Semua artikel
Kesehatan Mental Remaja

Bagaimana Dampak Bullying terhadap Self-Esteem Remaja

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Bullying atau penindasan bisa terjadi di lingkungan manapun, termasuk paling sering menimpa anak dan remaja di lingkungan sekolahnya. Bentuk bullying bisa terjadi dalam berbagai bentuk, baik fisik, verbal, dan cyber atau melalui dunia maya. Tak heran jika bullying menjadi masalah yang serius karena dampaknya yang membahayakan bagi korban, termasuk self-esteem pada anak dan remaja.

Self-esteem penting untuk dimiliki karena fungsinya yang dapat meningkatkan kepercayaan diri sehingga memengaruhi akademis dan hubungan sosial mereka. Oleh karena itu, akan sangat kesulitan bagi seseorang yang kehilangan self-esteem pada dirinya sendiri ketika melakukan aktivitas pada kehidupannya.

Artikel kali ini kami akan membahas betapa bahayanya bullying yang dapat memberikan pengaruhnya bagi self-esteem korban anak dan remaja. Dengan mengetahuinya, diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi setiap orang akan bahaya dari tindakan bullying sehingga bisa menghindari perilaku ini serta memberikan dukungan bagi korban bullying.

Penelitian Tentang Dampak Bullying Terhadap Self-esteem

Medium shot girl getting bullied at school

Bullying kerap diartikan sebagai perilaku yang dilakukan orang atau dengan kelompoknya dengan tujuan untuk menimbulkan rasa sakit baik secara fisik maupun psikis korbannya. Meskipun bullying atau intimidasi dan penindasan ini telah salah dipahami sebagai hal yang wajar terjadi di lingkungan anak dan remaja, pada nyatanya ini menjadi hal yang tidak wajar dan bahkan menimbulkan dampak jangka panjang terhadap trauma fisik, sosial dan kesehatan psikologis korban.

Sebuah penelitian menyebutkan adanya korelasi yang signifikan antara pengalaman bullying, harga diri atau self-esteem dan depresi. Semakin tinggi frekuensi seorang anak mengalami bullying, korban akan semakin depresi dan self-esteem mereka menurun. Dengan kata lain, anak-anak korban bullying cenderung mengalami penurunan harga diri dan tingkat depresi yang lebih tinggi. Fakta lain pun menunjukkan bahwa anak perempuan yang lebih rentan mengalami hal tersebut daripada laki-laki.

Investigasi ini juga menyebutkan frekuensi tindakan bullying terjadi pada hubungan yang bertingkat atau memiliki perbedaan kelas, misalnya antara kelas 9 sebagai pelaku dan korban yang menempati kelas 8 di sekolahnya, atau kelas gender yang kerap menempatkan laki-laki sebagai pihak yang lebih kuat daripada perempuan. Ini didukung dengan hasil penelitian yang mengungkapkan anak perempuan lebih terpengaruh daripada laki-laki.

Bullying dan viktimisasinya jika tidak dikendalikan dapat mengakibatkan lingkaran setan penderitaan bagi anak-anak dan remaja. Semakin sering seorang anak dan remaja menjadi korban bullying, semakin meningkat pula dampak psikis yang ditimbulkan. Oleh karenanya, penting bagi orang tua, sekolah dan berbagai pihak untuk lebih aware akan masalah ini.

Baca juga: Tanda-Tanda Bahwa Kamu Butuh Konseling Ke Psikolog Segera 

Dampak Bullying Lainnya

Side view girl crying in bathroom

Mendapatkan intimidasi dan penindasan merupakan hal yang sangat memilukan bagi mereka yang menjadi sasaran. Tak banyak orang dewasa yang bisa memahami betapa menderitanya anak dan remaja yang menjadi korban dari bullying, serta mereka gagal untuk menyadari bahwa konsekuensi dari intimidasi itu signifikan dan dapat memiliki dampak yang bertahan lama.

Padahal perlu pemahaman akan dampak dari bullying sebagai langkah untuk memperbaiki kebijakan terkait intimidasi dan bullying serta sebagai cara pencegahan tindakan bullying. Berikut adalah beberapa efek bullying dan bagaimana korban dapat pulih.

Dampak Sosial dan Emosional

Anak-anak yang sering menjadi sasaran pelaku bullying sering menderita baik secara emosional maupun sosial. Mereka tidak hanya merasa sulit untuk berteman, tetapi mereka juga berjuang untuk mempertahankan persahabatan yang sehat.

Hal ini memiliki keterkaitan langsung dengan harga diri atau self-esteem yang rendah. Kurangnya self-esteem ini merupakan akibat langsung dari perbuatan jahat dan menyakitkan yang dilakukan pelaku bullying terhadap korban. Ketika anak-anak sering mendapatkan kalimat menyakitkan, mereka pun akan mulai percaya bahwa perkataan tersebut adalah benar.

Tidak hanya itu, korban bullying cenderung mengalami berbagai emosi. Mereka mungkin merasa marah, getir, rentan, tidak berdaya, frustrasi, kesepian, hingga terisolasi dari teman sebayanya. Akibatnya, mereka mungkin melewatkan kelas, bahkan menggunakan obat-obatan dan alkohol untuk menghilangkan rasa sakit mereka. Dan jika bullying ini terus terjadi pada mereka, tidak menutup kemungkinan bahwa mereka akan mengalami depresi hingga memikirkan bunuh diri.

Saat anak-anak yang diintimidasi tumbuh menjadi dewasa, mereka mungkin terus bergumul dengan harga diri, mengalami kesulitan mengembangkan dan mempertahankan hubungan, dan menghindari interaksi sosial. Mereka juga mungkin mengalami kesulitan mempercayai orang, yang dapat memengaruhi hubungan pribadi dan hubungan kerja mereka.

Dampak Fisik

Pelaku bullying tidak segan-segan untuk melakukan tindakan kekerasan secara fisik pada korbannya, seperti memukul atau menjambak dan lain sebagainya. Sehingga akan timbul luka, benjolan atau memar yang terjadi selama intimidasi fisik.

Namun, ada juga tambahan yang timbul akibat kekerasan secara fisik tersebut, misalnya anak-anak yang di-bully sering mengalami kecemasan. Stres pada tubuh mereka juga akan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, termasuk lebih sering kepala dan menderita maag serta kondisi lain yang disebabkan oleh kecemasan yang terus-menerus.

Anak-anak yang diintimidasi juga mungkin mengeluh sakit perut dan sakit kepala. Dan intimidasi yang mereka alami dapat memperburuk kondisi lain yang sudah ada sebelumnya seperti eksim di kulit, masalah perut, dan kondisi jantung yang diperparah oleh stres semakin memburuk saat seorang anak menjadi korban bullying.

Baca juga: Ketika Mood Buruk Menghampiri: Cara Menghadapinya dengan Bijak  

 

Sumber:

Gordon, S. (2021, October 18). The Long-Lasting Effects of Bullying. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/bullying-impact-4157338

Nabuzoka, D., & Mungala, B. (2020). Relationship between Bullying Experiences, Self- Esteem and Depression among secondary school pupils. Medical Journal of Zambia, Vol. 47 (2): 106 – 111 (2020).

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait