun, setiap individu harus dihormati dan merasa aman dari tindakan yang tidak pantas ini.

Contoh CatCalling

Contoh catcalling sangat bervariasi dan dapat terjadi dalam berbagai situasi. Misalnya, ketika seorang perempuan berjalan di trotoar. Pada saat itu, seseorang memanggilnya dengan sebutan-sebutan yang merendahkan atau melecehkannya secara verbal. Catcalling juga dapat terjadi di tempat kerja. Di mana seseorang membuat komentar yang tidak senonoh atau membuat lelucon seksual. Yang membuat korban merasa tidak nyaman. Terlebih lagi, catcalling juga dapat terjadi melalui media sosial. Di mana seseorang bisa mengirimkan pesan-pesan yang merendahkan secara seksual kepada korban.

Contoh catcalling dapat ditemui dalam berbagai situasi. Baik di jalanan, tempat umum, maupun melalui media sosial. Beberapa contoh catcalling antara lain:

Ucapan seksual secara vulgar. Seseorang mungkin mengeluarkan komentar kasar dan vulgar mengenai penampilan seseorang yang berjalan di sekitarnya. Hal ini bisa berupa ejekan atau kata-kata yang merendahkan secara seksual.

Bersiul, berteriak, atau mengeluarkan suara tidak senonoh. Seseorang menggunakan tindakan ini untuk menarik perhatian orang lain, terutama perempuan. Tujuannya untuk menciptakan rasa tidak nyaman. Contohnya adalah bersiul dengan nada merendahkan atau berteriak dengan kata-kata tidak pantas.

Penguntit atau mengikuti seseorang. Catcalling juga dapat berupa perilaku menguntit atau mengikuti seseorang di tempat umum. Dengan maksud membuat mereka tidak nyaman atau takut.

Perilaku cabul di media sosial. Dalam era digital ini, catcalling juga sering terjadi di dunia maya. Pesan-pesan yang berisi komentar tidak pantas, gambar-gambar cabul, atau pelecehan verbal melalui media sosial. Hal itu merupakan bentuk catcalling yang merusak.

Apakah CatCalling Termasuk Pelecehan Seksual?

Ya, catcalling termasuk dalam kategori pelecehan seksual. Meskipun tidak termasuk dalam bentuk pelecehan fisik. Tapi catcalling tetap merupakan bentuk pelecehan yang merendahkan dan dapat menyebabkan dampak psikologis yang serius bagi korban. Catcalling membentuk budaya yang meremehkan dan menyeksualisasi perempuan. Hal ini melanggar hak mereka untuk berjalan dengan aman dan bebas dari perlakuan yang tidak diinginkan.

Dalam menghadapi catcalling dan sexual harassment. Penting bagi kita untuk terus menyuarakan pentingnya menghormati orang lain untuk bisa merasa nyaman di ruang publik. Dan memerangi budaya yang merendahkan perempuan. Kita harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari catcalling.

Baca juga: Mid Life Crisis, Apakah Berbahaya Bagi Kesehatan Mental?

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait