Deeptalk.co.id – Di era sosial media yang serba terhubung ini, kekhawatiran terhadap penampilan fisik seringkali menjadi sorotan utama dalam kehidupan kita. Fenomena Body Shaming ini memberikan perlakuan yang merendahkan terhadap bentuk tubuh seseorang. Hal ini telah menyebabkan banyak individu mengalami perasaan takut, malu, dan rendah diri. Dampak negatif dari Body Shaming ini tidak hanya terasa pada tingkat kepercayaan diri individu saja. Tetapi, juga menghambat kemampuan untuk mencapai Self-Acceptance (penerimaan diri). Akibatnya pemahaman gerakan Body Positivity (pemahaman positif tentang tubuh) juga ikut terhambat.
Self-Acceptance atau penerimaan diri adalah proses di mana kita mengenali, menerima, dan mencintai diri kita apa adanya. Penerimaan diri ini di dasari dari penerimaan diri tanpa adanya rasa malu pada tubuhnya. Kita tidak perlu untuk berubah demi memenuhi standar kecantikan atau citra tubuh yang diberlakukan oleh masyarakat. Kita perlu mengakui bahwa setiap individu memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Dan hal itu adalah hal yang normal. Suatu keunikan bagi setiap individu.
Apa Itu Self-Acceptance?

Self-Acceptance adalah tentang menyadari bahwa kita unik dan berharga. Tidak peduli apa bentuk tubuh kita. Ini adalah tentang menghentikan perbandingan diri dengan orang lain. Kita belajar menerima kelebihan dan kekurangan kita dengan penuh kasih sayang. Ketika kita menerima diri kita sendiri, kita menjadi lebih bahagia dan lebih puas dengan siapa kita sebenarnya.
Baca juga: Menggunakan Self-Awareness: Kunci untuk Menjalani Kehidupan Sehari-hari dengan Lebih Bermakna
Apa Itu Body Positivity?

Sebelumnya kita berbicara tentang Self-Acceptance yang berfokus pada hubungan kita dengan diri sendiri. Dalam Body Positivity kita berbicara tentang cara kita melihat tubuh orang lain dan bagaimana kita mendukung keberagaman di setiap individu. Body Positivity adalah tentang menciptakan lingkungan di mana setiap orang merasa diterima dan dihargai, tanpa dihakimi karena penampilan fisik mereka. Ini adalah gerakan yang mengingatkan kita bahwa tidak ada ukuran tubuh yang “sempurna”, dan semua tubuh pantas diterima dan dihormati.
Body Shaming Menghambat Self-Acceptance

Sayangnya, dalam era media sosial dan tekanan untuk tampil sempurna, fenomena body shaming semakin marak. Body shaming adalah tindakan merendahkan atau mengejek orang berdasarkan penampilan fisik mereka. Ini dapat terjadi secara langsung, misalnya ketika seseorang di-bully karena berat badan atau penampilan mereka. Bahkan secara tidak langsung melalui pesan media yang memperkuat standar kecantikan yang tidak realistis.
Body shaming dapat menghambat perkembangan Self-Acceptance. Ketika kita terus-menerus diserang oleh komentar negatif, kita cenderung merasa tidak aman dan tidak puas dengan diri sendiri. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dampak negatif body shaming. Kita berusaha untuk menghindari perilaku semacam itu untuk memberikan dukungan bagi mereka yang menjadi korbannya.
Self-Acceptance Memberikan Persepsi yang Positif tentang Bentuk Tubuh Kita

Ketika kita menerapkan Self-Acceptance dalam hidup kita. Maka kita mulai melihat bentuk tubuh kita dengan cara yang positif. Ini tidak berarti kita mengabaikan cara hidup sehat, seperti berdiet demi kesehatan tubuh kita. Tetap, kita tetap peduli dengan kesehatan tubuh kita. Tetapi tanpa membenci bentuk tubuh kita jika tidak sesuai dengan standar kecantikan yang ditetapkan.
Karena itu, dengan Self-Acceptance, kita akan lebih fokus pada kemampuan daripada hanya pada penampilan fisik. Kita menyadari bahwa tubuh kita kuat dan mampu melakukan banyak hal, seperti berlari, menari, atau berenang. Dengan menyadari kebersyukuran fungsi dari tubuh kita, ini akan memberi kita rasa percaya diri dalam mengurangi kecemasan tentang penampilan.
Bedakan Self-Acceptance Terhadap Body Positivity dengan Narsisme

Penting untuk mencatat perbedaan antara Self-Acceptance dan Body Positivity dengan narsisme. Narsisme adalah sikap yang berlebihan mencintai diri sendiri. Narsisme akan mengagumi diri sendiri dengan berlebihan. Ini berbeda dengan Self-Acceptance. Karena Self-Acceptance adalah tentang menerima diri kita seutuhnya. Termasuk menerima kelebihan dan kekurangan kita tanpa membesar-besarkan diri sendiri.
Sementara Body Positivity mendorong kita untuk menghargai keberagaman bentuk tubuh setiap individu. Itu bukanlah ajakan untuk menjadi narsisistik. Sebaliknya, Body Positivity adalah panggilan untuk mencintai diri sendiri. Body Positivity juga berusaha menerima orang lain apa adanya, tanpa merendahkan atau mempermalukan karena penampilan fisik mereka.
Jadi, Self-Acceptance dan Body Positivity adalah dua hal penting yang dapat membantu kita melepaskan diri dari tekanan untuk terlihat sempurna. Karena kita sudah bisa menerima diri kita apa adanya. Dengan mengenali nilai dan keunikan kita sebagai individu, kita dapat membangun persepsi yang lebih positif tentang bentuk tubuh kita. Ingatlah untuk selalu memberikan dukungan kepada orang lain dan berhenti melakukan body shaming. Karena itu dapat merusak perkembangan Self-Acceptance pada diri kita sendiri dan orang lain.
Oleh karena itu, penting untuk mengatasi Body Shaming agar Body Positivity dapat berkembang. Dengan menghormati keberagaman tubuh dan menghindari menghakimi penampilan fisik orang lain. Maka kita bisa menciptakan lingkungan yang mendukung Body Positivity dan mendorong Self-Acceptance yang positif. Semua orang berhak merasa diterima dan dihargai tanpa syarat, tanpa terkecuali. Dan inilah tujuan utama dari Body Positivity.
Baca juga: Waspada Penyebab Panic Attack Menjadi Sering Kambuh
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



